Gue tadi nonton podcast Wendi Cagur sama Adhika Pratama, terus ada cerita dari Arief Didu yang lumayan nyangkut di kepala
Katanya dulu waktu masih baru di dunia film, dia liat Dian Sastro lagi ambil makan di prasmanan. Ya udah dia ikut ambil juga karena ngira emang semua makan di sana
Eh ternyata malah diteriakin sama kru. Katanya makanan itu bukan buat dia dan dia disuruh ambil nasi kotak
Entah kenapa gue ngerasa sedih aja dengernya. Bukan soal prasmanan atau nasi kotaknya. Tapi karena orang yang baru masuk industri malah dapet pengalaman kayak gitu. Padahal tinggal bilang baik-baik juga pasti ngerti
Makanya gue gak heran kalo PH Imajinari sering banget dipuji sama pemain maupun kru. Dari banyak cerita yang beredar, mereka bikin semua orang punya hak yang sama di lokasi syuting. Makan di tempat yang sama, menu yang sama, fasilitasnya juga sama-sama bisa dinikmati. Katanya makanannya enak, ada barista, dan jam kerja juga lebih manusiawi
Hal-hal kecil kayak gini ternyata bikin orang merasa dihargai. Dan menurut gue, rasa dihargai itu gak kalah penting dibanding budget produksi yang besar
Respek buat Ernest Prakasa sama Dipa Andika. Semoga makin banyak PH yang punya budaya kerja kayak gini
Adik gue resign dari kerjaan pertamanya di bulan ketiga.
Gaji Rp5,8 juta, kantor bagus, atasannya baik.
Bokap gue marah besar, katanya anak zaman sekarang gak tahan banting.
Malemnya dia nunjukin satu foto ke gue, foto papan tulis di ruang meeting. Isinya cuma daftar nama sama angka.
Habis liat itu, gue yang bantuin dia ngomong ke bokap.
@blondq Setuju banget, berani bilang “tidak” di dunia kerja itu penting banget
Lebih baik kelihatan “tahu batas” daripada kelihatan bisa diandalkan tapi sebenernya malah diperalat 😅
Langsung aja kepoin websitenya di
https://t.co/n2wpj1PVwf
Job yang tersedia mulai dari AI, Marketing, Customer Service, Programming, etc
Selamat mencari dollar teman teman👀
Biar pada ga kena SCAM lagi!! ini 10 Website Terpercaya untuk cari Kerja Freelance & Remote!!
1. LinkedIn Jobs
🔗 https://t.co/bykbbuO4Fq
Platform lowongan kerja terbesar yang memungkinkan kamu mencari posisi freelance, remote, contract, part-time, hingga full-time langsung dari perusahaan dan recruiter.
2. Indeed
🔗 https://t.co/x4r8Bur7Ef
Mesin pencari lowongan kerja yang mengumpulkan jutaan lowongan dari berbagai perusahaan di seluruh dunia, termasuk pekerjaan remote.
3. We Work Remotely
🔗 https://t.co/3ehFjAjeEC
Salah satu job board remote terbesar dengan ribuan lowongan dari perusahaan internasional di berbagai bidang.
4. Remote OK
🔗 https://t.co/vld1zp7ifQ
Website khusus lowongan remote dengan kategori seperti AI, software, desain, marketing, customer support, hingga penulisan.
5. Wellfound
🔗 https://t.co/iwITHdiL3c
Fokus pada lowongan dari startup. Cocok untuk mencari pekerjaan remote, kontrak, maupun freelance.
6. Remotive
🔗 https://t.co/oehcHzlTD9
Menyediakan lowongan remote yang diperbarui secara rutin dari perusahaan di berbagai negara.
7. Himalayas
🔗 https://t.co/k4QJVevZui
Platform pencarian kerja remote dengan filter berdasarkan gaji, lokasi, jenis pekerjaan, dan tingkat pengalaman.
8. FlexJobs
🔗 https://t.co/qCEQ80mlek
Berfokus pada lowongan remote dan kerja fleksibel yang telah melalui proses kurasi untuk membantu mengurangi lowongan palsu. Sebagian fitur memerlukan langganan.
9. JustRemote
🔗 https://t.co/u2S0dBDwqh
Menyediakan berbagai lowongan remote internasional, mulai dari freelance hingga posisi tetap.
