Tolong sampaikan ke pengendara feeder 2 MTJ yg melintas Hasan Saputra, Salendro, Nayaga, Asmarandana ngga usah kencang-kencang, itu kan jalan pemukiman. Apa perlu dipasang speed bumping tiap 10 meter? @PRFMnews@dishubkotabdg@dishub_jabar@halo_bandung
Listrik padam di daerah Turangga hanya sekira 1 jam, namun bbrp daerah lain lebih lama. Menurut adik di Cianjur, listrik juga padam. Demikian pula Yogyakarta juga padam menurut keponakan @PRFMnews
Guys, Mahfud MD baru bicara paling blak-blakan tentang korupsi MBG.
Dan menurut gue ini adalah analisis paling jujur dari seseorang yang punya pengalaman langsung di dalam sistem pemerintahan.
Mahfud tidak kaget.
Dan itu sendiri sudah mengatakan segalanya.
Pertama Mahfud sudah prediksi ini dari awal:
"Persis sejak awal kita sudah bilang kalau dikelola kayak gitu sudah pasti ada korupsinya.
Hanya orang bodoh yang mengatakan tidak ada dugaan korupsinya."
Pengelolaan ugal-ugalan.
Makanan tidak berstandar nasional.
Anggaran tidak jelas pertanggungjawabannya.
Pengawasan tidak ada.
Rantai distribusi terlalu panjang.
Semua tanda-tanda itu sudah terlihat sejak awal.
Tapi setiap kali dikritik yang mengkritik dituduh anti-MBG dan anti-rakyat.
Dan ini yang paling mengerikan proyek dikerjakan yayasan milik mereka sendiri:
Kejaksaan menemukan bahwa banyak proyek di dalam BGN dikerjakan oleh yayasan yang berafiliasi langsung dengan tiga orang yang kini jadi tersangka.
Mereka yang memegang anggaran sekaligus yang dapat proyeknya.
Mereka yang menentukan siapa yang menang tender sekaligus pemenangnya.
"Itu jahat betul.
Menurut saya harus hukuman m4t1."
Mahfud tidak main-main.
Di tengah obrolan yang relatif santai dia menyebut hukuman mati.
Karena menurut dia mengkhianati program yang tujuannya memberi makan anak-anak miskin adalah kejahatan yang tidak bisa ditoleransi.
Dan ini tentang seberapa jauh kejaksaan harus menyelidiki:
Mahfud menyebut jaringan korupsi MBG sangat luas. Ada anggota DPR yang terlibat.
Ada keluarga menteri.
Ada pejabat daerah.
Ada deputi internal BGN sendiri.
Sony Sonjaya mantan Wakil Kepala BGN disebut sudah menyebutkan 26 nama kepada penyidik dari isi HPnya.
Mahfud langsung merespons:
jangan dilokalisir.
Jangan hanya berhenti di tiga orang yang sudah ditangkap.
"Ibarat anggur ini banyak sekali rangkaiannya ke bawah. Semuanya harus dibongkar oleh kejaksaan dari pusat sampai ke daerah."
Dan ini tentang Sony yang mau jadi justice collaborator:
Sony menyatakan bersedia membongkar semuanya sebagai justice collaborator.
Mahfud menjelaskan mekanismenya dengan sangat spesifik.
Justice collaborator bisa jalan tapi ada syaratnya.
Sony tidak boleh menjadi pelaku utama.
Kalau dia pelaku utama dia tidak bisa dapat perlindungan sebagai justice collaborator.
Dan Mahfud mengingatkan satu risiko yang sangat nyata: silent collaborator network.
Artinya jaringan yang terlibat justru berkolaborasi untuk saling melindungi dan mengadakan kesaksian Sony sebagai bohong.
"Di polisi ada silent blue code.
Di jaringan ini bisa ada silent collaborator net code jaringan saling melindungi dan menutup satu sama lain."
Dan ini solusi yang Mahfud tawarkan yang paling konkret:
Hentikan MBG selama satu bulan.
Gunakan waktu itu untuk evaluasi totalsiapa sasarannya, bagaimana distribusinya, bagaimana pengawasannya, bagaimana standar kualitasnya.
Setelah satu bulan jalankan lagi dengan tata kelola yang benar-benar baru.
Dan yang paling penting: ubah orientasinya. Prioritaskan daerah 3T terluar, terdepan, tertinggal. Bukan sekolah-sekolah favorit di kota besar yang anak-anaknya tidak butuh program ini.
"Di SMA 1 Jogja 48 orang keracunan.
Itu bukan sasaran program ini.
Yang di luar-luar itu yang harusnya jadi prioritas.
Yang di kota besar ini tidak perlu uangnya lebih baik untuk keperluan lain."
