#intinyadeh viral Final Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026.
Peserta jawab, juri blg salah.
Peserta lain jawab yg sama, bener.
Protes: td jawab itu jg. Juri blg nggak.
Host: "dewan juri pastinya kompeten, mungkin perasaan adik2 saja"
Salah satu juri nyalahin artikulasi ybs.
#intinyadeh anggota TNI beli rokok, org warung blg ada tambahan seribu utk admin QRIS.
Anggota TNI gak mau, "saya ini aparat", org warung jelasin klo semua kena. "Emang knp klo aparat?"
Anggota TNI pukul org warung, hancurin warung: pecahin etalase, kulkas, pake tabung gas.
Ternyata kronologi perusakan warung madura oleh oknum TNI AD kemarin tu karena oknum TNI gak mau bayar Admin Qris yg cuma 1000 rupiah waktu beli rokok.
Parahnya lagi oknum TNI tersebut memukul penjaga warung yg seorang WANITA!!
Jijik bgt cuma karena uang 1000 rupiah trus mukul Cewek..🤮
Saya dulu pembaca Tere Liye. Ada beberapa buku yg saya baca, saya paling suka buku Rindu. Bahkan gebetan saya (sekarang jadi istri) saya bawain buku ini sebagai hadiah saat wisudanya.
Setelah berjalan waktu, saya kecewa dengan blio. Ada beberapa pasal:
Buat yg suka mendem emosi/perasaan secara kronis, alias berlama2 mendem, ga diungkapin, dst, punya risiko kematian dini yg lebih tinggi dibandingin yg mampu nyalurin emosinya dg baik 🥺
Kamu tipe yg suka mendem atau nggak? Klo iya? Pls baca utas iniiii 🥺🥺🥺
Shaykh Yusuf al-Makassari (1626–1699), also known as Tāj al-Khalwatīyyah (Crown of the Khalwati Sufi order), was an Indonesian Sufi master who fought against the Dutch occupiers of Indonesia. He was a master in several Sufi orders and wrote about tawhid, inner purification, and living according to Islam. In Indonesia, he waged a guerrilla war in difficult terrain, using small, swift attacks on Dutch colonial positions. After his capture, he was exiled to the Cape, where as a Sufi master he played an important role in the spread of Islam in South Africa.
I am currently reading a fascinating book on him that explores these dimensions of his life in detail.
'ain tuh biar gampang diterima, memahaminya pake konsep gaib, yaitu kita yakini ada krn Nabi yg ngabarin eksistensinya, tp gawajib ngerti hakikat & cara kerjanya.
Klo bisa nerima eksistensi jin, malaikat, surga, neraka, yg sama2 gaib, harusnya mudah jg nerima eksistensi ‘ain.
Ini bahas eksistensinya dulu.
Kita nerima jin itu ada, tanpa kita tau seperti apa wujud jin sebenernya, gmn dunia mereka, dll.
Yg kita tau hanyalah sebatas apa yg wahyu dan Nabi kabarkan pada kita.
Hal2 spekulatif di luar yg dijelasin syariat gaperlu kita yakini.
Berlaku pula utk malaikat, akhirat, termasuk 'ain.
Selanjutnya, pahami 'ain itu sebab, bukan kekuatan independen.
Sesuatu tidak akan bisa memberi manfaat maupun mudharat, kecuali atas izin Allah, termasuk 'ain ini.
Allah bisa aja ngejadiin pandangan tertentu sbg sebab munculnya mudharat, klo Allah menghendaki.
Maka, posisikan ‘ain mirip konsep sebab lain, seperti:
- api membakar krn Allah izinkan,
- obat nyembuhin krn Allah izinkan,
- ‘ain memberi dampak bila Allah izinkan.
Artinya, bukan pandangan/pujian orang lain yg otomatis ngasih 'ain ke kita, tp dampak tsb bisa sampe ke kita jika Allah menghendaki.
Tentang knp Allah menghendaki, kapan Allah menghendaki, bukan urusan kita krn itu di luar kontrol kita.
Yg jelas, Allah sdh bilang kalau Dia mengharamkan diri-Nya berlaku zalim pada hamba2-Nya. Yakini itu aja
Selain itu, gk semua pandangan iri & kagum, otomatis jadi 'ain.
Kita balikin lagi bahwa 'ain itu sebab yg akan dikenakan pada siapapun sesuai yg Allah kehendaki.
Ini menjawab pertanyaan ttg:
- banyak orang iri → belum tentu terjadi apa2
- banyak artis terkenal → belum tentu risiko kena 'ain-nya ikut tinggi jg
Sekali lagi, terserah Allah hehe.
Terus jg jangan jadiin ‘ain sbg penjelasan knp sebuah hal buruk terjadi. Keliru ini.
Misal contoh yg salah:
sakit sedikit → kena ‘ain
gagal usaha → ada yg dengki, kena 'ain
jerawatan → kena pandangan orang, dapet 'ain
Padahal bisa jadi penyebabnya adalah kurang tidur, stres, pola makan buruk, penyakit medis, keputusan buruk, manajemen kacau, dst.
Kesimpulannya:
‘Ain adalah perkara gaib yg nyata menurut syariat; kita mengimani eksistensinya sebatas yg dikabarkan wahyu, memahaminya sbg sebab (bukan kekuatan independen) yg ngasih dampak atas izin Allah, tanpa berlebihan mengaitkan setiap musibah dengan 'ain
Waalahu 'alam
"Mata minus ga boleh olahraga angkat beban & gym?"
Sebenernya mata minus ga serta merta dilarang buat latian beban kak. Yg jd patokan tuh:
- Seberapa gede minusnya?
- Ada masalah retina ga?
- Pake manuver Valsalva ga saat latian?
Bookmark dulu & baca sampe abis yaa, kujelasin
Klaim dibangun antara abad ke-9 hingga ke-11 Masehi ini perlu bukti yang kuat.
Dua penelitian dalam enam tahun terakhir menyimpulkan bahwa makara dan dvārapāla yang ditemukan di situs Adan-Adan dibuat antara abad ke-11 hingga ke-12, yang disebut sebagai ‘periode Kadiri’.
💚 Miris, pengaruh ilmuwan2 muslim jauh lebih fundamental dibanding Edison atau Newton. Tanpa algoritma dan metode ilmiah mereka, dunia modern takkan pernah tegak. Sayang, sejarah mereka seolah sengaja dihapus Barat
I inherited a “Buaya Berenang.”
Well technically two but this one was more presentable.
Also weapon laws is strict as fuck so I gotta smuggle this out of my Grandpa’s hometown
Bahwa pada zaman Hindia-Belanda, penduduk di provinsi ini tidak dianggap sebagai pribumi (inlander), tetapi sebagai warga negara Belanda yang setara dgn ras kulit putih (gelijkgestelden).
Bahkan, sebelum pecah PD2, sempat provinsi ini diwacanakan utk mnjd provinsi ke-12 Belanda.