Terkadang manusia ada "human error" nya, jadi wajar kalau melakukan kesalahan.
Gue belajar untuk tidak mempersulit hidup orang lain supaya hidup gue juga tidak dipersulit orang lain. Semoga rasa toleransi gue terhadap kesalahan orang lain, bisa membuat orang lain juga menoleransi kesalahan gue di kemudian hari.
Ada seorang anak perempuan yang terbiasa sakit tanpa disembuhkan, terbiasa kecewa tanpa ditenangkan, terbiasa sedih tanpa pelukan. Berbagai episode menyakitkan telah ia lewati, ia diam meski banyak luka yang ingin berbicara, ia tersenyum meskipun di pelupuk penuh dengan air mata.
jangan pernah berharap feedback yg baik dari orang lain, meski kita udah ngasih effort yg lebih. berusaha selalu ada untuk orang lain juga ga menjamin kalo orang lain tersebut bakal nganggep kita. jadi sewajarnya aja, ga usah berlebihan, agar ga terlalu kecewa.