Juni 2026, OJK dan BEI bilang : aman, 90% kita akan tetap di emerging market; tidak turun ke Frontier.
Hari ini langsung anjlok ke Stand Alone, di bawah Frontier.
OJK n BEI amat buruk performanya. Gagal melakukan koordinasi terukur dengan MSCI.
Harusnya, OJK dan BEI blak2an saja minta MSCI kasi poin terukur yg harus dilakukan.
Apa salah kami. Apa yg harus kami lakukan. Ini yg sudah kami lakukan. Apakah sudah oke? Jika belum, apa lagi. Minta kriteria yg amat terukur dari MSCI.
Bahkan sebelum pengumuman hari ini, harusnya OJK n BEI paham, berapa kira2 skor akhir dia.
Harusnya kalau paham kriteria yg super spesifik, tak akan terjadi KEJUTAN BESAR seperti hari ini.
Worst case : IHSG akan anjlok 70% dari angka puncak (9000).
Dan butuh waktu 8 - 10 tahun buat recover.
Tragedi paling kelam dalam sejarah pasar modal RI. Ini bahkan lebih buruk dari Krismon 1998 atau Global Crisis 2008.
Dan sedihnya : ini terjadi karena saham gorengan konglo, yang dibiarkan OJK dan BEI selama bertahun2.
Mental korupsi bangsa ini kena batunya saat berhadapan dengan lembaga internasional yg kredibel.
Kepercayaan pasar internasional hancur lebur gara2 mental perampok konglo dan kegoblokan OJK n BEI.
@mr_abcx Gua jg udah menganalisa mereka sejak awal.
Cara mereka menanggapi haters, cara memperlakukan fans, cara memperkenalkan diri mereka sendiri.
Itu Tuh bener2 kek seperti skenario terstruktur supaya fans mereka tuh bela mati2an si bts ini.
Lah kok kalian pada KAGET SIH..
Kalo RUU Perampasan Aset tidak hanya saja menyasar PEJABAT NEGARA. Tapi, seluruh ASET SIPIL?
Wkwkwkw, UDAH GUE BAHAS BRO DARI DULU.
Berikut gue taruh, link postingan gue di bawah ini agar lu semua TAHULAH.
Kalo RUU PERAMPASAN ASET, itu EVIL
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L