@fantasiandante "Matcha? Anda suka sesuatu yang pahit ya?" Heran menghampirinya, ia kira gadis yang tengah mengobrol dengannya ini menyukai sesuatu yang terasa manis. Sepertinya Satoshi sudah dipengaruhi stigma bahwa anak zaman sekarang lebih suka sesuatu yang manis.
@etoilevilante "Eh? Tapi saya hanya pengunjung biasa..." ia terkejut dengan tawaran yang diberikan. Entah mengapa kunjungannya di gedung theater ini tidak terasa seperti kunjungan pada umumnya.
"Sepertinya saya akan membeli tiket untuk pertunjukan yang sedang berlangsung saja." Ucapnya-
Satoshi diam ssbentar, ia sedang menimbang sebanyak apa informasi yang dapat ia berikan pada lawan bicaranya, takutnya ia membuat lawan bicaranya tidak nyaman.
"Lagu idol itu terdengar sangat menyenangkan dan membawa ssmangat meski liriknya sedih. Kalau boleh tahu kesulitan..."
!2Dfess — Selamat malam. Tanpa menyematkan rupa, saya ingin mencari rekan dan partner menulis.
Boleh tinggalkan kata kunci atau memilih salah satu starter yang tertera pada gambar. Boleh juga RT untuk berinteraksi di lain waktu. Terima kasih!
( F, J-OC )
!2DFESS
Selamat malam, I-OC ingin mencari kawan. Saya seorang mahasiswa yang tertarik dengan dunia psikologi. Silahkan RT untuk saling berteman atau berikan saya bait untuk segera saya balas. Sekali lagi, salam kenal.
!2DFess Selamat malam, tanpa menyematkan rupa, berkenan berinteraksi ringan dengan jelita dari Yunani ini? Atau RT bila tak berkeberatan untuk dihampiri di kemudian hari.
Ah, malam !2dfess Hadirnya saya disini hendak mencari relasi atau biasa disebut sebagai pertemanan I think? Bila anda berkenan berteman dengan saya, sila tinggalkan ic/kata kunci, boleh juga retweet cuitan. Terima kasih.
— IOC, mahasiswa kriminologi.
!2DFess Karakter orisinil dengan wajah tersemat, adalah seorang ninja yang tengah menyamar untuk mencoba kehidupan sebagai warga jepang biasa.
Tinggalkan bait ic/kata kunci dengan skala kedekatan, dan/atau retweet postingan ini untuk berteman dengannya. Terima kasih.
@heartfeglt Ia menoleh kearah gadis itu, raut wajahnya seakan memberi bukti dari ucapannya.
"Coba aku ingat... sepertinya aku biasa duduk di kursi pijatku. Apakah harimu tidak berjalan baik?" Baginya, jawaban yang ia berikan terasa sangat kurang untuk menjawab pertanyaan yang diberikan.