Tai
Lu pd cowo2 kampang kebanyakan ngayal blm aja rasain punya anak cewek, disayang, diafford ini itu, ditreat like princess & her father would give the world for her trus tbtb tukang ngayal kayak lu pd minta anak cewek gua nemenin dr 0?!
I would not! Fight me, dare me, you ass👆🏻
I am, as a man. Melihat 'ditemani dari 0' adalah dicintai sebagai diriku sendiri, dicintai saat dilucuti tanpa power, uang, dan lain sebagainya.
Imaji dicintai pasangan saat tak memiliki apapun sama seperti teman dan orang tua yang selalu ada adalah bentuk cinta yang diimpikan.
@Chelsdays_@Matt_Law_DT Gapapa sih sebetulnya, tapi kalo ngelolanya bener dan timnya pinter kayak Roman.
Lah ini TOLOLLL SEMUA ANJ*NG SE EGHBALI-EGHBALINYA TOLOLLLLLLL
GEDEG BGT TIAP LIAT FOTO DIA BAB*
Imho sebenernya, ada satu faktor lagi sih.
Mengorbit pada periode yang salah.
Medio 2010s itu gelandang asli inggris atau daratan britania raya tuh banyak banget, mulai dari klub papan atas sampe papan bawah punya gelandang-gelandang inggris yg ikonik.
Di tim medioker aja, masih beredar gelandang-gelandang yang notabene juga gak buruk-buruk amat, seperti;
Danny Murphy (Fulham)
Kevin Nolan (Newcastle)
Lee Catermole (Sunderland)
Christ Brunt (WBA)
Karl Henry (Wolves)
James McCarthy (Wigan)
Dean Whitehead (Stoke)
Leon Osman (Everton)
Stuart Holden (Bolton)
Jadinya, bibit-bibit Cobham dan banyak akademi inggris lainnya ketika butuh menit bermain harus dipinjamkan ke tim lower league, sehingga banyak potensi besar yang sayangnya gagal berkembang apalagi setelah masa peminjaman dari lower league yang memang tiap matchnya terkenal lebih physical.
McEachran, Cleverley, Rodwell, dll pada akhirnya gagal untuk memikul ekspektasi yang terlalu besar.
Chance yang agak berbeda di masa sekarang untuk pemain muda, banyak dari mereka bisa tetap merasakan atmosfer Premier League karena tim dari mid & lower table lebih terbuka untuk meminjam bakat dari akademi tim yang lebih besar (Cobham, Carrington, dll)
World Cup tinggal bbrp hari, udah siap?
Biar gampang sortir info dari timeline yg berantakan, Strootsy udah buat list semua account Timnas yg main plus media-media yg aktif beritain.
Cek, bookmark, save ya biar ga lupa ⚡️
https://t.co/eBp4HZ73Ek
@garistengah_id Sebetulnya yg paham ceritanya ya PD. Perpindahan kamera kan atas instruksi PD. Jadi dari kamera 1 ke kamera 2 dst itu atas arahan PD.
Operator tugasnya mengoperasikan kamera, unit kamera yg mana yg take shoot dan object apa ya PD itu otaknya.
Unpopular opinion; Italy emang sangat jelas dicurangi dalam banyak keputusan kontroversial wasit. Tapi fakta bahwa korea can work it out to create chances and scores juga cukup bisa diapresiasi.
‘Dibantu’ wasit, yes, tapi kalau pemainnya juga gak capable untuk menciptakan dan memaksimalkan peluang ya sama aja boong kan ujungnya.
Sebagai fans Chelsea yang udah mulai berdamain dengan keputusan-keputusan kontroversial Tom Henning Ovrebo dilaga melawan Barcelona, gua rasa casenya ini bisa jadi contoh.
Kalau aja beberapa clear chances bisa dimaksimalkan Chelsea, misal, Drogba yang sudah berhadapan dengan Valdes tapi gagal memanfaatkan one on one dan sepakan mentahannya juga gagal dimanfaatkan Malouda yang tendangannya melebar, mungkin berapapun keputusan kontroversial wasit, hasil akhir bisa beda.
Dalam pertandingan sepakbola, keputusan kontroversial pasti ada dan tak terelakkan, namun kegagalan memaksimalkan peluang yang harusnya menjadi gol adalah diluar campur tangan dan bukan kesalahan wasit.
