Gue baru sadar, ternyata selama ini gue terlalu available.
Terlalu gampang di reach, terlalu gampang bilang "iya", terlalu gampang ngasih waktu, tenaga, bahkan space buat orang lain.
temen2, sekali lagi pokoknya kalo ada pejabat publik termasuk presiden atau wapres mendatangi korban terdampak, ke lokasi bencana atau memberikan statement permintaan maaf, itu BARE MINIMUM yaaa. don't be too easily impressed. itu emg bagian dari kewajiban mrk sbg pejabat publik.
Gw benci sama org ibukota yg nganggap bahasa daerah lain itu seolah "kurang sopan" di mata mereka cuma gara2 kyk kasus si ts ini. Trs kalian ini maunya gimana? "Halo ntol" gt tah
Mbak salah, sampeyan salah, manggil lu gw malah dikatain kurang fasih krn lidah jowo, owalah taek
memory lost, susah fokus, rendah diri, skill bersosialisasi bener-bener menurun drastis, dan lu merasa punya luka yang selalu "menganga" di dada lu sampe lu terus-terusan mempertanyakan sebenernya gua kehilangan apa sih sampe bisa begini
coba kalo posisinya dibalik dan hal ini dilakukan oleh demonstran, bahhhh narasinya pasti "pendemo provokatif," "demo anarkis," "provokator anjg." keliatan kan sekarang, siapa yg demen provokasi. rakyat disuruh kritik sopan, giliran pejabatnya ga ada sopan2nya. ahhh sawitzerlandd