Bismillahirrahmanirrahim
Saling mengingatkan, InsyaAllah, besok malam Senin, 15 Juni 2026, ba'da Maghrib kita akan memasuki Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 H.
Mari kita muliakan akhir tahun dengan memperbanyak kebaikan, dzikir, dan doa. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita di tahun 1447 H dan memberikan keberkahan di tahun 1448 H yang akan datang.
@i_m_mortal_ GRATIS buat naik TJ, KRL, LRT &
MRT Pakai QRIS Tap Aplikasi ShopeePay
Pastikan memiliki saldo min. 25RB di akun ShopeePay-mu
Promo Diskon 100% s.d. 20RB berlaku untuk 3x/pengguna/ bulan
Setelah 3x selanjutnya Cashback Saldo s/d 3.500
Baca 11x ditengah malam nanti:
“Ya hayyu yaa qoyyum yaa maliquil haqqul mubin”
inksya allah, segala hajatmu untuk rezeki,jodoh,kerja, akan dimudahkan oleh Allah,aamiin.
Selalu amazed banget melihat gmn tubuh kita tuh capable dlm melakukan hal segila ini.
Liat aja, dari yg bersih pink glowing, ususnya berubah jd bercorak tutul macam jaguar begitu 😫🥴😢
Penumpukan pigmen lipofusin kek gini tuh trjd ketika orang pake pencahar yg berlebihan, terutama yg ada kandungan anthraquinone.
@lailadimyati cara yg ampun buat ngilangin asin dari ikan asin itu direndem sama air panas+garem trs di diemin 1/2 jam trs cuci pake air mengalir dijamin ga asin
Asli, THANKS FOR THIS POST… sekarang kemana-mana sering pake outer karna bikin keliatan “makin well dressed & makin pede” pas kerja atau nongkrong 🙂🙏
Bener merubah fashion… bahannya OK juga buat outwear lokal… gak bikin gerah & gak tebel, aman kalau dipake commuting 💯
Kenapa rezeki dia lancar?
kerana dalam setiap doa nya selalu membaca:
Ya Allah, Ya Rahman Yaa Rahim,jadikanlah setiap langkahku adalah ibadah,
setiap usahaku adalah rezeki,
setiap ujianku dijadikan sebagai penghapusan dosa,
karuniakanlah kepadaku rezeki yang melimpah ruah seperti air zam zam yang sentiasa mengalir.
Amalkan
“Inna Fatahna Laka Fatham Mubina” ulang 9kali,
tutup dengan “Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim, kurniakanlah kepada kami rezeki yang tidak disangka-sangka, yang melimpah ruah, yang tak henti-henti seperti air Zamzam yang tidak pernah berhenti mengalir.
Aamiin Ya Rabbal ‘Allamin” setiap pagi lepas Subuh.
PSIKOLOG INGIN SEMUA ORANG TUA PAHAMI INI
1. Saat anak menangis, yang ia butuhkan bukan dimarahi, tapi dipeluk
2. Saat anak merasa takut, ia butuh digenggam, bukan ditinggal
3. Saat anak marah, ia ingin didengarkan, bukan dihakimi
4. Saat anak tantrum, ia butuh ketenangan dari kita, bukan emosi yang ikut meledak
5. Saat anak gagal, ia butuh dihargai usahanya, bukan dibandingkan
6. Saat anak bertanya, ia butuh perhatian penuh dan tatapan kita
7. Saat anak bercerita, ia ingin kita hadir dengan antusias
8. Saat anak melakukan kesalahan, ia butuh arahan, bukan bentakan
9. Saat anak mencari perhatian, seringkali ia hanya butuh waktu kita... bahkan sebentar saja
Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh..
NASA telah membagikan gambar dari Mars.
Jika seseorang tetap berada dalam سجود (sujud) kepada Allah جل جلاله seumur hidup, itu tetap tidak akan cukup sebelum keagungan kekuasaan-Nya yang tak terbatas.
Allah Maha Besar ☝️
Surat Al-Maidah — Ketika Perjanjian Menjadi Fondasi Peradaban**
Al-Maidah adalah surat kelima dalam Al-Qur'an. 120 ayat. Dan ia adalah salah satu surat terakhir yg turun — hampir di penghujung kehidupan Rasulullah SAW.
