jadi gini guys, banyak yang nanya kenapa mahasiswa di demo hari ini kompak gak pake almamater. ternyata ini disengaja, dan alasannya dijelasin langsung sama mahasiswa di bundaran hi, rabu 28 oktober 2026
alasan pertama, biar melebur sama rakyat. rafif luqmanul aziz, mahasiswa ilmu politik upn veteran jakarta sekaligus perwakilan amnesty international chapter upnvj, bilang mahasiswa pengen melebur bareng masyarakat, rakyat pinggir kota, dan para pekerja yang ada di sekitar bundaran hi. mereka cuma pakai baju bebas, tapi tetap bawa bendera atau simbol organisasi
alasan kedua, biar pekerja mau ikut gabung. rafif berharap para pekerja yang udah selesai kerja bisa langsung ikut aksi nyuarain keresahan yang sama. dengan begitu gerakannya kelihatan lebih organik dan lebih inklusif dari biasanya
alasan ketiga, ini bagian dari uji coba model aksi baru. wakil ketua bem ui 2026, fathimah azzahra, bilang mereka lagi nyoba aksi yang beda dari demo sebelumnya, yaitu tanpa almamater dan tanpa orasi yang mendominasi. model ini juga udah dipakai pas aksi di tugu tani, selasa 20 oktober 2026
alasan keempat, buat antisipasi provokasi. fathimah ngaku ini memang tantangan, tapi mereka udah nyiapin mekanisme biar bisa terhindar dari provokasi di antara peserta sendiri
alasan kelima, aksinya sengaja dibuat lebih cair tanpa komando terpusat. massa dari tiap elemen mahasiswa diminta langsung datang ke lokasi, jadi gak bergantung pada satu jalur koordinasi
nah menurut kalian guys, demo tanpa almamater dan tanpa komando ini bikin gerakan lebih tulus dan inklusif, atau malah lebih rawan disusupi provokator?