Pernikahan sering jadi topik yang bikin orang ragu-ragu.
Ada yang bilang, “Ngapain nikah? Ribet, penuh drama, takut gagal.”
Tapi di sisi lain, ada juga yang mikir, “Gue pengen punya seseorang buat berbagi, buat tumbuh bareng.”
Dua perasaan yang bertolak belakang, tapi sering muncul bersamaan.
Aku lagi baca Future of Jobs Report untuk 5tahun kedepan buatan World Economic Forum. Isinya insightfull bgttttt.
Bukan centang biru tapi aku pengen share ringkasan isinya pake bahasa bayi 👇🏻
A thread
Harvard University is offering free online winter session courses
No Payment is required, just register and start learning!
12 courses you shouldn't miss:
Normalisasi mindset "umur hanyalah angka, kamu tetap bisa punya impian, goals, hobi, dan cita-cita berapapun umurnya, dan kamu gak terlambat"
Karena gak semua orang bisa start dari titik yang sama, dan gak semua orang juga akan berakhir di garis finish secara bersamaan.
Soal umur, ya makin tua makin lemah aja secara fisik, tetapi pemikiran akan semakin bijak. Terkadang tuh ada beberapa hal tercapai bukan karena kita mampu menggapainya, tapi karena kita bikak menyikapinya.
Melepaskan masa lalu ga mudah, setiap orang memiliki waktunya sendiri sembuh dan move on.
Kamu selesai dengan masa lalu, kamu ga bisa maksa dia selesai dengan masa lalunya.
Kamu masih butuh waktu untuk terima kenyataan. Kuncinya saling jujur dan terbuka.
depresi itu nyata, anxiety itu nyata, trauma itu nyata. kamu gaakan pernah tau sestruggle apa mereka untuk survive, sekuat apa mereka buat terlihat baik-baik saja. mereka butuh tempat cerita dan pendengar yang baik, jadi kalo mereka menceritakan masalahnya tolong jangan dijudge.
Dari struktur rangka sekilas "cukup" kuat, atleast ngerombaknya niat.
Yang jadi masalah, manut data KIR MD (itupun mati tahun lalu), gak salah liat itu sasis AK1J berkelahi dengan bodi setinggi itu? Hasil rombak pula.