@Heraloebss Bukan berarti mereka tidak punya sertifikat tanah membuat mereka tidak punya hak atas tanah adat dan kehidupan mereka yang tanah dan hutannya sudah dihuni sejak sekian lapisan nenek moyang mereka.
Memprihatinkan.
@Emakmbolang Iyo, Mbak. Ternyata seru juga lo bikin konten audio visual. Masih belum bagus, karena dikerjakan semua sendiri, tapi proses belajarnya memang terus menerus. Hehe.
@judgeBCT @SammiSoh Wkwkw...kayaknya kepalanya mas-nya langsung nyungsep di tumpukan cucian kaos Polo habis malu dirujak...
*Lesson learned: gak usah jumawa ngatain orang kurang jauh mainnya kalau selama ini jauh mainnya ternyata cuma muter-muter di "kampung halaman sendiri"... Wkwkw
@ryuhasan Iyo, dok. Aku ae ndhisik jik cilik ndelok Bayi ajaib nang biskop Pacar Keling, sampek saiki yo menter. Lhalapo trauma. Malah seneng nek onok sing suoro jreng2 metu...mergo wayahe setane mecungul... ๐๐
Kuntilanake Suzanna malah dadi hiburan... ๐คญ
@moslem_nkri @Dennysiregar7 Kl dianggap mangkrak & merugikan, kenapa gak bikin kritikan sendiri sj Kak.
Kasih data rincinya, cc ke lembaga terkait utk tindakan followup. Knp nunggu org lain?!
Sementara kl org lain kritik hal lain, marah2 gak jelas. Ya biarin ajalah. Memang mau jd pahlawan buat semua orang?
@F_achmad21@gibran_tweet Kalau saya menyerupai kaum rebahan, Mas...karena pas tahun baru saya di rumah saja sambil rebahan nonton film dan menikmati suara petasan dan aromanya... ๐คญ *hidup lo untuk dinikmati...karena hati senang, badan dan pikiran sehat
@Zanzia6@mohmahfudmd Sekalinya njeplak, eh, salah lagi. Belajar lagilah tentang peran menteri dalam kabinet.
Belajar juga Bahasa Indonesia ttg padanan kata dan arti "pembantu" sesuai tempatnya. Biar terlihat pinter saat menggunakan media sosial untuk bersuara.