Macet gara-gara konvoi emang bikin emosi, sama kayak warga yang kesel kalau kampus kalian lagi ada event besar/wisudaan. Marah itu wajar & valid.
Tapi please, jangan sampai kebablasan merendahkan strata sosial atau bawa isu SARA. Kuliah di tempat yang katanya bagus harusnya minimal bisa bikin mikir.
Ya Allah mugia Andrew Jung atanapi Sergio Castel sore ayeuna ngaluarkeun ajian Batistuta atau Denis Bergkamp. Sareng Kakang ya allah mugia jiga Pavard 🙏
Rasisme adalah isu sensitif yang tidak punya tempat di sepak bola, baik itu tindakan nyata maupun tuduhan tanpa bukti kuat. Marc Klok sudah memberikan klarifikasi yang sangat detail mengenai apa yang sebenarnya diucapkan di lapangan.
Sangat disayangkan jika kesalahpahaman yang sudah selesai antar pemain justru diperpanjang oleh pihak manajemen. Kita butuh lingkungan olahraga yang sehat dan saling menghormati, terlepas dari siapa pemainnya atau apa jabatan manajernya.
Ada momen kontroversi lagi menjelang akhir babak pertama ketika Etam terjatuh di kotak penalti. Tapi reaksi yang tepat ditunjukkan para pemain di babak kedua. Bertarung sampai peluit panjang benar-benar ditiup. 🫡
Harapan itu masih ada, @persib!
Jauh lebih berbahaya pejabat, bukan pengamat, yg tdk sesuai background.Juga, pejabat yg salah data atau nggak pakai data (mis. bilang Aceh sdh pulih). Tanggung jawabnya hukum tuh bkn hanya etik.
Indonesia's forest loss surged by 66% in 2025, hitting its highest rate in eight years, as a result of weak environmental protections and an ambitious food and energy self-sufficiency drive https://t.co/DKJI6RHMLa
Hutan terus digunduli, tetapi rakyat tetap miskin, bahkan makin sengsara. Tanah hilang, air tercemar, dan ketika hujan datang, mereka yang pertama diterjang banjir dan longsor. Dan setelah bencana pun ditelantarkan.
Sementara itu, keuntungan mengalir ke atas. Elit politik dan korporasi memetik laba dari kayu, tambang, dan lahan yang dibuka. Risiko ditinggalkan di desa-desa, di bantaran sungai, di lereng yang gundul.
Ini adalah pola kerusakan berulang, dan makin parah terjadi di rezim otoriter yg kerap meneror masyarakat sipil yg kritis, bahkan menyiramnya dg air keras.