Data ini jadi patokan penting buat menentukan target bantuan sosial (Targeting) biar tepat sasaran.
Nah, kalau dari patokan pengeluaran keluarga per bulan dan aset di atas, kira-kira kamu sekarang lagi berjuang di Desil ke berapa nih? Tetap semangat yah
1
Penasaran masuk kelas ekonomi yang mana menurut standar pemerintah di 2026? Yuk, bedah Sistem Desil (Klasifikasi Kesejahteraan DTSEN) terbaru! Ada 10 kelompok dari yang "Sangat Miskin" sampai "Sangat Kaya". #SistemDesil2026#KelasEkonomi
Desil 10 (Sangat Kaya): Pendapatan > Rp12jt/bulan.
Mereka ini adalah Top 10% populasi! Kondisi: Memiliki berbagai aset properti, serta investasi saham atau bisnis skala besar.
Status: Mandiri.
Desil 9 (Mampu/Kaya): Rp6,5jt - Rp12jt/bulan.
Kondisi: Rumah luas/mewah, mobil lebih dari 1, dan sanggup ngelakuin perjalanan wisata atau punya hobi mahal.
Status: Mandiri.
Desil 8 (Menengah Atas): Rp4jt - Rp6,5jt/bulan.
Kondisi: Punya mobil (tipe low-end), ikut asuransi mandiri, dan mampu biayain pendidikan anak sampai Perguruan Tinggi.
Status: Mandiri.
Desil 7 (Menengah): Rp2,8jt - Rp4jt/bulan.
Kondisi: Punya aset tanah/sawah atau usaha kecil yang stabil. Rumahnya juga udah mulai direnovasi jadi lebih estetik.
Status: Mandiri.
Desil 6 (Menengah): Rp1,8jt - Rp2,8jt/bulan.
Kondisi: Kerja tetap (formal), punya laptop/gadget memadai, mampu akses layanan kesehatan swasta.
Status: Mandiri.
Desil 5 (Menengah Bawah): Rp1,1jt - Rp1,8jt/bulan.
Kondisi: Fisik rumah baik & rapi, ada tabungan kecil, pendidikan anggota keluarga max SMA/SMK.
Status: Non-Bansos Reguler. Di titik ini kamu udah dianggap lepas dari bantuan rutin.
Desil 4 (Rentan Miskin): Rp750rb - Rp1,1jt/bulan.
Kondisi: Rumah layak huni, punya aset dasar (kulkas/mesin cuci), motor lebih dari 1.
Status: Batas Atas Bansos (PBI-JK, PIP). Maksimal banget dapet bantuan di tahap ini.
10/10
Pemerintah lewat Mensesneg Prasetyo Hadi mengklaim menanggapi positif kritikan ini, termasuk adanya Kabinet Bayangan, dan berterima kasih atas masukan tersebut. Namun, masyarakat sipil terus bersiap dan mengawal ketat kebijakan kekuasaan.
1/10
Oposisi di DPR nyaris mati, tapi perlawanan dari luar parlemen makin menyala! 🔥 Gerakan masyarakat sipil kini bersatu merespons kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran. Seperti apa geliat perlawanan ini? Utas
9/10
Gak cuma aktivis, puluhan guru besar juga turun gelanggang! Forum Intelektual Antardisiplin siap merilis “Salemba Berseru: Manifesto tentang Indonesia Kini dan Esok” di TIM pada 13 Agustus 2026. Akademisi mulai merapatkan barisan melawan kebijakan ugal-ugalan.
8/10
Muncul juga ide berani dari Ketua Partai Hijau Indonesia: Masyarakat sipil butuh partai politik sendiri! Bercermin dari suksesnya gerakan anak muda pendiri People’s Party di Thailand dalam melawan rezim yang dipengaruhi militer. Bikin parpol tandingan, mungkinkah?
7/10
Gerakan ini ibarat rasi bintang, menyala tanpa saling meredupkan. Mereka juga terhubung dengan "Kabinet Bayangan" (dibentuk Juli 2026) yang digawangi Feri Amsari, Bhima Yudhistira, dkk sebagai tandingan Kabinet Merah Putih. Perlawanan yang berbasis riset dan data!
6/10
Apalagi, lembaga SMRC baru merilis data mengejutkan! Kepuasan publik terhadap Prabowo anjlok ke 51% (Juli 2026) dari 81,2% (Nov 2025). "Turunnya konsisten," ujar SMRC. Fakta ini bikin optimisme gerakan perlawanan sipil makin menyala. Angka tak bisa bohong.
5/10
Kenapa Jogja jadi pilihan? Jogja dipilih sebagai basis penggodokan gagasan dan strategi karena akar sejarah gerakan intelektualnya yang subur. Sementara itu, Jakarta diposisikan tetap menjadi pusat gerakan demonstrasi jalanan. Pembagian tugas yang strategis!
4/10
Kondisi politik di Senayan memang jomplang. 7 dari 8 partai dukung penguasa. PDIP sisa satu-satunya, itu pun mengaku "penyeimbang" tapi siap dukung program pemerintah. Tanpa oposisi resmi yang kuat, masyarakat sipil terpaksa harus ambil alih peran itu!
3/10
Siapa di balik gerakan ini? Menariknya, ada mantan pejabat era Jokowi yang ikut turun gunung! Ada mantan Menteri ESDM Sudirman Said, eks Deputi KSP Jaleswari Pramodhawardani & Yanuar Nugroho. Mereka mengkonsolidasikan inisiatif masyarakat sipil.