Nyeritain tiga lelaki tanpa masa depan jelas yg berusaha gagalkan rencana sang ayah buat menikah lagi selepas kematian ibu mereka, film ini bercerita secara liar tak terkendali. Jika mencampur semua genre (dari musikal, melodrama sampe horor) masih terlalu biasa, tunggu sampai kamu melihat kenekatan masukin bloopers sebagai bagian dari adegan ketimbang cuma sempilan bonus di end credits.
Bayangin, ditengah adegan serius saat para karakternya sedang berdiskusi, beradu mulut sengit bahkan nangis-nangis bareng, tiba-tiba salah satu pemain (seringnya sih Ananta Rispo) nyeletuk aneh diluar dialog skrip yg disambut gelak tawa spontan pemain lain... dan ini ditampilkan secara sengaja(!). Sulit buat nggak ngakak karena ketawanya mereka beneran nular.