as i grew older, i learned that the key to surviving the day is not positivity. it's acceptance. accepting that not all days are good and happy. you will have bad days. you make mistakes. you fail. you mess up. everything’s not going to fall into place and that is completely okay
Sebelum bungkuk beneran, yok biasain bareng pola postur kayak gini:
1. Duduk tegak dg bahu rileks. Hindari kepala & bahu terlalu maju biar tulang belakang tetep berada di posisi netral.
2. Klo sering kerja di depan meja & memungkinkan, coba duduk pake kursi ergonomis deh supaya bisa nopang punggung bawah
3. Coba luangin waktu buat rutin stretching. Gerakan2 kek cat-cow begini bisa bantu naikin mobilitas tulang belakang
4. Usahain banget jgn duduk terus2an. Coba deh tiap 1–2 jam, berdiri, jalan sebentar, terus stretching ringan.
Bisa?
Lo buka Netflix. Scroll 30 menit buat nyari film. Akhirnya gak nonton apa-apa. Tidur.
Lo buka Shopee mau beli charger. Ada 200 pilihan. Banding-bandingin 2 jam. Beli satu. Besoknya nyesel.
Seorang psikolog dari Swarthmore College udah riset kenapa ini terjadi. Dan jawabannya bikin kesel.
REKTOR ITB KE KOMISI X DPR:
KAMI CUMA DIBIAYAI APBN 18%, UKT 26%, SISANYA CARI SENDIRI!
INI KAMI SANGAT BERAT!
DI MALAYSIA, KAMPUS DIBIAYAI APBN 45%.
DI CHINA, 70-80%.
DI SINGAPURA, ANGGARANNYA 10x ITB, 50% DARI APBN.
KITA KAYA KAMPUS DI AMERIKA YANG CUMA 10% APBN.
Lee Kuan Yew:
“Air conditioning was a most important invention for us, perhaps one of the signal inventions of history. It changed the nature of civilization by making development possible in the tropics. Without air conditioning you can work only in the cool early-morning hours or at dusk. The first thing I did upon becoming prime minister was to install air conditioners in buildings where the civil service worked. This was key to public efficiency."
Saya ada ide, bagaimana jika lahan eks Hotel Sultan dibangun untuk stasiun kereta cepat sesuai dengan opsi JICA.
Stasiunnya dibuat di bawah tanah (underground), lalu di atasnya dibuat hunian vertikal & bangunan multiguna. Jadi dari Halim bisa lanjut ke Senayan sesuai dengan Plan B 👀
Jujur, gw excited bgt nungguin BRT Bandung Raya ini beroperasi. Walaupun baru tahun depan full beroperasi tp setidaknya ada progress.
Bandung kan kota besar, ibukota provinsi, trus kenapa ga dari dulu aja ya dibangun infrastructure public transportnya? Ngapain aja kemaren2?
Indonesia's biggest loss:
Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Dulu enak banget 2 jam dari rumah udah bisa ke Singapur😭
📷 Dokumen Pribadi & alm. Ayah
HATI-HATI SAJA ✅️
Mending kalo ke resto gak usah pakai scan2 gitu, minta buku menu aja. Klo gak ada buku menu dan terpaksa hrs scan, minta pelayannya scan pakai hp dia...
JUST IN: A McKinsey report finds Indonesia could reduce 50% to 60% of their budget sarapan Soto Seger Boyolali at the weekend if citizens stopped buying sate-satean or gorengan.
Setelah gw baca-baca berita internasional, ada 3 alasan domestik kenapa rupiah merosot terus.
1. Para investor takut dengan independensi BI. Jika BI tidak independen, itu bikin rupiah kehilangan kredibilitasnya. (Thomas Djiwandono, keponakan presiden, ditunjuk jadi Deputi Gubernur BI).
2. Terlalu banyak dana asing mengalir ke luar Indonesia karena ketidakpercayaan investor terhadap kualitas kebijakan pemerintah, tata kelola fiskal, dan kebijakan fiskal yang ekspansif.
3. APBN kita defisit, alhasil pemerintah harus terbitin lebih banyak obligasi dan naikin bunganya. Ketika surat utang itu digunakan untuk menutup pengeluaran rutin negara yang membengkak, investor akan mulai khawatir.
Tebak membengkaknya gara-gara apa gaes? ✨EMBEGE✨.
Potongan Video alm Faisal Basri melintas di TL.
Isinya soal prediksi krisis ekonomi dan politik Indonesia yg akan terjadi di tahun 2026 ini. Pemaparan Faisal Basri tsb terjadi 4 bulan sebelum beliau wafat.
