🌟 Just discovered Pollo AI for AI video creation, and I'm hooked! 🎥 Want to try it out? Use my referral link and get the signup reward of 10 free credits: https://t.co/kQ67Aa9iKC #PolloAI#AIVideo https://t.co/kQ67Aa9iKC
Para Penjaga ke Aslian Al Qur'an seperti inilah yg ditakuti pembenci Islam atau Islamphobia
📍ia adalah Rajab usia 9 tahun, Ia Hafal Al Qur'an dan membacakan seluruh ayat suci Al-Qur’an dalam satu sesi di acara pengajian di Tulkarem
Kita Bicara Data tentang Umat Islam Indonesia (1)
Kita sepakat bahwa shalat 5 waktu hukumnya wajib. Meninggalkannya dengan sengaja adalah dosa besar. Tapi apakah seluruh umat Islam di Indonesia sudah menunaikannya?
Mari perhatikan data yg diambil dari Indonesia Moslem Report 2019 yg diterbitkan oleh Avara Research:
1. Umat Islam di Indonesia yg sudah menunaikan shalat 5 waktu dan selalu dilaksanakan secara berjamaah baru mencapai 2% saja.
2. Umat Islam di Indonesia yg sudah menunaikan shalat 5 waktu dan sering berjamaah baru mencapai 7,7% saja.
3. Umat Islam di Indonesia yg sudah menunaikan shalat 5 waktu dan kadang-kadang berjamaah mencapai 29,2%.
4. Umat Islam di Indonesia yg sering shalat 5 waktu mencapai 33,8%.
5. Umat Islam di Indonesia yg kadang-kadang shalat 5 waktu mencapai 26,8%.
6. Umat Islam di Indonesia yg tidak pernah shalat 5 waktu mencapai 0,4%.
Sehingga, dapat kita ambil kesimpulan bahwa umat Islam di Indonesia yg selalu melaksanakan shalat 5 waktu baik sendirian atau pun berjamaah baru mencapai 38,9% atau 4 dari 10 orang saja. Sisanya masih 'sering' dan 'kadang-kadang' saja shalat 5 waktunya atau 6 dari 10 orang masih 'bolong-bolong' shalatnya.
Ditinjau dari sisi usia/pembagian generasi, semakin dewasa maka cenderung semakin tertib dalam melaksanakan shalat 5 waktu baik sendirian maupun secara berjamaah. Namun, kondisi ini berlawanan dengan generasi yg lebih muda, khususnya Gen Z dan Younger Millenial, semakin muda maka semakin 'bolong-bolong' shalatnya.
Maksud saya menyajikan ini adalah, diambil dari satu Rukun Islam -yaitu shalat lima waktu saja yg sifatnya wajib dan mutlak bagi seluruh umat Islam, kita masih punya pekerjaan rumah yg begitu besarnya. Masih ada 61,1% saudara kita yg harus kita rayu, ajak, motivasi untuk bisa menunaikan kewajibannya.
Siapa yg akan melakukannya? Ya, seluruh komponen dari kita semua. Baik itu tradisionalis, modernis, atau pun yg fundamentalis. Yg tradisionalis, modernis dan fundamentalis menyentuh lewat jalur pendekatan kultural hingga prosedural dengan 'bahasa' yg dipahami oleh masing-masing cluster masyarakatnya.
Percayalah, jika kita sibuk dengan menyelesaikan problematika umat Islam di Indonesia terkait BAB SHALAT 5 WAKTU ini saja, kita tidak ada waktu dan energi untuk berdebat, saling caci, saling hina. kita bahkan sibuk duduk bersama, membuat pemetaan dakwah. Yg tradisionalis dakwah di mana, yg modernis dakwah di mana dan yg fundamentalis dakwah di mana. Targetnya dibuat, misal tahun 2025 ini yg bolong-bolong shalat 5 waktunya harus berkurang minimal 5 dari 10 atau 50%-nya sudah bisa diajak shalat baik sendirian maupun berjamaah. Atau menaikkan prosentase orang yg sudah shalat 5 waktu dari sendirian menjadi kadang-kadang berjamaah atau menjadi sering berjamaah. Serius, sibuk kita. Tak sempat buang-buang waktu dan energi untuk saling membenci. Yg ada adalah saling berkolaborasi.
Nah, jangan-jangan kita tidak punya prioritas dakwah dan tidak tahu data umat Islam di Indonesia potretnya bagaimana. Sehingga sebagian dari kita berdakwah secara sporadis, tanpa rencana. Padahal, gagal dalam berencana adalah merencanakan kegagalan.
Eit, ini baru bab shalat 5 waktu. Nanti kita buka data umat Islam di Indonesia terkait bab Membaca Al Quran misalnya. Beuh, asli tambah tidak ada waktu yg sia-sia.
JALAN MEKKAH PADAT
Malam ke-27 Ramadhan, jalan-jalan menuju Masjidil Haram dipadati barisan jamaah dari belahan dunia.
Ya Allah, semoga siapapun yang melihat video ini tahun depan bisa beri'tikaf di Mekkah dan Madinah.🤲🤲🤲
QABILTU
Diijazahkan oleh Syekh Mahmud Awadh Fadhilah Keutamaan Surat Saba' Ayat 39 sangat banyak dan besar bila diamalkan setiap habis sholat 11X:
⊛ Rezeki selalu mengalir dan tak putus
⊛ Punya hajat beli rumah,kendaraan atau lainnya
⊛ Cepat punya anak (dibaca di air diminumkan ke istri)
⊛ Jodoh dan terhindar sihir
⊛ Barang yang dicuri baca 121x (Hanya niatkan segera dikembalikan dan jangan niatkan keburukannya).
Tangis Warga Usai Antre berdesak desakan berjam jam namun tetap tak kebagian beras murah.
