@ammocaris ᅠ
Tatkala Kak Liberty memanggil namanya, Malcolm berdiri dan melangkah ke depan kelas dengan antusias. Ia membawa sebuah mangkuk berisi bulir-bulir gandum yang telah dipersiapkannya. "Nah, teman-teman, coba perhatikan ini," ujarnya sambil mengangkat mangkuk itu.
ᅠ
Pandangannya mengikuti langkah Liberty yang berjalan perlahan melewati bagian depan kelas menuju sisi ruangan. Rowan menegakkan posisi duduknya. Rasa penasarannya mulai muncul.
Ia masih mengingat garis besar materi minggu sebelumnya. Rowan mengangguk pelan. Penjelasan singkat itu cukup membantunya mengingat kembali materi sebelumnya.
“Benar! Minggu lalu kalian berkenalan dengan Botany. Kalian juga membahas perbedaannya dengan Herbology, struktur dasar tumbuhan, dan alasan penyihir perlu mengenal tumbuhan non magis di dunia Muggle.” tambahnya.
“Kali ini, untuk membantu menjelaskan materi hari ini, saya sudah meminta Malcolm menyiapkan sebuah demonstrasi sederhana,” ia bergeser ke arah samping kelas.
“@ItMightEnd, waktu dan tempat dipersilkan,” imbuhnya dengan senyuman.
“Kalau begitu, mari kita lanjutkan pembahasannya. Setelah mengenal tumbuhan itu sendiri, sekarang saatnya melihat bagaimana masyarakat Muggle memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.” sang gadis berjalan ke arah pelan ke arah tempat duduk @darkneght.
“Benar! Minggu lalu kalian berkenalan dengan Botany. Kalian juga membahas perbedaannya dengan Herbology, struktur dasar tumbuhan, dan alasan penyihir perlu mengenal tumbuhan non magis di dunia Muggle.” tambahnya.
“Syukurlah, suasana hati saya juga sedang baik.” Gadis itu tersenyum tipis. “Sebelum kita memulai materi baru, masih ingat ‘kan yang kalian pelajari minggu lalu? Apa saja sih?”
(https://t.co/gJG50ipz4M)
@ProfsThorne Suara langkah kaki terdengar pelan ketika gadis bungsu Prince itu memasuki kelas sambil membawa beberapa pot tanaman dan keranjang kecil berisi hasil panen. Ia meletakkannya di meja, lalu tersenyum kepada para murid. “Selamat malam, teman teman! Bagaimana perasaanmu hari ini?”
ᅠ
Timothy kembali menggendong Puffskein sebelum memasukkannya dengan hati-hati ke dalam koper. “Semoga minggu depan kalian bisa bonding dengan Puffskein kalian masing-masing.”
Ia mengulas senyum kepada seluruh murid. “Great job today, everyone. See you next week! Dengan ucapan itu, Timothy pun mengakhiri kelas tersebut.
ᅠ
ᅠ
Timothy menepukkan kedua tangannya pelan. “Baik, sesi tutorial grooming dan feeding Puffskein malam ini sudah selesai. Terima kasih sudah mengikuti pembelajaran dengan sangat baik.”
“Yang Belum berkesempatan untuk mengajukan diri tadi, jangan khawatir. Karena minggu depan kalian akan melakukan praktik individu bersama Puffskein secara langsung.”
ᅠ