Saya pun menemukan video penjelasan lengkapnya.
Apa saja isinya?
Two economists just published a mathematical proof that AI will destroy the economy.
Not might. Not could. Will — if nothing changes.
The paper is called "The AI Layoff Trap." Published March 2, 2026. Wharton School, University of Pennsylvania. Boston University. Peer reviewed. Mathematically modeled.
The conclusion is one sentence.
"At the limit, firms automate their way to boundless productivity and zero demand."
An economy that produces everything. And sells it to nobody.
Here is how you get there.
A company fires 500 workers and replaces them with AI. A competitor fires 700 to keep up. Another fires 1,000. Every company is behaving rationally. Every company is following the incentives correctly. And every company is building a trap for itself.
Because the workers who were fired were also customers.
When they lose their jobs faster than the economy can absorb them, they stop spending. Consumer demand falls. Companies respond by cutting costs — which means automating more workers — which means less spending — which means more falling demand — which means more automation.
The loop has no natural exit.
The researchers tested every proposed solution. Universal basic income. Capital income taxes. Worker equity participation. Upskilling programs. Corporate coordination agreements.
Every single one failed in the model.
The only intervention that worked: a Pigouvian automation tax — a per-task levy charged every time a company replaces a human with AI, forcing them to price in the demand they are destroying before they pull the trigger.
No government has implemented this. No major economy is seriously discussing it.
Meanwhile the numbers are already tracking the curve. 100,000 tech workers laid off in 2025. 92,000 more in the first months of 2026. Jack Dorsey fired half of Block's workforce and said publicly: "Within the next year, the majority of companies will reach the same conclusion."
Nobody is doing anything wrong. Companies are following their incentives perfectly. That is exactly the problem.
Rational behavior. At scale. Simultaneously. With no mechanism to stop it.
Two economists built the math. The math leads to one place.
Source: Falk & Tsoukalas · Wharton School + Boston University ·
Pas banget hari Jumat kemarin juga ada internal sharing session topiknya mental block.
Narsumnya bilang otak manusia memang cenderung overthinking (mikirin yg baiknya ga perlu dipikirin secara berlebihan), yg bikin potensi maksimal dari diri kita jadi gak keluar.
Buat yg sering overthinking, beliau ngasih saran buat sering-sering mengingat siapa pencipta kita supaya ga terjebak di masa lalu dan terlalu mengkhawatirkan masa depan.
Karena yg paling penting adalah live your life today dan menyadari bahwa semua hal di dunia ini sudah ada yg mengatur, termasuk detail hidup kita.
Kasus Chen Zhi menunjukkan bahwa di era digital, kejahatan tidak lagi harus berbentuk perampokan bank atau penyelundupan narkoba Cukup dengan smartphone, media sosial, dan manipulasi psikologi, sebuah organisasi bisa mencuri miliaran dolar dari korban di seluruh dunia
Yang menarik bukan hanya angka sitaan US$8 miliar, tetapi bagaimana bisnis scam modern bekerja layaknya perusahaan teknologi Mereka memiliki ribuan akun media sosial, puluhan ribu identitas palsu, sistem operasional yang terstruktur, bahkan memanfaatkan korban perdagangan manusia sebagai "karyawan" paksa
Pelajaran terbesarnya adalah bahwa Bitcoin bukan masalahnya Teknologi selalu netral Yang menentukan adalah siapa yang menggunakannya Sama seperti internet yang bisa dipakai untuk membangun perusahaan triliunan dolar atau menjalankan penipuan global
Ironisnya, banyak orang masih menganggap scam sebagai aksi individu yang bekerja dari kamar kecil Padahal industri penipuan saat ini sudah berkembang menjadi jaringan multinasional dengan pendapatan puluhan juta dolar per hari, mengalahkan banyak perusahaan legal
Ada satu hal lain yang patut dicermati Pemerintah berhasil menyita 127271 BTC, tetapi hingga kini belum ada kejelasan bagaimana para korban akan mendapatkan kembali uang mereka Ini mengingatkan bahwa dalam dunia keuangan, memulihkan dana yang hilang sering kali jauh lebih sulit daripada menangkap pelakunya
Pada akhirnya, aset terbesar di internet bukanlah Bitcoin, AI, atau teknologi apa pun Yang paling berharga adalah kepercayaan manusia Dan bisnis scam terbesar di dunia dibangun dengan mencuri hal itu terlebih dahulu sebelum mencuri uangnya