Gue slalu percaya kalo one day bakalan sukses & bisa ngejalanin hidup ideal yg udah gue idam-idamkan di kepala selama ini. It’s just a matter of time ❤️
Ngena banget abis baca ini🥹
"You don't need to be a butterfly for everyone. Be a bee, make your own business, make honey, and sting people when it necessary."
@hoteliercrypto Kenapa listing saham US? CZ tau, kalau us stock akan Rungkat dan dana akan langsung mengalir ke crypto. Makanya disediakan wadah di binance agar gampang membeli produk2 crypto. Gak usah di seriusin
Indonesia is taking steps to slow or reverse currency depreciation.
Starting next month, all natural resource exporters are required to deposit 100% of their earnings in state banks.
Private contracts will be replaced by a state agency buying from domestic producers and exporting abroad. The goal is to get a better price, prevent under-invoicing, and get FX directly into state coffers.
I expect other exporting nations to do something similar.
Masih inget kan ya pas Bayern ngebantai abis Barça di UCL sampe skornya 8-2?
Di preseason pertama dia bareng Barça (2022) Lewandowski pernah dikasih pertanyaan ngehe dari seorang jurnalis pas press conference persiapan lawan Juventus.
“Rekan setim anda pada ngingetin ngga pas Bayern nyetak 8 gol ke gawang Barça?”
Sambil senyum-senyum, Lewy jawab: “kita gak ngobrolin itu sih bang. Kayak yg udah gue bilang, itu dah masa lalu, udah lewat, ini chapter baru.”
Empat tahun berlalu, dan Lewy perform banget di Barça. Abistu, awal tahun ini Lewy podcast bareng legend Brasil yg dulu juga main di Barça, Romario.
Di situ dia cerita lagi ke Romario soal tragedi 8-2. Lewy bilang: “Pakde, aku waktu itu ngerasa Barça kayak bukan Barça. Mereka kayak kehilangan sesuatu, bukan Barça yg aku kenal dulu.”
Makanya begitu tau ada tawaran buat gabung tim Catalunya itu, Lewy mau. Dia tau dia bisa bantu Barça kembali ke fitrahnya sebagai klub top. Eh beneran bisa. Keren XD
Sifat sebagian kita itu begini:
Saya pengen mobil seken, saya tanyalah ke temen deket, kemudian dia jawab ada.
Karena teman dekat, kita minta harga yang bagus dong, sedangkan temen deketnya caloin juga berdasarkan asumsi dia seberapa kaya kita, kalau sering hedon di ig, di mark up agak tinggian.
Kita yg merasa percaya sama temen deket, akhirnya beli.
Bahagialah kita dua-duanya, saya dapat harga bagus, temen dapat bisnis.
Kebahagiaan itu bertahan sampai kita tahu ternyata ada harga yg lebih bagus lagi, atau kita tahu untungnya berapa. 😆😆😆😆
Akhirnya memaksa diri mengatakan : “ya ga apalah, orang dagang ya cari untung”
Kemudian selanjutnya dapat pengalaman, dan lambat laun, tipis kepercayaan.
Semua orang mengalami ini, bahkan sebagian orang lebih seneng lihat anak guk-guk daripada lihat temen. 😅
Ini adalah salah satu efek inflasi pembentuk moral kita yang degradasi.
Kalau kita berkecukupan, pasti kita lebih mengutamakan persahabatan daripada uang.
Masalahnya ternyata, kata “cukup” itu mengandung inflasi. Cukup jaman bapak saya beli rumah 200 juta, tidak cukup bagi saya beli rumah dengan gaji 2x lipat bapak saya.
So, teman-teman saya yang masih terjaga hatinya, uang itu jujur, uang membongkar sifat manusia, kalau tidak berterimakasih pada hal kecil, pada uang kecil, maka juga sifatnya tak akan berterimakasih pada hal besar, pada uang besar.
Pelit itu bukan soal kekayaan, saya telah melihat teman saya dari gajinya UMR sampai sekarang triple digit, pelitnya sama, bahkan lebih parah. Semakin banyak uangnya semakin parah pelitnya dan semakin takut kehilangan posisinya, dan semakin serakah terus moralnya semakin degradasi.
Kekayaan adalah tentang diri merasa cukup.
Cukuplah saya punya 1 Bitcoin. 🤣
Gituuuu. Ingat, uang itu jujur, membongkar aib cara orang menghasilkannya.
Bitcoin tak lekang oleh inflasi.
The Waif hated Arya Stark from the moment she arrived at the House of Black and White.
Trained her. Tested her. Hunted her through the streets of Braavos after Jaqen gave her permission to kill her. And chased her into the dark where Arya had spent weeks training blind.
But here is the real question. Was the Waif always going to lose? Or did Jaqen send her after Arya knowing exactly how it would end because he always wanted Arya to become what she became?
Was the Waif a villain who underestimated Arya or was she just the final test Jaqen designed all along?