suka banget sama kalimat ini "tidak ada apapun, siapapun, satupun, didunia ini yang sangat ingin bertemu denganmu lima kali dalam sehari, setiap hari menerimamu dalam keadaan apapun, senang, sedih, susah, patah hati, bahkan kecewa, kecuali Allah."
Wahai adik-adikku sayang, membacalah. Seriously, read. History, biography, philosophy... read.
Membacalah, sayang. I cannot stress this enough. Read books. Stop letting AI make a fool out of you.
I'm saying this out of nothing but love. Please. Read.
Kita usahakan menjadi perempuan yang ceria, yang hidupnya penuh rasa syukur, ga memiliki rasa iri dengki & dendam. Yang memiliki prinsip high value, prestasi, goals & ga bergantung kpd laki-laki. Karena ga ada yang lebih indah dari melihat diri sendiri berkembang jadi lebih baik.
Peluk aku hari ini Tuhan, tenangkan pikiranku yang kacau. Redakan badai di dalam dadaku, kalau aku salah bimbing aku pelan-pelan, kalau aku jatuh tarik aku kembali. Kalau aku nggak paham rencanaMu, ajari aku untuk percaya bahwa Engkau tetap pegang kendali.
Nabi Musa bertanya kepada Allah, "Di mana aku mencari-Mu?"
Allah menjawab, "carilah Aku di sisi orang-orang yang hancur hatinya. Aku sangat dekat dengan mereka. Tanpa kehadiran-Ku, mereka pasti akan binasa."
(Imam Ahmad bin Hanbal, al-Zuhd, Kairo: Dar al-Rayyan li al-Turats)
Nabung bisa 5/10/15-ribu per hari.
Sedekah pun sama.
Olahraga bisa 5/10/15 menit per hari.
Zikiran juga sama.
Apapun. Baca buku, nulis, positive-content-creation, sharing ilmu, dll, dst.
Hal-hal baik bisa kita cicil.
Lama-lama jadi banyak dan bermakna.
Apalagi kalau rame-rame.
Belajarlah untuk merespon, bukan bereaksi.
Bijak menyelesaikan, tak terburu menggiring opini adalah kedewasaan sikap adab dan memanusiakan manusia.
Ternyata benar ya, anak² bermain itu
Melatih mengalah-mengolah emosi.
Belajar itu dicicil.