Wilayah pendudukan sementara? Negara kami bukan tempat transit. Dan banyak nenek moyang kami yg menjadi Jugun ianfu. Kalian tidak memberikan manfaat apapun pada negara kami. Aku tidak membenci generasi jepang secara sembarangan. Tapi jangan mencoba mengubah sejarah kami
maybe if you guys one day wondering about why asian barely give an effort towards knowing black people history, remember you guys always dictate us how to react to our own history too
Gw sudah banyak bertemu perempuan yang menemani laki-laki dari nol, bahkan minus. Bisa dibilang, laki-laki miskin. Para perempuan ini secara ekonomi jelas jauh berada di atas para laki-laki miskin itu. Beberapa hubungan mereka berhasil. Tak sedikit juga yang gagal.
Dari cerita mereka, apa yang tertulis di gambar ini tidak sepenuhnya benar.
1. Perempuan menyukai laki-laki yang tulus. Tulus di sini tak hanya soal asmara. Tulus menjalani kehidupan, tulus menjadi seorang manusia. Dengan ketulusan, laki-laki jadi bisa memegang teguh komitmen.
2. Perempuan tidak membenci laki-laki miskin. Mereka hanya tidak suka pada laki-laki yang tak mau berusaha dan/atau berusaha seadanya saja. Ini krusial sih. Tak bisa dipungkiri bahwa banyak laki-laki yang merasa nyaman dengan kondisi yang begitu-begitu saja. Tidak ingin ada perubahan menjadi lebih baik. Kalau gw jadi perempuan, gw pun akan berpikiran demikian.
3. Perempuan betul ingin dimanja, diratukan, dihadiahi. Tapi bukan berarti semua hal itu harus yang mewah, harus yang mahal, dan harus setiap hari. Betul, semuanya tetap butuh modal, oleh karena itu kita kembali melirik ke poin 2. Jika tidak ada biayanya, bisa disubstitusi dengan berbagai cara.
4. Kebanyakan laki-laki tidak tulus kok.
5. Perempuan butuh laki-laki yang biaa berkomunikasi dengan baik. Selama ini laki-laki selalu mendapuk diri sebagai makhluk paling logis, tapi ketika dihadapkan pada sebuah masalah, yang pertama dilakukan bukannya berusaha menyelesaikan atau menenangkan keadaan, malah mencari "ketenangan" di luar. This doesn't sit well with me as well.
Gender kita terlalu sering menyalahkan gender seberang untuk kekurangan yang seharusnya bisa kita perbaiki sendiri.
"When it comes to the Scarlet Witch… anything’s possible.”
Sepertinya banyak yang lupa kalau Scarlet Witch adalah Nexus Being, ia memegang kendali mutlak atas realitas itu sendiri, mampu menghapus keberadaan seluruh populasi atau menciptakan dimensi baru hanya lewat satu ucapan.
Scarlet Witch berdiri tegak sebagai entitas kosmik paling mengerikan sekaligus mengagumkan di alam semesta, dengan kekuatan yang benar-benar tidak tertandingi oleh siapa pun. Sihir Chaos Magic yang ia punya itu adalah kemampuan manipulasi realitas tingkat kosmik.
Untuk itu mari kita lihat seberapa OP Scarlet Witch sebenarnya, baik dari apa yang sudah diperlihatkan di MCU maupun dari versi komiknya.
Because when it comes to the Scarlet Witch… anything’s possible. 🔴🧵
Gw pernah sholat di mall PP ada mbak2 make miniskirt dandanan flashy bgt pokoknya sampe bikin gak berhenti ngelirik. Gw ngebatin mbaknya keknya gak bawa mukena.
Ternyata salah besar! Dia bawa kotak bling2 gt ternyata isinya mukena coyy!
Mukenanya mana baguss bgt bukan mukena travel tipis gt tapi beneran mukena kain yg wow bayangin dia bawa2 itu box tenteng bling2 sepanjang mall 🥺
Dan lagii dia sholat qobliyah ba’diyah masha Allah 😭
Emg bener don’t judge the book from its cover. Hubungan manusia sama Tuhannya itu spesial & intimate.
If you've thought Robert Pattinson has had a legendary acting run in 2026, just wait until next week when Marvel Studios announces him as Magneto at D23.
Isn't it crazy?
Spider-Man: Brand New Day became the first and only film to bring together five major characters whose live-action rights are presently & previously held by different studios,
• Spider-Man (Sony)
• Hulk (Universal)
• The Punisher (Netflix/Marvel Television)
• Jean Grey (Fox)
• Yelena Belova (Marvel Studios)
That's a pretty wild milestone in superhero movie history 👀
#SpidermanBrandNewDay
Sebagai perantau, salah satu hal yg gw suka di jakarta adalah lumayan banyak event. Tapi nyari event yang cocok agak susah, gw sendiri baru mulai tahu ada event2 yang gw demen baru pas semester 5 di UI.
Setelah melihat twt mamdani kemaren gw terinspirasi buat versi untuk Jakarta.