Maka Al-Maidah bukan surat pembuka. Ia adalah surat penyempurna.
Ia turun ketika Islam sudah tegak, masyarakat Muslim sudah terbentuk, dan Allah ingin memastikan satu hal sebelum risalah ditutup — bahwa peradaban yang dibangun di atas Al-Qur'an harus berdiri di atas *perjanjian yang dijaga.*
Jika kita bedah strukturnya:
Dibuka dengan satu kata yang langsung menghantam: "Aufuu bil-'uqud"— penuhilah perjanjian-perjanjianmu.
Bukan dibuka dengan pujian. Bukan dengan kisah. Tapi dengan perintah — karena seluruh isi Al-Maidah berputar pada satu poros: *komitmen.*
Lalu masuk ke hukum makanan halal dan haram — perjanjian manusia dengan batas-batas yang Allah tetapkan untuk tubuhnya.
Kemudian hukum wudhu dan bersuci — perjanjian manusia dengan kesucian sebelum menghadap Tuhannya.
Lalu kisah Bani Israil yang berulang kali melanggar perjanjian dengan Allah — peringatan bahwa bangsa yang mengkhianati perjanjiannya akan kehilangan keberkahan.
Kemudian hukum hudud — termasuk hukum pencurian — sebagai perjanjian masyarakat untuk melindungi hak milik satu sama lain.
Dan ditutup dengan kisah Isa dan pengikutnya, serta pertanyaan Allah di hari kiamat kepada Isa — *"Apakah kamu menyuruh manusia menyembahmu?"* — penegasan final bahwa perjanjian tauhid tidak boleh dilanggar oleh siapapun.
Yang paling mencengangkan:
Di surat yang penuh dengan hukum dan kewajiban ini, Allah menyisipkan satu ayat yang menjadi landasan *pluralisme Islam* yang sesungguhnya:
"Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Seandainya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja. Tetapi Allah hendak mengujimu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah dalam kebaikan."*
— QS. Al-Maidah: 48
Perbedaan bukan kecelakaan. Bukan kutukan. Bukan ancaman.
Perbedaan adalah *ujian* — dan respons yang benar terhadapnya bukan konflik, bukan penyeragaman, melainkan *fastabiqul khairat* — berlomba-lomba dalam kebaikan.
Kaitan dengan psikologi modern:
Penelitian tentang *trust* — kepercayaan — dalam ilmu psikologi sosial menemukan satu hal yang konsisten: masyarakat yang anggotanya menepati janji secara konsisten memiliki *social capital* yang jauh lebih tinggi, tingkat korupsi yang lebih rendah, dan kesejahteraan kolektif yang lebih baik.
Al-Maidah membangun fondasi itu dari akarnya — bukan dengan regulasi eksternal, tapi dengan keyakinan bahwa setiap perjanjian disaksikan oleh Allah.
Ketika seseorang percaya bahwa Allah melihat, ia tidak butuh CCTV. Tidak butuh pengawas. Tidak butuh sanksi sosial.
Ia menepati janji karena *ia tahu ia tidak pernah benar-benar sendirian.
Yang membuat Al-Maidah melampaui zamannya:
Ayat 8 — yang turun lebih dari 14 abad lalu — adalah salah satu pernyataan paling maju tentang objektivitas hukum yg pernah ada:
"Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah — karena adil itu lebih dekat kepada takwa."
Dalam sistem hukum modern, impartiality — ketidakberpihakan hakim — adalah prinsip yang diperjuangkan selama berabad-abad dan masih sering gagal dipraktikkan.
Al-Qur'an sudah menjadikannya kewajiban spiritual — bukan sekadar etika profesional — sehingga pelanggarannya bukan hanya pelanggaran hukum, tapi pelanggaran terhadap Allah.
Penutup:
Al-Maidah ditutup dengan dialog paling menggetarkan dalam seluruh Al-Qur'an — percakapan di hari kiamat antara Allah dan Isa:
*"Allah berfirman: Ini adalah hari yang paling bermanfaat bagi orang-orang yang jujur karena kejujuran mereka."*
— QS. Al-Maidah: 119
Di akhir segalanya — setelah seluruh sejarah manusia terbentang — yang tersisa hanyalah satu mata uang:
Kejujuran.
Bukan kekayaan. Bukan kekuasaan. Bukan ketenaran.