#Gempa Info Gempa Mag:5.9, 12-Sep-26 04:23:56 WIB, Lok: 5.81 LS - 106.56 BT (6 km Timur KEPSERIBU-DKI), Kedlmn: 376 km #BMKG
Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
BARU, FRESH FROM OVEN !!
Perkembangan Aktivitas Gunung Anak Krakatau 7 September 2026, pukul 06.00 WIB
Dengan hormat, dilaporkan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebagai berikut:
Kondisi terkini
Episode erupsi menerus yang berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB telah berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB, setelah berlangsung sekitar 25 jam. Setelah itu, aktivitas kembali berupa erupsi strombolian yang merupakan karakteristik erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini.
Hasil pemantauan
Pada periode 6–7 September 2026 teramati erupsi strombolian dengan kolom erupsi berwarna hitam setinggi maksimum 300 meter di atas puncak. Secara instrumental terekam 3 kali gempa erupsi, 62 kali gempa hembusan, 54 kali gempa harmonik, 174 kali gempa frekuensi rendah, 198 kali gempa hybrid/fase banyak, serta kegempaan vulkanik lainnya.
Energi aktivitas vulkanik berdasarkan nilai RSAM sempat meningkat pada 5 September 2026, kemudian menurun kembali pada 6 September 2026. Data deformasi belum menunjukkan perubahan signifikan yang mengindikasikan peningkatan tekanan secara cepat.
Evaluasi
Berakhirnya erupsi menerus dan kembalinya pola erupsi strombolian untuk sementara diinterpretasikan sebagai berakhirnya satu episode erupsi menerus. Namun, dinamika aktivitas vulkanik masih tinggi dan kemungkinan terjadinya erupsi kembali dalam waktu dekat masih tetap ada.
Potensi bahaya utama berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, awan panas, serta aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.
Status dan rekomendasi
Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, dan pelaku pelayaran tidak diperbolehkan memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.
Masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung diimbau tetap tenang. Aktivitas erupsi saat ini tidak memicu tsunami, sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti informasi resmi dan arahan pemerintah daerah.
Tindak lanjut
Badan Geologi melalui PVMBG terus melakukan pemantauan intensif secara visual dan instrumental. Status serta rekomendasi akan segera dievaluasi apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.
Demikian dilaporkan.
Kepala PVMBG
Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terpantau Meluncur 1.200 Meter ke Barat Daya
Yogyakarta, 2 November 2025 — Gunung Merapi kembali mengalami aktivitas signifikan pada Minggu malam. Berdasarkan informasi resmi dari Badan Geologi, terjadi awan panas guguran pada pukul 20.46 WIB dengan estimasi jarak luncur sekitar 1.200 meter ke arah Barat Daya, amplitudo maksimum 68 mm, dan durasi 111 detik.
Peristiwa tersebut terekam melalui kamera pemantau di Pos Panguk, menunjukkan cahaya pijar dan kolom awan gelap yang bergerak menuruni lereng gunung di tengah kondisi cuaca malam berawan.
Badan Geologi menegaskan bahwa status aktivitas Gunung Merapi saat ini tetap pada Level III (SIAGA). Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada, serta mematuhi seluruh rekomendasi mitigasi yang telah ditetapkan otoritas terkait.
“Tingkat Aktivitas Gunung Merapi saat ini SIAGA (Level III). Tetap patuhi rekomendasi,” demikian keterangan Badan Geologi dalam rilis informasinya.
@kompascom Justru ini masalah utama polisi. Bahkan tak perlu niat jahat untuk mecelakai orang. Semata karena arogan, sok jago, dan merasa paling mewakili hukum.
Ancamannya lebih sistemik.
Sasi tahun iki siso
September, Oktober, November, Desember.
Mugo mugo akhiran "BER" neng tahun iki artine BERkah, BERuntung, BERhasil, BERsyukur, & BERbahagia.
Aamiin
kejadian Keracunan masal program MBG di Mlati Sleman. Korban keracunan ratusan dari siswa hingga pengajar. Korban sudah di bawa ambulan
Semoga lekas sembuh untuk semuanya