DICARI ADMIN SUPPORT (WFH)
Mitra Pasar Seller Indonesia
- Wanita usia 19-45 tahun
- Gaji: Dibayar perhari
- 100% Remote/WFH
- Kerja fleksibel
- Jam kerja: 2-5 jam perhari
Mulai pukul (09.00 - 22.00 WIB)
Pendaftaran terbatas!!
Berminat untuk apply dm/comment
#info#loker#wfh
DICARI ADMIN SUPPORT (WFH)
- Gaji: Perhari
- 100% Remote/WFH
- Jam kerja fleksibel
- MY based company
- Jam kerja:
Setiap (09.00 - 22.00 WIB)
Jika berminat untuk apply dm/comment ya, pastikan akun kamu bisa di-dm
#info#loker#indonesiaopen2026#wfh#freelance#zonauang
siapa tau disela sela kesendirianmu tiba tiba datang laki-laki pinter, punya wawasan yang luas, soft spoken, family man, paham agama, pekerja keras, ga patriaki, ga drama dan ga gila perempuan
aku juga termasuk tim yang percaya banget, kenapa? karna (maaf bukannya mau sombong), tapi aku termasuk lulusan dari ptn terbaik di jogja, cumlaude dengan ipk diatas 3.7, aktif organisasi, aslab dll, dan masih dalam hitungan normal karna lulusnya 4.5 tahun tapi tetep aku TIDAK MENERIMA SATU PUN PANGGILAN KERJA selama 3.5 tahun sejak lulus, BAYANGIN COBA😭💔
Om gue naikin gaji karyawannya Rp2 juta, terus mecat orang itu 3 bulan kemudian. Karyawan lain di tokonya bilang om gue jahat, katanya cuma modus biar orangnya nurut. Gue juga sempet mikir gitu. Terus dia nunjukin catatan penjualan 3 bulan itu ke gue. Dan yang bikin gue kaget bukan angka penjualannya. Tapi apa yang om gue lakuin setelah mecat dia.
Jadi karyawannya namanya Adit, umur 24, udah kerja 1,5 tahun di toko bangunan om gue. Gaji Rp3,5 juta, kerjanya jaga toko sama layanin pembeli. Setahun terakhir om gue ngerasa Adit males. Sering telat, layanin pembeli seadanya, ditanya stok sering gak tau. Om gue mikirnya klasik: mungkin gajinya kurang, makanya gak semangat.
Bulan Maret om gue manggil Adit, naikin gajinya jadi Rp5,5 juta. Naik Rp2 juta sekaligus, tanpa diminta. Cuma dia bilang satu hal, "Om kasih ini karena om percaya kamu bisa lebih." Adit seneng banget, sempet nangis katanya. Om gue pulang hari itu ngerasa udah nyelesain masalah.
Bulan pertama, berubah total. Adit dateng paling pagi, toko rapi, pembeli dilayanin ramah. Penjualan naik dari Rp180 juta jadi Rp205 juta. Om gue seneng, ngerasa tebakannya bener. "Ternyata emang cuma soal gaji," katanya waktu itu.
Bulan kedua, pelan-pelan balik lagi. Dateng jam 9 lewat, pembeli mulai dicuekin, stok gak diapal lagi. Penjualan Rp183 juta. Bulan ketiga lebih parah dari sebelum gajinya naik. Rp171 juta, dan ada 3 pembeli langganan yang komplain. Gaji tetep Rp5,5 juta.
Om gue bilang, di situ dia baru ngerti kesalahannya. "Om kira Adit males. Ternyata Adit gak cocok." Uang bikin orang semangat sebulan dua bulan, terus balik ke aslinya. Kalau orangnya emang gak cocok sama kerjaannya, naikin gaji cuma nunda masalah pake biaya lebih mahal. "Yang om beli 3 bulan kemarin itu bukan perbaikan. Cuma waktu."