10. Jobgether
🔗 https://t.co/ls1hHt2NVW
Platform yang mengumpulkan lowongan remote dari berbagai perusahaan dan membantu mencocokkan pekerjaan dengan profil kandidat.
Note : Platform-platform di atas memiliki reputasi yang baik, tetapi tetap lakukan riset pada perusahaan yang memasang lowongan sebelum melamar. Hindari lowongan yang meminta biaya pendaftaran atau pembayaran selama proses rekrutmen.
#freelance #remote
Disclaimer penting.
Belakangan ini cukup banyak contributor yang akunnya terkena suspend atau dinonaktifkan. Penyebabnya bisa berbeda-beda di setiap kasus, jadi tidak selalu karena satu alasan yang sama.
Kalau akunmu sudah dinonaktifkan, jangan langsung membuat akun baru menggunakan identitas yang sama (KTP, SIM, paspor, atau data pribadi lainnya). Biasanya sistem akan mendeteksi data tersebut karena setiap identitas hanya bisa digunakan untuk satu akun, sehingga akun baru juga berisiko dinonaktifkan.
Kalau mengalami hal seperti ini, sebaiknya ikuti proses banding atau hubungi tim support https://t.co/P16fWHL3fj terlebih dahulu daripada mencoba membuat akun baru. Semoga ke depannya situasi ini segera membaik dan lebih banyak orang bisa kembali mendapatkan kesempatan mengerjakan project.
Kalau masih ada yang pengen ditanyain soal https://t.co/P16fWHL3fj, tulis aja di kolom komentar atau DM aku. Kalau aku tahu jawabannya berdasarkan pengalamanku, nanti bakal aku bantu jelasin.
Yg lagi rame di threads.
1. Seorang istri supervisor di suatu perusahaan posting tentang chat seorang bawahan suaminya ke suaminya yg dianggap kurang sopan.
2. Rame sampe kantor suaminya. Banyak yg speak up hingga teman2 kantornya.
3. Si istri akhirnya minta maaf karena dugaan fitnah tersebut.
Ini model istri yg bisa bikin karir suami nyungsep sih. Mosok manggil “mas” ke suaminya dianggap ga sopan dan menggoda. Trus enaknya dipanggil apa? 🤣
Semalam aku beliin anakku PS5.
Dia main sejam. Terus ngantuk dan tidur.
Aku matiin lampu kamarnya, nutup pintunya pelan-pelan, lalu balik ke ruang tamu.
Aku duduk sendirian, lihatin kotak PS5 yang belum kubuang.
Dan aku nangis.
Malam itu aku sadar, ada bocah 10 tahun di dalam diriku yang belum pernah kuajak ngobrol.
Single to single:
Menikahlah dengan orang yang paham konsep keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
- Sakinah: Bikin kamu tenang saat pulang. Ada damai, saling menghargai, terbuka, dan jujur.
- Mawaddah: Bawaannya pengen bareng terus. Ada rasa sayang tulus yg bikin harmonis.
- Warahmah: Punya empati. Saling menjaga dan menguatkan.
Kalo kata gue sih, warahmah nih yg paling menantang 🙏🏻
Yang gue ga nyangka dari investigasi Tempo.
Ada nama Dedi Mulyadi, coy!
Jadi kabarnya, Kapolri itu mau diusulkan diganti sama Komjen Karyoto gara-gara ribut Jampidsus ini.
Ternyata Komjen Karyoto ini besannya KDM. Presiden khawatir kalau dia yang naik, loyalitasnya akan mengarah ke KDM.
Wuih ga nyangka. Ternyata, KDM punya jejaring keluarga di kepolisian.
Ini juga menunjukkan bahwa Presiden sudah memperhitungkan popularitas KDM.
Dan menurut gue pribadi, ini juga menunjukkan bahwa para elit melihat potensi KDM untuk menjadi salah satu cawapres pada 2029.
Hal ini karena popularitasnya yang tinggi di Jawa Barat dan efek kontennya yang sering berinteraksi dengan rakyat.
FOTO 1 : Pemprov Jawa Barat
FOTO 2: Wikimedia
Wuih, gila sih ini investigasinya.
Kelen harus nonton Bocor Alus Tempo soal Jampidsus!
Gue tambahkan info-info menarik. Menurut Tempo:
Pertama, Presiden dikabarkan marah besar kepada Kapolri karena penggeledahan itu.
