Wajahmu masih familiar,
Kamu masih cantik.
Seperti (juga) berarti bagiku,
Musim hujan tetap berarti bagimu.
Masihkah engkau merindukanku?
Aku tak tahu kenapa berbicara,
Atau bagaimana aku berbicara.
Apakah hidup berjalan semestinya?
Mendagel kembali. Ada rencana dosen itu pendidikan akhir harus s3. Dimana yang buat aturan sendiri masih kebanyakan pendidikan akhirnya sma dan ada 200 biji yg ga mau nyantumin pendidikan akhirnya. Puyeng kali kita ini wkwk
Buat LGBETEQ+/- apa-apalah itu! Org normal tuh ga peduli lu sama singkong, ubi jalar atau oyong. Terserahlah! cuman tolong ya berhenti nyebarin, ngaruhin, ngampanyein dan minta dinormalisasiin!
@thelazt6@atletienglish@Asorloth We can see that her eyes briefly look around. She just wants her salary to go up in your place @Atleti . Unfortunately, she herself made excuses for not increasing her salary after the world cup.
Bkn masalah tim nasional bolanya. Yg jadi masalah itu keputusan wasit di setiap pertandingannya. Mencurigakan, bukan? Terlebih bentuk intervensi tercium dr organisasi yg menaungi di kompetisi yg dibuatnya. Tim yg diuntungkan cuman ngga punya rasa malu aja.
Aku masih bingung dengan orang yg bilang, “Itu karena orang di sekelilingnya aja yg buruk, apalagi wakilnya, blablabla…”
Engga. Bukan. Dia sangat tahu apa yg dia lakukan, dan tahu apa yg harus dilakukan. Dia juga tahu apa yg bisa dia lakukan di posisinya. Dia emang jahat aja.
Gmn caranya kalo orang jahatnya ada di pucuk kekuasaan, yg mana dia punya semua instrumen memaksa bahkan lebih dari itu. Pilihan yang ditawarin cuman uang atau mati. Kejadian kah?
Ketika mencoba berbicara mengenai isi kepala dan lawan bicara terasa seperti tidak mendengarkan. Sebetulnya, tidak ada yang betul-betul peduli dengan omongan kita. Bahkan, di lingkaran keluarga juga. Syududu~
Sebetulnya malas. Cuman, ngga ada ruang aman buat meneriakan isi kepala. Entah itu lingkup keluarga, apalagi teman, terlebih lagi orang asing yg baru kita kenal di luar sana. Terus bersandar ke siapa coba?
Mental “Asal boss senang” itu msh bisalah diperdebatkan, klo memang msh dlm ruanglingkup kantor di suatu perusahaan swasta. Ya karena emng perusahaan2 punya mereka jg, ya terserahlah! Tp itu beda klo udh ada di lingkup kepemerintahan. Emang ini negara milikmu dewe? Udh gila kali!
Gini, org yg dijahatin olh yg katanya oknum militer itu org sipil. Nah, kok bisa masuk peradilan militer sih? Aku ngga ngerti. Alasan oknum itu katanya dendam pribadi sm korban. Bentar, kn ngga knal secara pribadi. Pelakunya jg nyerang ga secara pribadi. Rame2 malah. Gimana sih?