Dan ini yang paling miris program lain berpotensi bernasib sama:
Mahfud secara terbuka menyebut dua program besar lain yang menurut dia patut diwaspadai.
Sekolah rakyat dari informasi yang dia terima langsung di lapangan: tidak jelas mutunya, tidak jelas perbedaannya dengan sekolah yang sudah ada, terkesan dipaksakan.
Semua murid sudah tertampung di sekolah negeri lalu untuk apa membuat sekolah eksklusif baru yang mutunya tidak jelas?
Koperasi Desa Merah Putih konsepnya tidak sesuai dengan prinsip koperasi yang sesungguhnya.
Modal datang dari atas bukan dari bawah.
Siapa anggotanya tidak jelas.
Bagaimana bagi hasil tidak jelas.
Mahfud bahkan melihat sendiri dari mobil saat lewat Kediri: koperasi desa sudah ada yang tutup.
Kursi ada, pintu buka tapi tidak ada orang dan tidak ada barang.
"Kalau pola yang sama terus dipakai korupsi MBG akan berulang di program-program berikutnya."
Mahfud MD menyimpulkan satu hal yang menurut gue paling penting dari seluruh diskusi ini:
Program MBG tujuannya mulia.
Niat Prabowo mulia.
Tapi orang-orang yang dipasang di dalamnya dari awal sudah berniat jahat.
Dan itu bukan sesuatu yang tidak bisa dibaca dari tanda-tanda yang sudah ada sejak awal.
Yang harusnya menjadi pelajaran:
jangan tunggu sampai jaksa menangkap untuk sadar bahwa ada yang salah.
Tanda-tandanya selalu ada.
Dan selama tidak ada yang berani mengakui ada masalah sejak awal korupsi akan terus dinikmati dalam diam.
"Sejak dulu indikasi korupsi itu gampang dibaca.
Kalau kita pernah duduk di pemerintahan kita sudah tahu. Kenapa baru sekarang bertindak?"
Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah resmi memberikan ultimatum 18 hari kepada pemerintah untuk membenahi hancurnya fundamental ekonomi nasional. Mahasiswa dengan sangat cerdas mengaitkan angka 18 hari tersebut sebagai simbol perlawanan atas tersungkurnya nilai tukar Rupiah yang kini jebol ke level Rp18.000 per Dolar AS. Jika dalam 18 hari ke depan tidak ada perbaikan nyata, mahasiswa mengancam akan bergerak massal untuk menyegel Kantor Kementerian Keuangan di Jakarta.
.video ; kompas
Guys, ada pidato dari SBY yang menurut gue paling relevan dengan kondisi Indonesia sekarang dan paling terasa seperti sindiran halus yang ditujukan kepada pemerintahan yang sedang berjalan.
SBY berbicara di forum internasional tentang bagaimana Indonesia bertahan dari krisis 2008.
Dan setiap kalimatnya kalau dibaca dengan cermat adalah perbandingan diam-diam dengan kondisi hari ini yang jauh berbeda.
Pertama SBY langsung menyatakan dunia sekarang tidak baik-baik saja:
Perubahan iklim bukan lagi prediksi jauh sudah jadi bencana nyata setiap hari. Ekonomi global terpecah belah. Perdagangan tidak lagi didorong efisiensi tapi geopolitik.
Dan tekanan keuangan negara meningkat di mana-mana banyak negara berkembang menghabiskan lebih banyak untuk cicilan utang sementara kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur terus naik.
Ini bukan deskripsi abstrak tentang dunia di luar sana. Ini adalah potret Indonesia sekarang hampir kata per kata.
Dan ini pelajaran 2008 yang paling penting:
Ketika krisis keuangan global 2008 melanda Indonesia tidak kebal. Tapi Indonesia selamat.
SBY menyebut empat hal yang membuatnya bisa bertahan:
Menjaga kepercayaan.
Kehati-hatian fiskal.
Menjaga daya beli domestik.
Koordinasi kebijakan yang baik.
cukup 4 hal sederhana itu saja
tidak ada program aneh aneh
tida ada program populis ala ala soekarno
Lalu dia menambahkan satu kalimat yang menurut gue paling berat maknanya:
"Di masa ketidakpastian pasar tidak hanya mendengarkan angka.
Mereka mendengarkan kualitas tata kelola."
Ini kalimat yang sangat sederhana tapi sangat dalam. Investor asing dan lokal tidak hanya melihat angka pertumbuhan 5 persen seksekian.
Mereka melihat apakah kebijakan yang diumumkan hari ini akan masih berlaku besok.
Mereka melihat apakah data yang disampaikan pemerintah bisa dipercaya.
Mereka melihat apakah pemimpinnya benar-benar memahami masalah yang sedang dihadapi rakyatnya.