Kapolri sampai minta maaf dan menjelaskan kalau dikasih tahu, info penggeledahan akan bocor.
Kedua, kabarnya, apa yang dilakukan Kapolri dianggap pembangkangan.
Muncul wacana agar Kapolri diganti dengan Komjen Karyoto dari Jenderal SS.
Ketiga, Presiden dikabarkan ragu dengan Komjen Karyoto. Itu karena dia BESANNYA KDM.
Presiden khawatir kalau loyalitas Karyoto akan mengarah pada KDM, bukan untuk dirinya.
Keempat, ada info bahwa ketika rapat internal di Widya Chandra, ada laporan penebalan pasukan.
Ini bikin Prabowo khawatir dan menuding, "Kalian mau sabotase pemerintahan saya?" Polisi akhirnya menjelaskan kalau mereka ga mungkin menjatuhkan presiden.
Kelima, ada dugaan lobi-lobi agar Febrie tidak jadi tersangka.
Kompensasinya, Febrie mundur dari Jampidsus dan emas 74 kg itu diklaim bukan miliknya. Dua pengusaha dikontak agar mengaku bahwa emas 74 kg itu miliknya.
FOTO: Screenshot YouTube Bocor Alus Tempo.
ada dugaan alasan pegawai PU tidak berani bicara/protes kelakuan menteri PU:
-menteri satu ini dianggap sangat berkuasa ("power") di internal kementerian
- mutasi bisa terjadi cepat & mendadak,
- bahkan di hari yang sama
- pejabat eselon 1-3 pun bisa kena mutasi sewaktu-waktu
- ada contoh nyata: direktur yang dianggap membela stafnya (kritik MBG) dimutasi ke papua & diturunkan jabatan
- 8 pegawai lain juga dimutasi ke daerah terpencil, terkait kasus surat bocor
- meski pelaku aslinya belum ditemukan
- efeknya: pegawai memilih diam karena takut jadi sasaran mutasi berikutnya
Dulu aku pernah bilang ke mamaku,
"Ma, kenapa ya kadang suami orang kelihatan lebih menarik?"
Mama nggak marah, nggak nge-judge. Beliau cuma bilang,
"Wajar kalau kamu mengagumi. Banyak dari mereka terlihat rapi, dewasa, dan terurus karena ada istri yang merawat rumah, pakaian, dan kebutuhannya. Tapi ingat, jangan pernah menikmati hasil perjuangan perempuan lain."
Lalu mama menutup dengan kalimat yang sampai sekarang masih kuingat,
"Kalau nanti kamu menikah, fokus aja bangun laki-lakimu sendiri. Rawat rumah tanggamu, saling dukung, biar dia juga tumbuh jadi versi terbaiknya."
Menurutku, mengagumi itu manusiawi. Yang penting tahu batas dan tidak melangkah ke arah yang merugikan orang lain.
🚨 Meet Ibu Irma Hermawati — Istri dari Menteri PU, Papi Dody Hanggodo.
Ga suami, ngga istri, gila hormat. Suka nyusahin. Even masalah garpu sendok harus yg "khusus".
GONG nya lagi mau naik gunung tapi Mami Irma gamau capek, harus naik helikopter 😭🤣
Teman gue cicil rumah Rp 2 juta per bulan.
Teman satunya sewa rumah Rp 2 juta per bulan.
Uang yang keluar sama persis tiap bulan. 10 tahun kemudian gue ketemu dua-duanya. Bedanya bikin gue diem lama banget. 😭
Yang cicil rumah. KPR 20 tahun. Bunga 8% per tahun. Cicilan Rp 2 juta per bulan. Rumah tipe 36 di pinggiran kota. 10 tahun berjalan. Total yang udah dibayar: Rp 240 juta. Nilai rumahnya sekarang: Rp 420 juta.
Yang sewa rumah. Kontrak tahunan. Rp 24 juta per tahun. Sama persis Rp 2 juta per bulan. 10 tahun berjalan. Total yang udah dibayar: Rp 240 juta. Nilai aset yang dia punya dari uang itu: Rp 0.