Nah ini bagian yang bikin gue diem. Sebelum mecat, om gue ngobrol 2 jam sama Adit. Nanya satu hal yang gak pernah dia tanya selama 1,5 tahun: kamu sebenernya suka bagian mana dari kerjaan ini? Adit jawab, dia gak suka ngadepin pembeli sama sekali. Yang dia suka justru bagian nyusun stok, ngitung barang masuk, rapiin gudang. Kerjaan yang selama ini cuma dikasih sisa waktunya.
Om gue akhirnya jujur. "Kamu gak cocok jaga toko, dan om gak punya posisi gudang penuh waktu di sini." Dia kasih pesangon 2 bulan, terus nelfon 3 temen sesama pemilik usaha yang punya gudang. Dua minggu kemudian Adit keterima di distributor bahan bangunan, bagian admin gudang. Gajinya Rp4,8 juta, lebih kecil dari Rp5,5 juta yang terakhir dia terima. Tapi sekarang udah 8 bulan, dan bosnya baru naikin dia jadi kepala regu.
Gue nanya, kenapa om gue repot-repot nyariin kerjaan buat orang yang dia pecat. Jawabannya nempel banget. "Om yang salah naro dia selama 1,5 tahun, bukan dia yang salah jadi orang." "Kalau om lepas dia gitu aja, dia bakal ngira dirinya karyawan gagal." "Padahal dia cuma lagi di meja yang salah."
Yang gue bawa pulang dari cerita ini dua hal. Buat yang punya usaha, sebelum naikin gaji orang yang performanya turun, tanya dulu dia suka bagian mana dari kerjaannya. Gratis, dan sering lebih nyelesain masalah daripada nambah Rp2 juta. Buat yang lagi kerja dan ngerasa males terus, coba jujur ke diri sendiri: ini beneran males, atau lagi di posisi yang gak cocok? Dua hal itu keliatan mirip dari luar, tapi obatnya beda jauh. Share ke temen lo yang lagi ngerasa gak betah di kerjaannya.
cc : bun.hebat_
Tapi, courage/confidence bukan berarti nekad.
Menurutku, keberanian itu kadang justru bentuknya… bertahan.
✅ Berani menerima kalau sekarang belum mampu.
✅ Berani menunda mimpi bertahun-tahun.
✅ Berani mengambil jalan yang lebih panjang.
✅ Berani mengubah arah ketika rencana awal nggak berhasil.
Konnichiwa, kak!
Terima kasih sudah mampir ke Koryu Space! 💜
Buat teman-teman yang masih bingung lokasi dan jadwal operasionalnya, berikut informasinya.
Lokasi Koryu Space :
Gedung Summitmas 2, lt 1
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61-62, Senayan, Jakarta Selatan
Jam operasional :
Senin-Jumat (tutup akhir pekan dan hari libur nasional)
Pukul 09:30 - 16:30 (break/clear area pukul 12:30 - 13:30)
Gratis! Cukup datang dan registrasi di tempat.
Jika ada event tertentu, kami buka saat weekend dan pastinya akan kami infokan diseluruh akun sosial media The Japan Foundation Jakarta.
kayaknya masih banyak yang belum tau deh kalo di seberang fX Sudirman ada perpustakaan yang bisa dikunjungi umum. namanya Koryu Space, perpustakaan milik The Japan Foundation. tempatnya nyaman dan zen banget.
koleksi bukunya cukup beragam, tapi tentu aja lebih banyak yang berkaitan dengan Jepang. ada koleksi manga juga! terus ada pojok informasi buat kalian yang tertarik cari tahu soal beasiswa dan kesempatan belajar ke Jepang.
Koryu Space buka weekdays pukul 09.30 - 16.30. tapi perlu dicatat, pukul 12.30 - 13.30 perpustakaan tutup sementara dan pengunjung diminta keluar karena jam istirahat.
gak perlu bingung mau ke mana selama sejam itu, kalian bisa sekalian ISHOMA. di gedungnya ada musola dan FamilyMart juga.
📍The Japan Foundation