Jawab gini aja la, "Jadi gini pak, kita mengandalkan Parasocial Interaction (PSI) untuk menghasilkan Parasocial Relationship (PSR).
Pertama lewat exposure, melalui konten, live, performance, dan postingan kita di sosial media.
Kedua, perceived intimacy pak, karena kita sering menyapa, bercerita, bercanda, dan memperlihatkan kegiatan sehari2 seperti siap2 mau latihan atau show.
Ketiga, identification, jadi audiens yaitu fans mulai merasa punya kesamaan, lalu terikat secara emosional seperti "ih dia pekerja keras ya" "eh dia suka hobby yg sama ya".
Keempat, emotional investment, audiens dalam hal ini fans mulai care sama kita, nanya kegiatan sehari2 sampai ikut serta dalam perkembangan kita.
Dan terakhir, ada attachment atau loyalty dari mereka yang membentuk hubungan parasosial/Parasocial Relationship (PSR)."