Gue hitung lebih detail. Yang cicil: Udah bayar Rp 240 juta dalam 10 tahun. Sisa cicilan 10 tahun lagi: Rp 240 juta. Tapi nilai rumahnya sekarang Rp 420 juta. Kalau dijual sekarang: Rp 420 juta dikurangi sisa hutang Rp 240 juta = Rp 180 juta di tangan. Dari nol. Dalam 10 tahun.
Yang sewa: Udah bayar Rp 240 juta dalam 10 tahun. Tahun ke-11 harga sewanya naik. Pemilik rumah minta Rp 2,8 juta per bulan. Dia nggak bisa nolak. Atau pindah. Pindah artinya biaya baru lagi. Uang Rp 240 juta yang udah keluar? Nggak ada bekasnya. Nggak ada asetnya. Nggak ada nilainya.
Yang paling nyesek dari cerita yang sewa. Bukan soal uangnya ilang. Tapi soal rasa. 10 tahun dia tinggal di sana. Ngecat tembok. Tanam tanaman di depan. Pasang rak di dapur. Tahun ke-11 pemiliknya nggak perpanjang kontrak. "Saya mau ditinggalin anak saya." 2 minggu dia harus keluar. Dari rumah yang 10 tahun dia anggap rumahnya sendiri.
Gue nggak bilang sewa itu salah. Ada situasi di mana sewa itu keputusan yang masuk akal. Kerja di kota yang belum pasti jangka panjang. Belum ada dana DP yang cukup. Masih dalam fase hidup yang banyak berubah. Tapi kalau lo udah settle di satu kota. Udah punya pekerjaan yang stabil. Dan pengeluaran sewa lo Rp 2 juta per bulan. Hitung dulu: KPR dengan cicilan yang sama, bisa dapet rumah di mana?
Simulasi KPR dengan cicilan Rp 2 juta per bulan. Bunga 8% per tahun. Tenor 20 tahun. Kemampuan KPR: sekitar Rp 265 juta. Dengan DP 10% (Rp 26,5 juta): Bisa beli rumah seharga Rp 291 juta. Rumah tipe 36 di pinggiran kota besar atau tipe 45 di kota menengah. Cicilan sama persis dengan sewa. Tapi 20 tahun kemudian rumahnya jadi milik lo.
Yang bikin orang tetap milih sewa padahal KPR-nya sama. "Ribet ngurusnya." "Takut kena bunga tinggi." "Belum siap komitmen 20 tahun." "Nanti kalau pindah kota gimana?" Semua alasan ini valid. Tapi ada satu yang paling sering jadi alasan sesungguhnya: "DP-nya dari mana?"
Cara kumpulin DP tanpa ngerasa berat. DP minimal KPR: 10% dari harga rumah. Rumah Rp 300 juta: DP Rp 30 juta. Nabung Rp 500rb per bulan: 60 bulan = 5 tahun. Nabung Rp 1 juta per bulan: 30 bulan = 2,5 tahun. Nabung Rp 1,5 juta per bulan: 20 bulan = kurang dari 2 tahun. 2 tahun nabung. 20 tahun cicil dengan nominal yang sama kayak sewa. Rumah jadi milik lo.
10 tahun kemudian. Yang cicil rumah itu sekarang tinggal 10 tahun lagi buat lunasin. Nilai rumahnya udah 2x lipat dari harga beli. Dia bilang ke gue: "Gue nggak ngerasa beda sama yang sewa. Keluarnya sama Rp 2 juta per bulan." "Tapi sekarang gue punya sesuatu yang bisa gue wariskan ke anak gue."
cc : material_daily
Pasangan yang komunikasinya baik bukan berarti dia nggak pernah marah. Dia tetap bisa kesel, kecewa, bahkan butuh waktu sendiri.
Bedanya, dia bilang "aku lagi emosi, nanti kita ngobrol ya" Bukan hilang berhari2 sampai pasangannya nebak2 salah apa. Diam buat menenangkan diri itu wajar, tapi diam buat menghukum pasangan beda cerita.
Nikah sama orang yang komunikasinya bagus itu salah satu bentuk keberuntungan paling mahal.
Karena setelah resepsi selesai, yang diuji bukan cuma rasa sayang. Tapi gimana kalian ngobrol pas lagi kecewa, capek, beda pendapat, bahkan pas sama2 agi nggak mau ngalah.
Banyak hubungan retak bukan karena nggak cinta, tapi karena satu orang ngajak nyelesain, satunya malah menghilang.