Gue mau nampol kalian pakai kenyataan.
Dan gue jamin, kalian belum siap dihantam realita ini.
Apa yang Fatimah Azzahra lakuin baru-baru ini di TV nasional, dan wakil BEM yg dulu.
Gue cap sebagai:
Entertainment Politik.
Kritik yang seharusnya tajam, malah berakhir cuma jadi HIBURAN.
Jadi bahan trending semalam, panen impression dan engagement di Twitter, lalu besoknya orang lupa dan lanjut hidup seperti nggak ada apa-apa.
Kenapa bisa gitu? Gue bahas di sini.
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷
Innalillahi wa inna ilaihi rajiunn, telah meninggalnya kakek, ayah, suami, mentor dan pejuang kebanggaan kami, Bpk Yang Gwansik. Semoga keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum ditabahkan dan dikuatkan hatinya.
Pemerintah seharusnya bangga sama warganya yang sangat mencintai Indonesia ini.
Aksi massa yang berlangsung dalam seminggu terakhir adalah bentuk amarah rakyat akan enggannya penguasa berpijak pada kebenaran dan keadilan.
Jangan sampai Indonesia semakin hancur dan darurat. Perlawanan untuk kebaikan dan keadilan harus selalu dirawat.
Panjang umur solidaritas ❤️
Video dari aksi #IndonesiaGelap di Jakarta hari ini, Jumat 21 Feb 2025
Argumen yg sangat apik, Mas @irwndfrry Demonstrasi tidak seharusnya dianggap sbg ekspresi kebencian, tetapi bentuk kepedulian thd bangsa. #IndonesiaGelap
Sc: Youtube Kompas TV
#TempoThread
Aksi #IndonesiaGelap mengingatkan kita bahwa perlawanan mahasiswa telah ada sejak Boedi Oetomo, Sumpah Pemuda, hingga 1998.
Hari ini, semangat itu terus hidup untuk menjaga demokrasi dan suara rakyat dari kebijakan yang merugikan.
A Thread
Halo teman2, tuk rangka memenangkan hearts and minds dari warganet mancanegara, di sini saya akan mengumpulkan coverage mengenai demonstrasi #IndonesiaGelap di Media internasional dan media Bahasa Inggris. Tolong diklik biar jadi top story di outlet mrk
https://t.co/pEwW6j44iM