Secara kasat mata, jelas korea sangat diuntungkan oleh keputusan wasit. Namun, fakta bahwa mereka sukses mengkonversi peluang menjadi gol adalah diluar campur tangan ‘bantuan’ wasit itu sendiri.
@Erlin9Haaland_ Trio lini depan Chelsea yang kayaknya sulit buat keulang lagi clinicalnya dalam waktu dekat.
Dan waktu itu David Silva masih OP banget.
Zamannya banyak pemain inceran Chelsea ditikung City wkwkwk (Silva dan Aguero salah duanya)
Banger sihh tp imho kok kayak ada something missing ya kalo jd lagu official.
Kayak ada sesuatu yg kurang gt, aura atau potensi jadi lagu ikonik world cupnya kurang dapet.
Jujur sejauh ini hanya la copa dela vida-nya ricky martin dan waka waka-nya shakira blm ada yg bisa nyetarain efek magis, ikonik, dan timelessnya sih.
Bahkan justru yang mendekati auranya adalah lagu wavin flag-nya knaan dan itu juga lagu unofficial world cup presented by coca cola kan.
Temen ada yg pernah lama kerja di korut, dia blg sebetulnya kita itu banyak kena brainwash media barat. Aslinya emang penduduk korut sangat respek sama pemimpinnya, bukan takut. Dan kehidupan disana jauh dari framing hidup buruk, miskin, dibawah ketakutan seperti yg selalu digambarin media barat mainstream.
Gimana ya, jujur kadang anomali.
Pemain yang gacor di serie A, ketika masuk premier league tiba-tiba bisa melempem, contoh: Crespo.
Bisa sebaliknya, pemain yang dinilai bapuk di premier league, bisa nyetel dan jadi bintang di serie A, contoh: McTominay.
Jadi kalau milan mau gambling, ini High Risk High Gain. Sama seperti yang dilakukan Chelsea ketika memboyong Rudiger dari AS Roma. Gambling dan big win.
😁😁😁
@kolektavaganza Sebelum kita disuguhkan Hazard, sebelum Robben berubah menjadi monster seperti yang ia capai di Muenchen, magis yang kita saksikan tiap minggunya ya terlahir dari sentuhan kaki pria berpostur pas-pasan tapi lincah bagai belut bernama Joe Cole😁
Gol dari Sol Ki Hyun mungkin gak akan tercipta kalau Panucci berhasil melakukan clearance.
Begitu pula dengan gol Ahn Jung Hwan, sudah dimarking Maldini, perbedaan postur juga cukup jauh, tapi yang dapat bola dan berhasil melakukan header justru striker yang berpostur lebih pendek dan dari tim gurem Serie A yang notabene mungkin baru kali ini dia bisa menang duel udara melawan Maldini.
Unpopular opinion; Italy emang sangat jelas dicurangi dalam banyak keputusan kontroversial wasit. Tapi fakta bahwa korea can work it out to create chances and scores juga cukup bisa diapresiasi.
‘Dibantu’ wasit, yes, tapi kalau pemainnya juga gak capable untuk menciptakan dan memaksimalkan peluang ya sama aja boong kan ujungnya.
Sebagai fans Chelsea yang udah mulai berdamain dengan keputusan-keputusan kontroversial Tom Henning Ovrebo dilaga melawan Barcelona, gua rasa casenya ini bisa jadi contoh.
Kalau aja beberapa clear chances bisa dimaksimalkan Chelsea, misal, Drogba yang sudah berhadapan dengan Valdes tapi gagal memanfaatkan one on one dan sepakan mentahannya juga gagal dimanfaatkan Malouda yang tendangannya melebar, mungkin berapapun keputusan kontroversial wasit, hasil akhir bisa beda.
Dalam pertandingan sepakbola, keputusan kontroversial pasti ada dan tak terelakkan, namun kegagalan memaksimalkan peluang yang harusnya menjadi gol adalah diluar campur tangan dan bukan kesalahan wasit.
Secara kasat mata, jelas korea sangat diuntungkan oleh keputusan wasit. Namun, fakta bahwa mereka sukses mengkonversi peluang menjadi gol adalah diluar campur tangan ‘bantuan’ wasit itu sendiri.