@2DRP_AU Kamu tidak sepenuhnya salah. Hadirnya di sana tanpa permisi mungkin akan sedikit mengejutkan. Tak berkomentar sedikit pun soal abu rokok, Aika justru hadir dengan sebatang rokok miliknya yang dibiarkan belum menyala.
"Bolehkah saya pinjam alat pemantik?"
2DAU! Suasana pesta mewah dan elegan di sebuah mansion. Semua orang bersuka cita, namun seorang pemuda berdiri sendirian di depan lukisan besar. Ia tampak gusar dan cemas, sesekali memegang kepalanya seolah ingin segera pergi. Bisakah kamu membantunya keluar dari pesta?
-
@2DimensiMenfess - imbuhnya, "izinkan saya membereskan ini terlebih dulu."
Aika hanya memintamu menunggu sebentar sembari dia merapikan gawainya ke dalam tas.
@2DimensiMenfess Tetapnya berada di sini bukan melulu soal kesedihan dan kerapuhan yang melanda diri. Hanya saja, Aika baru menyadari kalau malam kian larut. Perihal pekerjaan yang hampir sering membuatnya lupa kalau siang bisa berganti menjadi malam.
"Maaf, saya tidak melihat jam," -
Desakan itu semakin cepat. Seolah terlihat akan siap melebur dalam kenikmatan dunia. Aika mengerang hebat. Desah suaranya mengisi ke seisi ruangan meski dia mencoba 'tuk meminimalisirkannya ke dalam bisik.
"..cepat, keluarkan,"
Gadis cantik itu memohon.
2DAU!
Datang menyapa linimasa lantaran ingin menambah pertemanan, mari tinggalkan kalimat atau kata kunci dibawah bila tertarik untuk bercengkrama bersama beserta skala kedekatan. Silahkan hijaukan pula tombol retweet jika ingin saling mengikuti nantinya.
- W- OC
@2DRP_AU "Duh," entah, sudah yang ke berapa kali kamu datang dan perlihatkan wajah dengan luka lebam. Kebohonganmu tampaknya semakin buruk dari yang sebelumnya.
"Kemarin selai stroberi, katamu. Dan sekarang saus tomat?" sambil memejam mata sejenak, dia mendengus, "kemari, biar kuobati."