@thendeavor โ
โ
Dan bagaikan kucing pula, Diana bereaksi. Malah menyandarkan dagunya pada sentuhan @thendeavor.
Kepalanya mengangguk-angguk, "Iya. Jadinya kan aku gak perluโ" Diana berdeham pelan sebelum melanjutkan dalam gumaman pelan, "โcoba move on ke Samuel."
โ
โ
โ
โ
Menolak jadi satu-satunya yang tidak peka di sini. "Tapi kukira cuma sepihak, soalnya kamu kalem-kalem aja, @thendeavor," lanjutnya, lebih menyerupai klarifikasi.
โ
โ
@thendeavor โ
โ
Rautnya mengernyit kecil karena cubitan sang adam, tapi bukan karena tidak suka. Bibirnya pun lagi-lagi mencebik, entah karena pelukan yang dilepas atau karena ucapan lanjutan dari Ezra.
"Aku juga udah naksir kamu dari lama kok!" Balasnya, tak mau kalah.
โ
โ
โ
โ
"Lama banget, masa empat tahun?!" Tanyanya tak percaya, tepat di telinga @thendeavor. Kepalanya menoleh, maniknya jadi lekat menatap fitur wajah sang kekasih dari dekat. Meski alisnya masih menukik, seolah tak percaya pada ungkapan barusan.
โ
โ
โ
โ
Rasanya, tak ingin ia lepas dalam waktu dekat, kalau saja tidak masih di tengah jalan.
Tentu saja ia balas pelukan sang tuan. Dagunya ia tumpu pada bahu Ezra, sukses mengikis jarak antara bibirnya dengan telinga sang tuan.
โ
โ
โ
โ
Percuma juga Diana mengulum bibir guna menahan senyum, karena sedetik kemudian senyumnya langsung merekah begitu cerah. Diikuti gerak tangannya yang membalas uluran tangan @thendeavor, menggenggamnya erat.
"You don't need to ask. I'm all yours."
โ
โ
โ
โ
Ia baru akan membalas, tapi kalimat sang tuan selanjutnya sontak buat Diana lagi-lagi kehilangan kata-kata.
Rasanya jantungnya akan meledak. Bahkan telinga Diana sendiri rasanya sudah pengang mendengar detak jantungnya yang kian keras setiap detiknya.
โ
โ