Ngejaga Mental Health bkn berarti kita harus bahagia terus2an, bkn berarti harus positive vibes only.
Kata partner w yg jebolan psiko, setelah aware soal Mental Health, next step yang perlu dilakuin adlh ngebangun Mental Resilience. Gak gampang jatuh, gak gampang baper, gak gampang sedih.
Krn dunia gak se-happy go lucky itu. Kita akan salah, kita akan ketemu sm org yang nyalahin kita, kita akan sedih, atau membuat org lain sedih.
Jd bkn soal gabole sedihnya, tp belajar utk bs nerima dan balik lagi.
TW : Manipulasi identitas, pelecehan digital
bayangin ada orang yang diem-diem pakai foto kamu, ngaku ke orang-orang kalo kamu istrinya, bahkan bikin cerita kamu lagi hamil… padahal kamu ga pernah punya hubungan apa" sama dia.
MAKASIH BANGETT UDAH SPEAK UP KAKKK...‼️😭
Sama banget aku pun bingung. Padahal gak boleh loh pake nail art atau eyelash pas sholat!🥺 kalian udah PAHAM kan kenapa??😭
now i understand those kakak-kakak mahasiswa tua yang ngerjain apapun selain skripsian.... like damn knp gw udah bersihin kamar 4 kali seminggu ini while not touching that cursed skripsi
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