@ridwankamil tenang aja pak, masa lalu itu bukan cerminan masa depan seseorang kok
kalo kita selalu merujuk ke masa lalu, umar bin khattab harusnya masuk neraka karena pernah mau bunuh nabi, tapi akhirnya jadi salah satu orang yang dijamin masuk surga kan? tapi beda lah ya umar sama anda mah
I agree. I’m grateful for the trust and support many have given me. But no person or leader is without flaws, least of all a politician. Every decision won’t please everyone, which is why our voices, your voices, matter.
I have always welcome scrutiny and criticism, and will continue to do so. Please help keep me grounded, accountable, on the right path, and remind me to serve our democracy with integrity. Thank you!
PDI Perjuangan Jakarta Buka Posko Pengaduan Korban Pencatutan KTP oleh Dharma-Kun.
"Kita sedang menggalang pengaduan dan sedang membuka posko pengaduan secara fisik maupun online," ujar Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Rio Sambodo, Sabtu (17/8/2024).
Rio, yang menyebut KTP miliknya juga dicatut, mengatakan akan mengadu kepada Bawaslu terkait temuan itu. Dia menilai pencatutan ini sudah meresahkan.
"Langkah pengaduan pasti akan ditempuh sebagai langkah untuk menjaga marwah demokrasi dalam perhelatan Pemilukada 2024 di Jakarta. Selain langkah dalam ranah DPRD kepada pihak terkait sebagai upaya menindaklanjuti keresahan warga yang namanya dicatut dan tercatut," katanya.
Rio meminta agar pasangan tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai calon independen di Pilgub DKI Jakarta. Diketahui, syarat menjadi calon independen adalah harus mendapat dukungan dari 618.968 warga Jakarta.
"Jika terbukti sengaja dan bersifat TSM (terstruktur, sistematis, dan masif), tentu harus ada tindakan yang salah satunya diskualifikasi," ujarnya.
#PDIPerjuangan
#MenangkanRakyat
#SatyamEvaJayate
#KebenaranPastiMenang
#SolidBergerak
X, we REALLY need your help.
Kenalin, kita Kancatala Ensemble, paduan suara di Jakarta yang basisnya edukasi. Prinsipnya, kita tidak ikut kompetisi, tapi kita ngajak kamu semua untuk ikut nyanyi.
Kita…dihadapkan sama satu masalah.
@ridwanhr Gw awalnya ga percaya kerasukan, ga make sense. Sampe temen gw yg orang Sumatra tulen kerasukan dan mulai ngomong pake bahasa sunda komat kamit panjang lebar sambil kayang.
Fixed. Perkara ghoib!
Teman-teman, saya butuh bantuan.
Saya perlu mencarikan rumah baru/adopter untuk kucing kesayangan saya, Kimmy.
Rangkaian tweet ini saya bikin betul-betul karena tidak ada pilihan lain demi memastikan kesejahteraan dan kesehatan Kimmy.
Sialan. Kenapa video iklan judi online nongol melulu sih. Ada cara lain gak selain unfollow akun2 utamanya. Atau ya opsinya cuma unfollow. Kadang gak follow, tapi ya tetap dapat rekomendasi iklan itu melulu klo versi beranda "untuk anda".
MERESAHKAN...
Di meeting2 saya dgn brand2, saya paling malas dengan mereka yang menganggap audience itu sudah final, “Odiens itu bodoh, jadi kasih yang bodoh2 aja. Mereka kaga ngerti elu kasih yang ketinggian!”
Dan tentu sebaliknya, saya paling suka bertemu dengan klien2 yang berkata, “Insight musti tajem, sesuatu yang mereka bisa relate, something’s that real. Eksekusi jg musti bagus banget.”
“Inget,”
“orang2 ini kaga bego.”
Ngerjain yang kedua, tentu jauh lebih sulit. Jangan ditanya. Jungkir balik. Belum lagi pertaruhannya tinggi, karena kemungkinan gagal jadi besar sekali.
Tapi kalau berhasil menemukannya, dan melewati proses kerja keras yang mengikutinya, hasilnya selalu sangat membanggakan hati.
Kita bisa berkata dengan puas,
“See? I knew you guys weren’t stoopid.”
🥰
Saya rasa di awal perjalanan kampanyenya yang panjang ini, Mas @aniesbaswedan juga sedang melakukan taruhan yang sama.
Dia bertaruh, bahwa rakyat Indonesia, tidaklah bodoh.
Cukup sudah pemilu dengan jalur kaos dan amplop dan intimidasi dan joget2an. Cukup menganggap rakyat pemilih hanyalah orang2 dangkal yang tidak mengerti apa-apa. Cukup melihat pemilih cuma tangan-tangan dan kepala-kepala untuk diamplopi dan ditakuti.
Kalau saya boleh bilang bahwa saya mengenal beliau, saya akan mengira bahwa semua acara #DesakAnies adalah cara dia membuktikan taruhannya.
Panggung demi panggung, kota demi kota. “Bisa, pasti bisa,” begitu mungkin batinnya setiap melangkahkan kaki naik ke panggung.
Dia mau membuktikan bahwa masyarakat bisa mendengar gagasan dan visi, bisa kritis, bisa diajak berpikir.
Bahwa khalayak bisa mengecek rekam jejak, bisa merasakan sendiri karakter pemimpin mana yang akan mereka pilih.
Dan bahwa rakyat bisa bergerak untuk apa yang mereka yakini, karena politik adalah aspirasi dan gerakan dan kerelawanan.
It’s a really, really huge bet.
Tapi, baik menang atau kalah di pemilu 2024, paling nggak saya rasa, dia sudah merasa menang di pertaruhan yang ini.
Dia sudah bangga, sudah lega. Phew, katanya.
Menonton video di bawah ini, saya berkhayal bahwa sambil dia bernyanyi lantang, sambil tangan mengepal-ngepal terangkat ke langit, dia sedang berbisik haru di dalam hatinya,
“Kan?”
“Aku tahu, kalian tidak bodoh.”
❤️💪🏼🔥