Rekap Lengkap!! Pemecatan, Pergantian Pelatih Manager Entrenador Allenatore Akhir Musim 2025/2026:
❌️ Liam Rosenior Dipecat Chelsea
✅️ Xabi Alonso Ditunjuk Sebagai Penggantinya di Chelsea.
✅️ Andoni Iraola tinggalkan Bournemouth akhir musim ini karena tidak perpanjang kontrak
✅️ Oliver Glassner tinggalkan Crystal Palace akhir musim ini karena ogah perpanjang kontrak
✅️ Pep Guardiola Tinggalkan Man City
✅️ Enzo Maresca Ditunjuk sebagai pelatih Man City
✅️ Michael Carrick ditunjuk sebagai Pelatih Man United
✅️ Jorge Jesus Tinggalkan Al Nassr
❌️ Max Allegri dipecat Milan
✅️ Max Allegri Ditunjuk sebagai Pelatih Napoli
✅️ Antonio Conte Tinggalkan Napoli
✅️ Maurizio Sarri Tinggalkan Lazio
✅️ Vincenzo Italiano Tinggalkan Bologna
✅️ Rafaelle Palladino Tinggalkan Atalanta
✅️ Jose Mourinho ditunjuk sebagai Pelatih Real Madrid
✅️ Alvaro Arbeloa selesai di Real Madrid
✅️Michel Tinggalkan Girona Setelah Degradasi
⏳️Michel Rumor sebagai Pelatih Ajax
✅️Filipe Luiz ditunjuk jadi Pelatih Monaco
✅️ Bojan Hodak tinggalkan Persib
✅️ Igor Tolic jadi Pelatih Persib
⏳️ Mauricio Pochettino dihubungi Milan
⏳️ Fabio Grosso akan menangani Fiorentina
*Silakan ditambahi disini 🫡
[Dikumpulkan dari beberapa sumber di X]
@ardisatriawan@KangManto123 yang kutahu di x kronologinya gini 🤣
prabsky dihujat sering ke luar negeri, dikritik dino, teddy nanggepin dino, prabsky masih dihujat, dadan usul mbg saudi, dadan dihujat, habibur balas kritik dino, habibur dihujat, dadan dicopot, bgn digeledah, dadan diborgol.
Dear laki-laki baca baik tulisan ini yaa..
Menjalin hubungan dengan perempuan yang keuangannya stabil adalah sebuah keberkahan. Saat dia mencintaimu, itu tulus datang dari hati, bukan dari perut yang lapar.
Dia bisa hidup tanpa mu, tapi tetap memilih bersamamu. Setianya lahir dari ketenangan hati, bukan dari ketakutan kehilangan tempat pulang.
Jangan berlindung di balik kalimat “tiba-tiba menghilang itu juga bentuk closure.”
Nggak ada keren-kerennya. Pergi tanpa penjelasan itu bukan solusi, tapi pengecut. Buat gw, itu justru penghinaan terjahat terhadap waktu dan ketulusan yang sudah gw kasih. He shouldn't have done that, apa pun alasannya.
Jujur di usia 26 tahun. Bener-bener udah kerja sembarang aja yang penting dapet uang. Mulai mengubur cita-cita dan mimpi pelan-pelan, sekarang melanjutkan hidup saja dan mencari kemenangan-kemenanagan kecil.
Sesuatu yg bukan untukmu akan selalu menemukan cara untuk pergi, mau kamu jaga sekuat apapun. Bisa lewat sikap yg berubah, jarak yang memanjang, atau rasa yang perlahan hilang tanpa penjelasan.
you'll keep asking why? sampai akhirnya kamu sadar pertanyaan itu bukan buat dicari jawabannya, tapi buat dimengerti maknanya. karena takdir gak pernah salah arah, yg sering keliru itu kita, terlalu lama bertahan di jalan yg sebenarnya bukan tujuan kita.
Yang paling susah dari kehilangan kadang bukan perpisahannya, tapi membiasakan diri dengan semua hal setelahnya. karena ternyata yang pergi bukan cuma orangnya, tapi tentang semua hal kecil yang ikut hilang bersamanya.
Ada lagu yang gak lagi nyaman didengar, ada tempat yang tiba-tiba terasa kosong. Karena pada akhirnya, yang dirindukan bukan cuma orangnya, tapi juga versi hidup kita saat masih bersamanya.
Gue termasuk tim kasih kabar. 😎
Bukan karena posesif, bukan juga karena pengen laporan kegiatan per 15 menit kayak absensi sekolah.
Tapi karena menurut gue, ngasih kabar itu bentuk paling sederhana dari rasa peduli.
"Aku telepon ya nanti." "Aku kabarin kalau udah sampai." "Aku lagi sibuk bentar, nanti chat lagi."
Kalimat-kalimat receh kayak gitu mungkin cuma butuh 5 detik buat diketik, tapi efeknya bisa bikin orang yang nunggu jadi tenang berjam-jam.
