Kadang merasa kurang dalam menuntut ilmu…
ingin tahu banyak hal, tapi justru tidak ada yang benar-benar diamalkan.
Padahal para ulama salaf memberi pelajaran yang dalam:
cukup satu kalimat yang bermanfaat…
lalu diamalkan…
Simak Selengkapnya:
https://t.co/xoo5aAT2Pv
Kisah ironis dan menyesakkan dada ini dialami oleh seorang Guru Besar Universitas Indonesia bernama Profesor Raldi Artono Koestoer.
Melihat tingginya angka kematian bayi prematur dari keluarga miskin yang tidak mampu membayar biaya sewa inkubator rumah sakit yang sangat mahal, ia menggunakan kecerdasannya untuk merakit inkubator bayi portabel berteknologi canggih namun sangat hemat listrik.
Hebatnya, ia sama sekali tidak mengomersialkan alat penopang kehidupan tersebut, melainkan meminjamkannya secara gratis kepada ribuan ibu miskin di berbagai pelosok daerah.
Namun bukannya diberi medali penghargaan atau dana bantuan riset oleh negara, gerakan mulia sang profesor justru mendapat tamparan keras dari sistem birokrasi.
Pada tahun 2016, pemerintah melalui kementerian terkait mendadak menegur dan mencoba menghentikan operasional peminjaman inkubator tersebut.
Alasannya sangat kaku, alat penyelamat nyawa itu dianggap melanggar aturan karena belum memiliki sertifikat izin edar dan Standar Nasional Indonesia layaknya produk alat medis komersial buatan pabrik raksasa.
Tuntutan untuk mengurus perizinan yang memakan biaya sangat mahal dan proses yang rumit tentu tidak masuk akal untuk sebuah proyek amal yang dijalankan secara swadaya.
Ironi menyedihkan ini sempat memancing kemarahan publik secara luas, memperlihatkan bukti nyata bagaimana sebuah inovasi jenius anak bangsa yang murni bergerak untuk misi kemanusiaan justru nyaris dicekik mati oleh aturan kertas di negerinya sendiri.
Makna dan Ibadah Hari Tasyriq
Mulai hari ini masuk 3 hari istimewa dalam setahun… yang haram hukumnya buat kamu puasa, apapun alasannya — bahkan kalau kamu lagi niat mengqadha puasa sekalipun. Malah, ibadah paling utama di hari-hari ini adalah *makan dan minum*!
Itulah *Ayyamut Tasyriq*, yang mulai hari ini… Tapi, nih 3 info menakjubkan tentangnya yang mungkin baru pertama kali kamu tahu:
*1. Rahasia nama “Tasyriq” yang luar biasa*
Kenapa disebut Tasyriq?
Karena dulu para jamaah haji “menasyriqkan” daging kurban mereka, yaitu memotong-motong dan menjemurnya di bawah sinar *matahari* supaya kering dan awet, sebagai cara menyimpan sebelum ada kulkas!
*2. Ada hari agung yang sering kita lupakan: Hari Al-Qarr*
Hari pertama Tasyriq, disebut *Hari Al-Qarr* karena para jamaah haji “qarr” — diam dan menetap di Mina.
Tahu nggak kedudukannya?
Rasulullah ﷺ bersabda: _“Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah Hari Nahar, kemudian Hari Al-Qarr.”_
Banyak yang lalai dari keutamaan besok, padahal ia berada di urutan kedua langsung setelah Hari Raya!
*3. Ibadah di hari-hari ini beda banget*
Nabi ﷺ bersabda: _“Hari-hari Tasyriq adalah hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah.”_
Ibadahmu di hari-hari ini adalah menikmati nikmat Allah, bahagia bersama keluarga, dan membuat lisanmu tak berhenti bertakbir dan berdzikir kepada Allah — dzikir muqayyad setelah shalat, dan dzikir mutlak di setiap waktu.
Jangan biarkan hari-hari agung ini lewat begitu saja seperti hari biasa…
*Makanlah, minumlah, dan bertakbirlah.*