Tangis Pilu Ibunda dr. Icha: Perpisahan Terberat Seorang Ibu untuk Anaknya
Testimoni langsung Ibunda Dr. icha:
“Kamu catat, saya anggota dewan komisi 3 yang membawahi kementerian kesehatan bla bla bla……..”
“Saat ini juga saya bisa berhentikan praktek kamu”
“Panggil wartawan”
“Mukanya ditunjuk tunjuk….”
Bayangin suasana suram di IGD tersebut, dan dr. Icha sudah mengaku ke ibunya dalam kondisi sangat ketakutan dan terintimidasi.
"Pidana tambahan pembayaran uang penganti senilai Rp 809 M sekian, apabila tidak dibayar dalam kurun waktu 1 bulan maka harta bendanya akan disita dan dilelang. Jika hartanya tidak mencukupi, diganti dengan hukuman 5 tahun penjara."
Gila, dimiskinkan cuk!
💚 ini suami istri padahal kalo mereka kaga nyemplung ke dunia pólitik gw yakin duitnya tetep masih banyak, gw heran apa lagi yg mereka cari di dunia ini. haus dunia bgt herann
🚨 Berita soal Nadiem Makarim divonis penjara selama 10 tahun oleh putusan Hakim hari ini, sudah mulai tersebar di beberapa International Media 🤟🏻
#RIPJustice#JusticeForNadiem
🚨 PRABOWO MASUK TV KOREA
MTN News Korea, 30 Juni 2026 membahas tentang "kekhawatiran pasar terhadap kebijakan ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto" yang memicu penarikan modal oleh bank-bank global keluar dari Indonesia.
intinya: "KEPERCAYAAN"
anggaran pelatihan calon kopdes 45 juta/orang:
- 30 juta untuk latihan militer
- 15 juta untuk belajar tentang koperasi
total peserta gelombang I:
35.476 orang x 45 jt = 1,59 T. ingat, ini masih gelombang pertama
lama pelatihan 45 hari:
- 30 hari latihan militer
- 15 hari belajar teori koperasi
bayangin, lebih priotitas main militer-militeran daripada mengembangkan kompetensi sebagai manajer
Saking janggalnya mereka engga mau mendengarkan sikap dari Nadiem selaku terdakwa 😿☝️
Yeup, mereka langsung cabut. Sekolah hukum tinggi-tinggi demi melacurkan diri ke penguasa. Melecehkan apa yang sudah mereka pelajari 🥀🥀🥀
#JusticeforNadiem
pendapat Mahfud MD soal Vonis Nadiem:
- Nampaknya memang target
- tapi tidak tahu siapa musuh politik Nadiem
- Saya ikut sedih
- sejak awal sudah menduga vonis seperti ini meski tidak sangka seberat ini
- Jaksa tidak pernah serahkan bukti janji "besok-besok" sampai vonis
- Skenario sudah terbaca dari awal lewat kasus Ibam
- Keyakinan hakim bisa dibeli atau ditekan
- Mahfud curiga ini target politik
- tapi motifnya tidak jelas
GILAAA ternyata biaya pelatihan manajer kopdes ini perorang: 45juta rupiah!!
30juta latihan militer.
15 juta untuk substansi koperasi.
Untuk 30,000 orang jadi 1.35 T!
Dana segini bisa menggratiskan UKT berapa puluh ribu mahasiswa se Indonesia.😢😢😢
semua tuduhan terhadap Nadiem Makarim tidak terbukti.
- tidak terbukti melakukan suap, gratifikasi, dll
- tidak terbukti melakukan intervensi
- tidak terbukti ada aliran dana
- tidak terbukti ada saham di perusahaan laptop
- tidak terbukti ada konflik kepentingan
- tidak ada peristiwa Akab B TO B terhadap PT. Akab & Gojek
- tidak terbukti ada pengadaan
STRESS GILAKk!! sakit hati bangetttt pak nadiem dikriminalisasi 😭😭😭 bisa-bisanya divonis 10 tahun dan denda hampir 1T (yang mana ga sesuai dengan omongan hakim bahwa tidak ada dana mengalir ke Nadiem, tapi tetep kena denda??? WTH)
Tanggal 1 Juli 2026 (besok) InsyaAllah adalah hari terakhir kami bersidang di MK.
Sebelum Indonesia bangkrut & profesi guru punah. Kita menangkan gugatan ini ya. Dan sebelum proyek korup (MBG) ini makin merusak Indonesia diberbagai aspek ✊
Efek MBG libur ke harga bahan pokok :
- Telur biasanya 30k, tembus sampai 21k
- Sawi ijo biasanya 10k jadi 2k per kg
- Labu siam 2k perkilo
- Ayam biasanya 40k, bisa jadi 30k
- Cabe SETAN 100K jadi 35k
- Brokoli 14k perkilo
- Bawang merah sempat naik 80k jadi 33k sekilo
Kalo sudah sebanyak ini manfaar MBG libur,
Apa gak sebaiknya MBG di stop aja guys?
prabowo lagi lagi masuk media asing karena:
- Bank asing pilih cabut daripada ikut agenda Prabowo
- 11,5 triliun rupiah juta ditarik Citigroup, StanChart, HSBC sejak 2024
- OJK diduga lobi bank untuk biayai MBG & Kopdes
- Sebab takut kebijakan Prabowo terlalu dikuasai negara
- Danantara minta pinjaman $10 miliar bank merasa ditekan
- Rupiah melemah makin tidak menarik simpan uang di sini
- Danantara jual obligasi bunga 2% ke konglomerat
- Danantara dikecualikan dari pengawasan pajak & hukum
- danantara tidak pernah rilis laporan keuangan
- analis khawatir jadi sarang uang kotor
Edisi perdana harian Kompas yang terbit pada 28 Juni 1965.
Untuk membendung propaganda PKI melalui Harian Rakjat, Men/Pangad Ahmad Yani meminta rekannya di kabinet, Frans Seda untuk mendirikan koran tandingan.
Frans Seda yang merupakan menteri perkebunan dan tokoh Partai Katolik tersebut kemudian meminta dua orang jurnalis untuk mendirikan koran baru tersebut, mereka adalah P.K. Ojong dan Jakob Oetama.
Mereka mendirikan Yayasan Bentara Rakyat untuk menaungi koran baru tersebut. Nama korannya pun direncanakan Bentara Rakyat. Menggunakan kata rakyat untuk menandingi monopoli PKI terhadap kata rakyat.
Ketika Frans Seda melapor kepada Presiden Soekarno tentang ide mendirikan koran baru tersebut, beliau malah memberikan nama lain, yaitu Kompas. Sebagai penunjuk arah bagi rakyat Indonesia.