Dan ketika presiden bilang dolar tidak mempengaruhi orang desa kepercayaan itu runtuh.
Tidak hanya di mata investor asing.
Tapi di mata rakyat sendiri.
Dan ini tentang tiga fondasi yang SBY sebut sebagai syarat pembangunan yang berkelanjutan:
Fondasi pertama: kebijakan yang jelas dan konsisten.
Kebijakan harus memberikan arah yang jelas dan stabil untuk jangka panjang.
Ketidakpastian kebijakan itu mahal menunda investasi, melemahkan kepercayaan, membuat semua proses transformasi makin sulit.
Dan yang paling penting:
kebijakan harus kredibel. Kredibilitas datang dari tata kelola yang bersih, transparansi, dan kepastian hukum.
Inovasi tanpa integritas itu berbahaya.
Bisa menghasilkan efisiensi tanpa keadilan.
Keuntungan tanpa tanggung jawab.
Perubahan tanpa perlindungan sosial.
Fondasi kedua: pelaksanaan yang nyata di lapangan.
SBY sangat jujur di sini dan ini yang paling relevan dengan kondisi MBG hari ini.
Dunia punya banyak kebijakan bagus tapi pelaksanaannya sering gagal.
Kenapa? Karena di sinilah kepentingan bertabrakan.
Di sinilah birokrasi diuji.
Di sinilah regulasi bertemu dengan mereka yang ingin mengambil keuntungan.
Program pembangunan gagal bukan karena kekurangan ide tapi karena lembaga yang lemah, koordinasi yang terpecah, korupsi, cara berpikir jangka pendek, dan ketidakmampuan eksekusi.
Pemimpin harus berani berpikir melampaui kepentingan jangka pendek.
Bukan hanya memikirkan pemilihan berikutnya.
Fondasi ketiga: keuangan yang bertanggung jawab.
Pembangunan butuh investasi besar.
Infrastruktur, energi, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan semua butuh uang yang besar.
Tapi tekanan fiskal meningkat di mana-mana.
Bank harus mendukung sektor produktif.
Pasar modal harus mendorong investasi jangka panjang.
Regulator harus menjaga stabilitas sambil mendorong inovasi yang bertanggung jawab.
Dan ini kalimat SBY yang paling menohok di seluruh pidatonya:
"Kesetiaan kepada partai berakhir ketika kesetiaan kepada negara dimulai."
Di hadapan ruangan penuh politisi dan pejabat SBY menyampaikan ini.
Dan disambut tepuk tangan panjang.
Ini bukan sekadar kutipan indah.
Ini adalah kritik yang sangat tegas terhadap pola loyalitas yang selama ini terjadi
di mana menteri-menteri mempertahankan kebijakan bukan karena itu yang terbaik untuk rakyat, tapi karena itu yang menguntungkan kelompok atau partai tempat mereka berutang jabatan.
Dan ini yang paling penting untuk investor lokal maupun asing:
SBY membangun argumen yang sangat logis tentang mengapa kepercayaan adalah aset nasional yang paling berharga dan paling mudah hilang.
Perusahaan atau negara yang mengabaikan kualitas tata kelola mungkin masih bisa bertahan sementara.
Tapi dalam jangka panjang tekanan dari investor, regulator, konsumen, dan masyarakat akan terus datang sampai perubahan terjadi atau semuanya runtuh.
Dan ketika data pertumbuhan tidak sinkron dengan data penerimaan pajak yang minus investor tidak bisa memercayai narasinya.
Ketika kebijakan hari ini bisa dibatalkan besok tanpa penjelasan tidak ada yang berani merencanakan investasi jangka panjang.
Ketika pejabat tinggi bicara berlawanan satu sama lain dalam 24 jam kredibilitas negara runtuh sebelum angka apapun bisa meyakinkan siapapun.
SBY tidak menyebut nama. Tidak menuding langsung. Tapi setiap poin yang dia sampaikan tentang kredibilitas kebijakan, konsistensi arah, kualitas tata kelola,
dan kepercayaan sebagai fondasi ekonomi adalah cermin yang sangat jelas dari kondisi yang sedang terjadi sekarang.
Di 2008 Indonesia selamat karena empat hal terjaga: kepercayaan, kehati-hatian fiskal, daya beli domestik, dan koordinasi kebijakan yang baik.
Sekarang keempat hal itu sedang dalam tekanan berat semuanya bersamaan.
Kepercayaan terkikis.
Fiskal berdarah.
Daya beli rakyat ditopang pinjaman bukan pertumbuhan nyata. Dan koordinasi kebijakan seperti yang ditunjukkan oleh drama BGN masih jauh dari yang dibutuhkan.