Lucunya, banyak orang yang sanggup nonton story 27 orang, scroll timeline 3 jam, bahkan sempet debat sama orang asing di internet, tapi ngirim pesan "aku masih kerja ya" terasa seperti misi NASA.
Menurut gue, kasih kabar itu bukan soal kontrol. Itu soal menghargai waktu dan perasaan orang yang peduli sama kita.
Karena nunggu tanpa kejelasan itu capek. Apalagi kalau yang ditunggu terakhir bilang, "sebentar ya," terus hilangnya lebih lama dari masa jabatan presiden. 😜
Makanya gue selalu nganggep komunikasi itu bukan tentang intensitas, tapi konsistensi.
Lo gak harus chat tiap menit. Tapi kalau ada orang yang sayang dan peduli sama lo, jangan dibiarin nebak-nebak nasib kayak lagi baca ramalan zodiak.
Kalau buat gue, ngasih kabar itu bare minimum.
Kalau kalian gimana? Tim "aku kabarin ya" atau tim "kalau penting juga nanti muncul sendiri"? 😁
“akuu telfon yaa, tenang aja pasti aku kabarin kalo udah selesai”. is a love language.
imo itu bentuk dari rasa peduli dan menghargai terhadap pasangan, satu hal yg pasti yaitu jangan pernah membuat seseorang yg kamu sayang terlalu lama menunggu, apalagi hanya perihal sebuah kabar.
Pada akhirnya hidup bukan lagi tentang “if they want to, they would.”
Tapi lebih kepada “if God has written something for you, it will find its way to you.” at the right time, in the right way.
Karena apa yang memang Tuhan takdirkan untukmu tidak akan pernah benar-benar melewatimu. dan yang bukan untukmu, sekuat apa pun kamu mencoba menggenggamnya, it will never truly stay.
aku sadar betapa tidak pentingnya aku dikehidupan siapapun, bahkan dengan orang yang aku anggap penting sekalipun, aku hanya bagian kecil dari kehidupan mereka, yang jika hilang pun mereka tetap baik-baik saja.
Di buku "Seporsi mie ayam sebelum mati"
Brian khrisna pernah bilang :
Hidup itu paradoks,
Untuk bisa sembuh harus merasakan sakit dulu, untuk bisa kenal bahagia harus pernah sedih dulu.
Dan aku setuju.
Karena hidup memang sering ngajarin kita lewat kehilangan, kecewa, dan hal-hal yang awalnya ingin kita hindari. Tapi justru dari situ, kita belajar menghargai tenang, memahami arti pulang, dan mensyukuri hal-hal kecil yang dulu terasa biasa saja.
Banyakin sabar ya dan sering saling minta maaf dan memaafkan buat both suami dan istri. Jgn lupa selalu bilang terima kasih ke pasangan hal sekecil apapun yg udh dilakuin dia buat kita.
Komunikasi itu penting jd sering2lah ngobrol hal receh sekalipun. Kalo dah punya anak jgn lupa sering couple time berdua jgn sampe engga.
Pasangan tu team mate, bukan bawahan atau atasan kita, jd kudu bisa kerja sama dalam hal apapun. Terakhir, jgn gengsi ngasih apresiasi dan puji pasangan. Semoga samawa pernikahannya jd jodoh dunia akherat. Aamiin.
Guys, Felix Siauw baru ngomong sesuatu di podcast Helmy Yahya yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari seorang ustaz Indonesia dalam waktu lama.
Dan intinya satu kalimat yang langsung dilontarkan:
"Orang Indonesia tidak pernah menjadi Islam."
Bukan karena KTP-nya.
Tapi karena cara berpikirnya.
Masalah pertama
kita salah paham soal tawakal:
Felix kasih contoh yang sangat konkret.
Ada pesantren roboh.
Respons orang Indonesia:
"Qadarullah, ini takdir Allah."
Felix langsung potong:
itu bukan tawakal.
Itu kebodohan yang dibungkus agama.
Karena setiap insinyur teknik sipil yang melihat bangunan tiga lantai dengan pondasi yang salah sudah bisa prediksi itu akan roboh.
Tidak perlu menunggu roboh untuk tahu.
Dan kalau kita sudah tahu sebabnya tapi tidak dikerjakan lalu ketika roboh bilang qadarullah itu bukan pasrah pada Allah.
Itu menyalahkan Allah atas kelalaian kita sendiri.
Rasulullah memakai baju besi
dua lapis di medan perang.
Seorang sahabat tanya kenapa.
Jawabannya sederhana:
karena sebab akibat adalah bentuk tawakal yang sesungguhnya.
Bekerja sekeras mungkin baru serahkan hasilnya.
Masalah kedua
"enggak apa-apa mereka ambil dunia,
yang penting kita akhirat"
Felix bilang dia ingin kritik keras kalimat ini.
Karena logikanya terbalik total.
Cara masuk surga menurut ulama ada empat:
dengan ilmu,
dengan kekuatan,
dengan harta,
atau dengan doa.
Kalau kamu tidak punya ilmu,
tidak punya kekuatan,
tidak punya harta kamu hanya tersisa doa.
