For those overseas Carat that are coming to Indonesia, please AWARE =
1. KEEP YOUR PHONE = EYELEVEL, I tell you my INA Carat can be nice but they can be fierce as hell so u dont want to mess with them 🫵🏻
2. NO BIG BANNER, NO STUPID HEADPIECE AKA BANDO TUINGTUING (u can google em) , if u do so, probably my INA carat will scold u as well, so behave
3. NO OTHER GROUP LIGHTSTICK PLEASE -) if u dont have lightstick is fine. But dont bring other group lightstick, be respectful to the artist & the fandom
Thankyou!
anyway mau cerita lucu 🤭
kmrn kan sempet ngobrol sm salah satu bosku ttg gyu ke jkt (beliau support i fangirl 10000% 😆) terus aku kasih video pov aku ke arah yg invitation itu, dan ternyata di vid aku tertangkap JELAS ada salah satu org yg beliau kenal & ternyata itu anggota-
eh gue mau ngomongin ini
kemarin sebnernya gue ngebatin "gyu kok kayak lesu sih" secara kita mah tau ya dia gimana kalo konser ato acara yg fans2 aja tuh dia semangat, lari sini lari sana loncat2 😂 gw pikir yaudah mungkin dia cape
tapi trus pas sama fans dia becanda-
The one who made this edit, believe me, you’ve gone through levels of insanity I haven’t even reached 😭😭 but honestly, I can’t blame you… THIS IS MINGYU. MINGYU 😭This is literally gonna be us Carats when they enlist 😭💔
kalau ketemu cuking dijalan, kalau gabisa bantu at least jangan ditendang ya guys cukingnya. mereka kalo laper gabisa ngomong, cuma planga plongo, gabisa bilang kalo lagi sakit juga ☹️
tau silent burnout gak si?
jadi, silent burnout itu dimana keadaan emosi dan mental kita lagi cape cape nya, but you just stay quiet about it dan kita gak pernah yang kayak ngeluh badan sakit karena capek atau mungkin jadi emosi meluap tapi orang yang ngalamin itu kehidupannya tetep berjalan normal tapi hati nya lagi hancur secara perlahan. i think that’s dangerous if we can’t control our emotions.
akibatnya kita jadi lebih gampang nangis karena banyak emosi yang belum di luapin.
Ternyata cara buat ngebalikin motivasi yang hilang akibat burnout bukan dengan liburan mahal, tapi dengan metode ilmiah bernama NSDR (Non-Sleep Deep Rest).
HINDARI RETINOL DALAM BENTUK APAPUN (RETINAL, TRETINOIN, ISO TRETINOIN) KALAU KAMU SEDANG HAMIL ATAU MAU HAMIL.
Kenapa retinoid dilarang saat hamil? Bentuk aktif dari retinol acid berfungsi mengatur ekspresi gen selama embrio berkembang. Masalahnya, kalau sinyal retinoic acid berlebihan, ia bisa mengaktifkan reseptor RAR/RXR secara tidak tepat dan mengacaukan gen perkembangan seperti HOX yang menentukan pola pembentukan tubuh. Akibatnya, proses pembentukan otak, wajah, jantung, telinga, dan organ lainnya bisa terganggu dan menyebabkan cacat bawaan.
aku pernah dibilangin sama temenku, kalo lagi ngerasa kosong / lost spark tuh kuncinya mesti punya CURIOSITY terhadap sesuatu.
dari hal yang simple misalnya tertarik ngulik soal tontonan film atau series, belajar suatu informasi yang baru, atau explore lagi hobby yang sempet ketunda…
tapi paham juga sih, untuk bisa “punya” curiosity ini adalah sebuah privilege… bisa punya banyak waktu luang untuk explore sesuatu aja udah hal yang mewah buatku.
Gue baru sadar hubungan 4 tahun gue harus selesai pas gue terbaring di IGD karena kolaps kerjaan, dan cowok gue cuma ngechat: 'Yang, makan siang aku gimana? Aku bingung cara redeem voucher GoFood yang di akun kamu.' Jam 2 siang, infus masih menggantung, dada gue sesek, dan di saat fisik gue remuk total, fokus utama laki-laki yang udah 4 tahun nemenin gue cuma seputar perutnya sendiri.
