Dua hari ini jalan2 ke Gedong Kirtya sambil temani Pak Su isi kelas aksara Bali. Ternyata sedang ada Singaraja Literary Festival. Ada yang tahu aku ketemu siapa ajaaa?
Ketika kebebasan pandangan seseorang dipaksakan untuk sama. Prinsip orang atas sesuatu, itu hak dia.
Kenapa kita harus sengotot itu? Apakah di keluargamu gak ada yang mengertimu sampai2 semarah itu dengan prinsip orang?
Bayangin lagi acara keluarga besar pas lebaran, saling sapa. Bapak cium tangan emaknye, bini cium tangan lakinye, ponakan cium tangan uwaknye, bocah bocah bererot cium tangan engkongnye sambil minta THR. Suasana penuh haru, silaturahmi, dan kehangatan.
Eh ada satu pasutri yang keracunan pemikiran sampah, "mari kita bercumbu saja di depan mereka, fuck relasi kuasa" 😂
Love expression aja mesti segala diatur bentuknya gimana, ya terserah masing-masing orang lah!! Yang penting consent dan semua happy, termasuk dalam urusan cium tangan. Ribet amat lu.
Ingat, nikah itu sekali seumur hidup. Kalau dr pacaran udh terlihat red flag, ragu, dan mempersulit hidup jgn ditolerir!
Bodo amat dibilang berkhianat, ga setia, dll smp bikin gosip selingkuh ke semua org (ga ada yg percaya jg sih 🤪). Pokoknya buang jauh-jauh!
“Saya antar dia ke stasiun setiap pagi. Saya rawat dan sayangi dia sepenuh hati. Saya selalu bangga memiliki anak seperti dia. Tapi ternyata jalan yang dia pilih justru membuat saya kecewa.”
Kalimat itu keluar sambil diiringi tangis seorang ayah di hadapan mahasiswa PNJ dan banyak kamera yang menyorot ke arahnya
Dengan kepala tertunduk, ia bersujud dan meminta maaf atas perbuatan anaknya. Pada saat itu, harga diri yang selama ini ia jaga seakan runtuh di depan banyak orang.
Menjadi orang tua di era sekarang memang bukan perkara mudah. Tantangan datang dari berbagai arah, sementara pengaruh lingkungan dan perkembangan zaman bergerak begitu cepat.
Orang tua sering kali berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tetap tidak bisa sepenuhnya mengendalikan pilihan hidup anak-anak mereka.
#intinyadeh Dino Patti Djalal kritik Prabowo yg byk perjalanan ke luar negeri: 1 dr 6 hari selama menjabat ada di luar negeri, terbanyak di antara semua pemimpin dunia.
Saran:
> Lebih andalkan video call/ telefon utk hemat ratusan M dgn hasil yg secara substansi sama
(1/4)
Random midnight thought:
Orang perlu ngerasain pengalaman ketemu orang yg ga cocok dulu sebelum married.
Biar bisa bedain, mana yg cocok, mana yg ngobrol aja susahnya setengah mati.
Biar tau, kecocokan itu penting.
Biar ga zonk seumur hidup.
GAK LUCU dan MENGGANGGU!!
Gue memang bukan ahlinya dan terlepas dari orientasinya, tapi gue melihat video ini sudah mengarah pada pelecehan ke personal trainernya.
Penelitian menunjukkan bahwa 20-30% instruktur fitness pernah mengalami e*ual harassment atau pelecehan seksual dengan kebanyakan pelakunya adalah klien, saat sesi personal training. Pelecehan se*sual berasosiasi signifikan dengan peningkatan gejala depresi, kecemasan, dan gangguan makan.
Jadi sekali lagi, video ini GAK LUCU!
Sumber:
Mathisen (2021). Sexual Harassment in Fitness Instructors: Prevalence, Perpetrators, and Mental Health Correlates.
#intinyadeh skandal fraud oleh sekelompok org Indonesia di konferensi sains internasional.
> Ketauan di ISPPD (konferensi Pneumonia internasional, diadain di Denmark, ribuan peserta)
> Salah seorang presentasi 2 paper dgn 2 nama yg beda. Dia cuma ganti kerudung & nametag
(1/4)
Tau gak bahayanya kasus ini?
Selain nama Indonesia bisa jelek di mata ilmuwan dunia ya.
Tapi pemalsuan data untuk dipresentasikan di forum ilmiah itu dampaknya bisa luas. Mungkin ada researcher lain yang ga tau kalo mereka fake, kemudian kutip penelitian mereka, dan dijadiin bahan praktek/treatment.
Ini tuh semestinya kan bawa data dan temuan ilmiah. Nah bayangin temuan ilmiahnya fake.
Masa' harus nunggu ada yang jadi korban dari orang2 norak yang sekadar pengen keluar negeri gratis sih?
Minimal kemenkes turun tangan sih. Ngejagain marwah keprofesian dan keilmuwan soalnya.
Tips underrated buat orang yang mau nikah:
Pastikan menikah dengan seseorang yang orangtuanya sudah siap anaknya menikah.
Sering denger cerita temen menikah. Terus ortunya kayak masih gak rela anaknya nikah, ngebela2in anaknya terus, kayak ngiket anaknya biar gak pisah rumah, dsb dll dkk dst. Atau melakukan hal2 aneh yang tidak etis pas hari H pernikahan.
Jadi makannya diskursus soal pernikahan, jangan cm berhenti di dua orang yang akan nikah. Tapi juga orangtuanya. Bukan soal, misal, kondisi ekonomi keluarganya. Tapi mentality dan kesiapannya.