Dan kalau kamu bilang "yang penting akhirat" sambil tidak mengerjakan satu pun dari empat jalan itu dengan serius kamu sedang tidak mengejar akhirat.
Kamu sedang memakai akhirat sebagai alasan untuk tidak berusaha.
Rasulullah miskin bukan karena tidak bisa kaya.
Beliau miskin karena memilih memberi semua yang dimiliki kepada yang membutuhkan.
Miskin by choice bukan miskin karena tidak punya pilihan.
"Kalau dunia aja kamu enggak bisa nguasain,
jangan ngomong akhirat.
Akhirat itu lebih susah dari dunia."
Masalah ketiga
tidak ada critical thinking:
Ini yang paling mendasar dan paling merusak menurut Felix.
Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah adalah iqra baca, berpikir, analisa.
Di saat itu bahkan tidak ada buku.
Tidak ada perpustakaan.
Artinya perintah iqra bukan sekadar membaca teks tapi perintah untuk berpikir kritis terhadap segala sesuatu.
Tapi apa yang terjadi di Indonesia?
Pertanyaan dibungkam.
Otoritas tidak boleh diganggu gugat.
Santri yang dilecehkan menerima
karena percaya itu "ritual penyucian."
Orang tua yang anaknya diperlakukan tidak wajar diam karena takut melawan ulama.
Felix bilang ini adalah abuse of authority yang masif dan akarnya adalah ketidakmampuan berpikir kritis yang sudah ditanamkan sejak kecil.
Padahal bahkan Rasulullah sendiri melatih sahabat untuk tidak buta taat.
Ada sahabat yang diperintahkan pemimpinnya masuk ke dalam api sebagai hukuman.
Mereka ragu dan datang bertanya ke Rasulullah.
Jawaban Rasulullah:
"Untung kalian tanya aku.
Kalau kalian masuk,
kalian tidak akan keluar selamanya."
Dari situ keluar hadis:
taatlah kepada makhluk selama tidak bermaksiat kepada Allah.
Artinya Islam dari awal mengajarkan untuk mempertanyakan bahkan otoritas.
Masalah keempat faktor struktural yang sering dilupakan:
Felix tidak hanya menyalahkan internal.
Ada faktor eksternal yang sangat besar yang tidak boleh diabaikan.
Di zaman kolonial Belanda,
ada sistem pembagian kelas berdasarkan akta kelahiran STBL.
Kelas pertama orang Eropa.
Kelas kedua orang Arab, India, Cina.
Kelas ketiga pribumi dan pribumi Muslim ada di posisi paling bawah.
Akta kelahiran itu menentukan siapa yang boleh sekolah di mana, siapa yang boleh masuk restoran mana, siapa yang boleh masuk pemerintahan.
Bukan soal kemampuan tapi soal sistem yang dirancang untuk memastikan satu kelompok tidak bisa mengakses kekayaan dan pengetahuan.
Itulah mengapa sampai hari ini di daftar orang terkaya Indonesia dan dunia dominasi Muslim sangat kecil dibandingkan populasinya.
Ini bukan semata karena etos kerja.
Ini juga karena sistem yang dibangun ratusan tahun untuk menutup akses.
Korelasi yang menarik antara keyakinan dan peradaban:
Felix membawa temuan arkeologi di Gobeklitepe, Turki bangunan berusia 11.000 tahun yang mendahului rumah dan ladang pertanian.
Para arkeolog menyimpulkan bahwa manusia tidak membangun keyakinan setelah perutnya kenyang.
Justru sebaliknya keyakinan dibangun dulu,
baru peradaban lain mengikuti.
Ini membalik teori lama bahwa agama
adalah produk kemakmuran.
Ternyata keyakinan adalah fondasinya.
Tapi ada yang salah kaprah.
Felix memisahkan dengan jelas:
bukan agamanya yang menentukan maju atau mundur suatu bangsa tapi kepedulian.
Romawi maju bukan karena agama tertentu tapi karena mereka peduli pada kotanya,
pada infrastrukturnya, pada warganya.
Ketika kepedulian itu hilang Romawi hancur.
Bukan karena Tuhannya berubah.
Felix menyimpulkan dengan satu pertanyaan keras yang ditujukan kepada dirinya sendiri dan seluruh ulama Indonesia:
"Rasulullah bilang ilmu dicabut dengan wafatnya para ulama. Ketika ulama pergi tanpa meninggalkan warisan berpikir yang benar yang terpilih adalah pemimpin-pemimpin bodoh.
Dan pemimpin bodoh membuat kebijakan bodoh yang menghancurkan umatnya."
Artinya yang paling bertanggung jawab atas kondisi umat bukan politisinya. Bukan penjajahnya. Tapi mereka yang seharusnya mendidik cara berpikir dan memilih untuk tidak melakukannya.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan podcast Helmy Yahya bersama Felix Siauw. Semua pandangan adalah pendapat pribadi narasumber dalam konteks diskusi keagamaan dan peradaban. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi referensi sejarah dan hadis dari sumber primer.