Sebagai anak sulung umur 27 tahun yang kerja jadi Senior Marketing Executive di Jakarta, gue terbiasa jadi 'penyelamat'. Nanggung bayaran kuliah adik, kelarin revisi deck jam 2 pagi, sampai ngurusin hal sepele cowok gue—mulai dari bayar listrik kosannya sampai urusan laundry. Gue selalu merasa, untuk bisa dicintai dan dihargai, gue harus terbukti 'berguna' dulu buat semua orang.
Tapi hari itu bener-bener puncaknya. Badan gue gemeteran, vonis dokter bilang gue burnout parah plus asam lambung kronis. Bukannya nanya keadaan gue gimana atau mau nyamperin ke rumah sakit, dia malah minta ditransfer uang kopi karena 'males top up e-wallet sendiri'. Di ranjang IGD yang dingin itu, kepala gue rasanya ditampar kenyataan paling pahit seumur hidup.
Selama 4 tahun ini, gue kira dia manja karena sayang. Ternyata itu weaponized incompetence—dia sengaja berpura-pura nggak bisa dan nggak paham biar gue yang ngerjain semuanya. Dan bodohnya, luka keberhargaan diri gue merespons itu sebagai bentuk kebutuhan. Gue ngerasa dibutuhkan, padahal gue cuma lagi dimanfaatin sama orang yang enggan bertumbuh dewasa.
Sambil nahan perih bekas jarum infus, jari gue gemeteran ngetik balasan: 'Login sendiri. Dan mulai hari ini, belajar ngurus hidup kamu sendiri. Kita selesai.' Dia langsung berondong telfon puluhan kali, panik—bukan karena takut kehilangan gue, tapi karena kehilangan fasilitas gratis yang selama ini gue sediakan atas nama 'cinta'.
Malam itu gue pulang naik Grab sendirian, bawa kantong obat yang berat. Tapi herannya, dada gue rasanya jauh lebih lapang dari biasanya. Gue baru sadar, kita nggak perlu terus-menerus terbukti berguna hanya untuk layak dicintai. Melepaskan orang yang sengaja bertindak tidak berdaya ternyata adalah bentuk tertinggi dari mencintai diri sendiri.
Gue belajar sesuatu dari psikiatris:
Kalau kita tipe yang gampang baper, suka menyendiri pas lagi stress, terus punya sifat perfectionist, tapi di saat yang sama suka nunda-nunda kerja, artinya kemungkinan besar kita punya ‘inner child’ yang terluka dan trauma dari masa kecil. Biasanya muncul karena perasaan ditinggalin, ditolak, atau merasa gak dihargai. ❤️🩹
Ternyata menurut psikologi
kalau cewek tiba-tiba hilang motivasi, cuma pengen tidur terus, udah ga happy ngelakuin hal yang dulu dia suka
rasa lost spark, gampang meledak atau sensitif banget triggered sama hal kecil yang dulunya biasa aja, mulai cuekin diri sendiri, makan ga dijaga tidur kurang
bukan karena dia males ya, tapi mungkin mentalnya udah totally burnout, dia sendiri juga udah ga kenal diri sendiri
jadi please istirahat dulu guys, kalau capek istirahat jangan sampe burnout. ga worth it.
Nemu ini di tiktok dan ini lumayan relate.
Kenapa aku berdoa agar tidak salah pilih pasangan, kenapa aku berdoa semoga di cukupkan rejeki ku agar aku bisa menikah dalam keadaan siap secara psikologis dan finansial.
Sering dapat cemoohan juga kenapa belum nikah dan dianggap pemilih. Cuma udah ga mempan lagi cemoohan sejenis itu:
Dan buat yang nikah muda, ini bukan sebuah ejekan karena apapun itu atas pilihan masing- masing dan pastinya sudah dipikirkan dengan baik pros and cons nya.