Kasian rakyat kecil, rela berdesak desakan demi memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
Yang diatas bagi bagi kue kekuasaan...
Surat Terbuka Kepada Anies Baswedan
(Dari postingan seorang tokoh yang dekat dengan presiden Jokowi)
Ibnu Maksum-Opini Anies Baswedan (IST) Smith Alhadar Direktur Eksekutif Institute for Democracy Education (IDe)
Mas Anies yang baik , Dalam gelisah saya menulis surat ini saat banyak orang sedang terlelap dalam bekap mimpi yang merisaukan.
Belum juga dikumandangkan adzan , ajakan berserah diri pada Tuhan, sebelum memulai kehidupan yg rumit seringkali berat.
Tadi, saat saya membuka layar HP , berita pertama yg saya temukan adalah deklarasi “Anies for President” di sebuah daerah yg jauh.
Berita sejenis telah menjadi rutin belakangan ini : setiap hari ada saja sekumpulan orang dgn wajah masygul penuh harap menginginkan mas Anies memimpin negara ini pd 2024
Saya terharu , tapi takut harapan mereka tak terpenuhi. Wajah mereka mirip orang2 Madinah yg gelisah menunggu hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah dalam film “The Messenger"
Bahkan, banyak yg berlomba naik pohon Kurma utk menjadi orang pertama yg melihat kedatangan tokoh besar yg di kemudian hari menjadi pengubah dunia terbesar sepanjang sejarah.
Mas Anies yg baik , tentu mas Anies bukan Nabi.
Tetapi sejarah dunia menunjukkan ikhtiar seorang presiden yg cerdas, ikhlas dan visioner, bisa menjadi awal bagi lahirnya persatuan, kemakmuran , keadilan sosial, dan lompatan besar sebuah bangsa.
Presiden AS yg pertama, George Washington, adalah salah satu contohnya. Ah, saya tak usah mengatakan ini, toh mas Anies juga sudah lebih dari tahu.
Yang ingin saya katakan , orang2 yg mendeklarasikan “Anies for President” yakin mas Anies bisa menjadi salah satu Presiden negarawan yg dapat mengurai berbagai masalah dan tantangan bangsa hari ini.
Kasihan, kita sudah merdeka 77 thn, tapi kesejahteraan dan keadilan masih jauh dari mereka.
Mereka masih sama seperti rakyat Mesir yg membangun Piramida atau rakyat Cina yg membangun Tembok Raksasa hanya utk mengejar ambisi pribadi Penguasa yg ingin terlihat perkasa tanpa peduli pd kesengsaraan rakyat . Menyedihkan bukan...???
Tapi bukan hanya itu ! Bangsa ini sedang menghadapi banyak masalah, yg sepertinya tak mampu diatasi Rezim sekarang karena telah terjerat Oligarki yg punya kepentingan berbeda dgn kepentingan Negara dan Rakyat.
Orang2 dari tempat2 jauh pun sudah mendengar bagaimana mas Anies melawan para Oligarki di Jakarta.
Mereka faham mas Anies tidak melarang orang utk menjadi kaya, tapi keadilan sosial harus ditegakkan lebih dahulu.
Biarkan kekayaan didapat dari kerja keras, kejujuran, dan sesuai aturan main, Itu yg mas Anies inginkan bukan ? Itu sebabnya, banyak orang memanggil2 namamu dgn suara parau utk menyelamatkan bahtera Indonesia yg sdg oleng.
Bukan orang memberi tahu, tapi mereka sendiri melihat dgn mata kepala bagaimana mas Anies mengurai benang kusut Jakarta menjadi kota layak huni.
Bahkan, kota cerdas, segar, dan boleh dibanggakan bangsa.
Terpapar keindahan di mana2 yg dapat dinikmati semua orang. Tadinya mereka tak percaya kebobrokan klasik Jakarta bisa diubah menjadi kota yg nyaman.
Apalagi ada yg bilang mas Anies tak melakukan apa2, merusak harmoni warga berbeda agama karena mengusung politik identitas, dan pembohong.
Maafkan mereka yg terlambat memahami mas Anies...
Orang2 culas pada awalnya cukup berhasil menghancurkan pribadi agung sebelum kinerja dan moral mas Anies mengoreksi semua itu.
Bukan main kagetnya mereka ketika tahu mas Anies membangun Jakarta International Stadium dan Sirkuit Balap mobil listrik Formula-E. Amboi, bukankah itu mimpi orang Eropa?
Tapi mata mereka tak dapat berdusta . Baru sekarang mereka tahu bahwa ternyata orang Indonesia pun bisa bermimpi dan mewujudkan mimpinya itu.
Mereka berterima kasih padamu meskipun mas Anies tak membutuhkannya. Ajaib, mas Anies bilang itu hasil kolaborasi banyak pihak utk membagi pujian publik pada banyak orang.
Padahal, sudah menjadi tradisi Pemimpin di negeri ini utk memonopoli pujian bagi diri sendiri meski pada kenyataannya dia tak melakukan apa2.
Saya juga bingung bagaimana pamernya, kan tidak bisa difoto. Pakai infografis dari buku Kabar Gembira dari Jakarta saja ya.
Dalam periode Jan-Mei 2018, ribuan jajaran di Pemprov DKI bekerja keras dan berhasil mengejar tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan warga Jakarta, dari sebelumnya 73% lompat menjadi 98,5%.
Lagi mempelajari visi misi ketiga paslon terkait Teknologi Informasi.
Saya search dulu kata kunci "informasi" di ketiga dokumen PDF. Hasilnya:
Paslon 01: ditemukan di 13 halaman.
Paslon 02: ditemukan di 5 halaman.
Paslon 03: ditemukan di 6 halaman.
Selanjutnya....
... baca dulu. 😊