Salah satu wawancara Federico Barba yg menurutku lumayan underrated dan kayaknya (koreksi kalo salah) hampir nggak pernah diangkat di Indonesia.
Sebelum memutuskan gabung Persib, dia ternyata sempet ngobrol dengan Emil Audero dan Stefano Beltrame buat cari tauu soal klub, sepak bola Indonesia, sampai kehidupan di sini. respon yang dia terima soal Persib dan Indonesia semuanya positif
Padahal saat itu dia masih punya beberapa opsi lain. Tapi Persib yang akhirnya dia pilih karena sejak awal membuatnya merasa dihargai dan benar² diinginkan.
Barba juga menggambarkan Persib sebagai klub "Grande", dia bilang banyak orang di Eropa belum sadar seberapa besar klub ini.
Dia memuji profesionalisme Persib, cara klub memperlakukan pemain dan mengaku Bobotoh selalu membuat pemain merasa dihargai.
Btw, original source-nya berbahasa Italia. yang di slide ini versi english translation.
The biggest red flag isn't Ramon
The club looked at this profile and went, "YEP, THAT'S GOOD ENOUGH FOR US." after years of David da Silva, that's an embarrassing drop in recruitment standards
Forget the goals. we all know his finishing has been poor. the bigger issue starts way before he even gets a shot off
Watch the first touch. watch the ball reception. watch the hold-up play. stop confusing aimless running with good work rate
They're not the same thing
Kayanya udah cukup dulu buat banter banteran Peralta ini, sudah waktunya fokus membentuk tim yang solid
Jangan terlena sama pencapaian semu, dapet Peralta itu bukan tujuan akhir tapi bagian dari proses ke tujuan akhir tersebut
@persib
Diksi “Londo Ireng” itu sebenernya berbau rasisme.
Lucunya, yang paling lantang ngecap jurnalis sebagai “Londo Ireng” justru keturunan langsung dari The Real Londo Ireng-nya.
Buyutnya dulu ikut bantu Belanda lawan Diponegoro.
Apa gak malu?
Beckham turun lay off ke Klok, disusul 3rd man run Eliano. Lanjut terobosan akurat Klok ke Eliano. Eksekusi finishingnya juga sempurna karena Baker terus lari shg cross datar Eliano tinggal tap in. Gol kedua cakep
JIKA TERJADI DI 2029 MAKA SKEMANYA:
Si Adek (Kaesang) main di LEGISLATIF,
Si Kakak (Gibran) di EKSEKUTIF,
Sisa nunggu aktor yang kontrol di YUDIKATIF 😹😹
Maka 'Trias Politica' hanyalah tinggal nama 😹😹🫵🫵