What Amorim has done at Sporting is nothing like what Eth did at Ajax. Idk why people keep saying it’s the same.
Amorim is 39. Eth is 54.
For a manager in his 30s to disrupt Porto and Benfica without outspending them?
Amorim will play his way. End of. Eth decided he couldn’t.
Bahaya Oversharing😑❌
Pada Januari 2026, seorang orang tua naik ojol yang dikemudikan oleh pria berinisial MY (32 tahun).
Dalam perjalanan, seperti kebiasaan orang Indonesia yang ramah, mereka mengobrol santai dan tanpa sadar menceritakan bahwa sedang mengurus uang dalam nominal besar.
Informasi itu langsung "dicatat" oleh pelaku yang sedang terlilit utang. Beberapa waktu kemudian, anak korban diculik.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa di era sekarang, oversharing bisa sangat berbahaya.
- Jangan pernah cerita masalah keuangan (apalagi nominal besar) ke orang yang baru dikenal, termasuk ojol.
- Walaupun obrolan terasa ringan, informasi pribadi bisa jadi senjata bagi orang yang berniat jahat.
- Lebih baik obrolan tetap di topik umum dan ringan.
Keamanan bukan hanya soal fisik, tapi juga soal apa yang kita bicarakan. Mesti sadar kalian ya..
Jaga privasimu. Diam itu kadang lebih aman guys🙏
Saking korupsnya, sampe warga ga tau kalo plat nomor kendaraan bisa registrasi sekali saja. Saking korupnya, sampe warga menganggap wajar saja bayar 2x untuk 2 SIM yg berbeda atas nama pengemudi yg sama. Saking korupnya, sampe warga bisa sebodoh itu dan penentu regulasi diam saja
Di dunia calo, ini permainan orang dalem. Ini akal2an orang vendor. Tiket abis diborong mereka semua.
Biasanya tiket itu 30% dijual ke publik, sisanya 70% di titip di calo.
Dan mereka jualnya lebih mahal biar untung berkali-kali lipat. Di konser2 gede, udah biasa banyak mafia tiket kayak gini.
Dan mbak2 yang difoto tsb, dia cuman jualin doang, pelakunya mah ada di atas sambil mantau.
Ini promotornya harus diusut sih, kenapa calo2 tsb bisa dapat jatah tiket sebanyak itu.
Perkara ketua BGN ditangkep mah sbenernya dari kapan tau udh layak ditangkep yaa, nunggu waktu aja emang. Dan kebetulan waktunya pas banget Rupiah 18 ribu per dollar AS
Dulu pernah ada OB yg ketahuan suka nilep makanan anak kantor.
Waktu itu anak-anak kantor resah. Makanan dan cemilan mereka sering hilang. Yang aneh, uang receh di meja malah aman. Jadi pelakunya ini spesialis makanan.
Anak-anak langsung minta bantuan security buat cek CCTV. Ketahuanlah salah satu OB yg selama ini ngambil.
Langsung disidang.
Gw, HR, sama si OB.
HR 👨🏻: “Kamu ngapain ambilin makanan orang?”
OB 👦🏻: “Maaf pak… saya lapar. Saya kan nggak ambil uang pak, saya ambil makanan karena lapar.”
Jujur aja, pas dengar itu gw langsung nggak tega meskipun sebenarnya nggak ada nada penyesalan.
Tapi gw paling nggak kuat kalau dengar orang kurus sampai harus nyuri karena lapar. Rasanya pengen langsung gw daftarin MBG.
Anyway, HR masih lanjut nasihatin.
👨🏻: “Kalau kamu mau, kan bisa minta baik-baik sama yg punya. Kalo yg kasih ikhlas kan jadi halal.”
👦🏻: “Iya pak.”
Nasehat panjang lebar, cuman dijawab “iya pak”, “maaf pak”, “saya lapar pak.”
Sebenarnya surat PHK sudah disiapkan. Tapi mendekati akhir, gw langsung intervensi.
☹️: “Yaudah, jangan diulangi lagi. Ini seharusnya PHK, tapi kali ini saya kasih SP. Jadi masih saya kasih kesempatan. Kalau ketahuan lagi, langsung PHK ya.”
Muka HRD gw uda bete aja karena gw memaafkan maling kue nastarnya dia, apalagi karena wajah oknum OB ini flat-flat aja.
👦🏻: “Terima kasih pak…”
☹️: “Sekarang kamu minta maaf sama teman-teman mu yg pernah kamu ambil makanannya. Nanti ditemenin HR. Biar dosa kamu berkurang.”
Makin ditekuklah muka HRD gw karena gw suruh temenin ngiter, gw biarin aja, biar beneran minta maaf ke semua, biar damai saling memaafkan.
👦🏻: “Baik pak. Kalau gitu saya minta maaf ke bapak dulu. Saya ada ambil indomie bapak.”
😶: “Indomie saya?”
👦🏻: “Iya pak.”
😶: “Saya nggak simpan Indomie…”
👦🏻: “Itu pak… yg tulisan Jepang di lemari samping bapak. Saya penasaran waktu itu.”
Gw langsung curiga.
😀: “Yg bungkusnya panjang-panjang warna-warni?”
👦🏻: “Iya pak.”
😀: “Itu tonkotsu ramen.”
👦🏻: “Iya kali pak, nggak tau saya.”
😂: “Mas… gw cuman nyetok tonkotsu ramen, alias ramen babi.”
😱: “Astaghfirullah…”
😂: “Heh!! Pas maling selow lu. Pas makan babi istighfar.”
Gw yakin banget bukan SP yg bikin dia berubah, tapi tonkotsu ramen gw. 😂
Terima kasih banyak, TVRI. Selayaknya seperti dokumenter Pesta Babi, lewat konten ini lagi-lagi kami disuguhi dokumentasi yang menayangkan fakta, bahwa pejabat negara kita (sangat) goblok dalam memilih prioritas.
pak faiz tadi ditanya audiens: “apa kalimat yang tepat, yang pengin didengerin orang2 yang lagi berduka?”
dijawab: “gak ada. gak perlu. mereka gak butuh itu. diam saja. kalau mau membantunya, pastikan aja kalau kamu selalu ada.”