SBY mengalami 2008 dan Indonesia selamat. Pertanyaannya sekarang:
apakah pelajaran itu sudah benar-benar dipelajari oleh mereka yang memegang kemudi hari ini?
PDB Indonesia naik terus.
Tapi orang makin susah
Bukan perasaan.
Bukan salah mental.
Ini ada namanya dalam ilmu ekonomi.
IIMMISERIZING GROWTH
Pertumbuhan yang menyengsarakan.
-----------
Ekonomi tumbuh 5%.
Ekspor meningkat.
Cadangan devisa aman.
Tapi di warung-warung pinggir jalan,
daya beli makin seret.
Kelas menengah menyusut.
Orang kaya makin kaya,
yang bawah makin tenggelam.
Bagaimana bisa?
-----------
Konsepnya sebenarnya sederhana.
Bayangkan kamu petani kopi.
Hasil panen bagus — berlipat ganda.
Tapi karena semua petani panen besar serentak,
harga kopi di pasar dunia anjlok.
Produksi naik.
Pendapatan turun.
Itulah intinya.
Pertumbuhan output tidak otomatis berarti pertumbuhan kesejahteraan.
Ekonom Jagdish Bhagwati sudah memperingatkan ini sejak 1958.
Ia menyebutnya immiserizing growth —
kondisi di mana sebuah negara tumbuh secara statistik,
tapi rakyatnya justru lebih miskin dari sebelumnya.
----------
Sekarang lihat Indonesia.
Mesin pertumbuhan ekonomi kita selama dua dekade terakhir adalah satu hal:
ekspor komoditas mentah.
Sawit.
Batubara.
Nikel.
Karet.
Kita gali, kita tebang, kita keruk —
lalu kita kirim keluar dalam bentuk bahan baku.
Nilai tambahnya?
Dinikmati di luar sana.
Di pabrik-pabrik pengolahan di Tiongkok, India, Eropa.
-----------
Ini bukan teori kosong.
Ekonom Faisal Basri pernah menegaskan langsung:
di semakin banyak daerah di Indonesia,
pertumbuhan ekonomi terjadi bersamaan dengan semakin dalamnya kemiskinan.
Bukan kebetulan.
Ini immiserizing growth.
Peneliti UNPAD, Dr. Arief Anshory Yusuf,
bahkan membuktikannya secara empiris:
tidak ada asosiasi yang konsisten
antara pertumbuhan ekonomi
dengan pengurangan kemiskinan
di kawasan urban Indonesia.
PDB naik.
Kemiskinan tidak turun.
------------
Kenapa bisa begini?
Tiga penyakit struktural yang saling memperparah:
Pertama — kita menjual murah, membeli mahal.
Ekspor kita komoditas mentah dengan harga yang ditentukan pasar global.
Impor kita barang manufaktur dengan harga premium.
Nilai tukar perdagangan (terms of trade) kita struktural negatif.
Makin banyak kita ekspor, makin besar kita rugi.
Kedua — deindustrialisasi prematur.
Negara maju deindustrialisasi setelah industri mereka matang.
Indonesia deindustrialisasi sebelum industri kita pernah benar-benar tumbuh.
Kita terlena bonanza sawit dan batubara 2008–2013.
Lupa membangun industri pengolahan.
Hasilnya: lapangan kerja berkualitas tidak tumbuh,
sementara komoditas terus dikeruk.
Ketiga — nilai tambah tidak sampai ke bawah.
Siapa yang paling diuntungkan dari ekspor sawit dan batubara?
Pemilik modal.
Konglomerat.
Bukan petani plasma.
Bukan buruh tambang.
Bukan warga desa di sekitar konsesi.
Distribusi nilai tambah itu terpusat di pucuk piramida.
Daya ungkitnya bagi mayoritas rakyat: kecil sekali.
-----------
Inilah PARADOKS yang harus kita hadapi.
Angka PDB bukan ukuran kesejahteraan.
Pertumbuhan bukan berarti pemerataan.
Ekspor yang naik bukan berarti rakyat yang sejahtera.
Selama struktur ekonomi kita masih bergantung pada
mengeruk dan mengekspor bahan mentah —
tanpa hilirisasi yang serius,
tanpa industrialisasi yang tuntas,
tanpa distribusi nilai tambah yang adil —
Kita akan terus tumbuh di atas kertas,
sambil melarat di kenyataan.
SETELAH AMBIL ALIH BI,
HILANGKAN INDEPENDENSI
PRABOWO AMBIL ALIH EKSPOR SDA, HARGA DAN MARGIN SDA YG MAU EKSPOR PRABOWO YANG TENTUKAN MELALUI DANANTARA
NEXT APALAGI WO?
MAU UBAH UNDANG-UNDANG DASAR SEKALIAN?
Sejak 1 Juni 2026, Indonesia resmi tidak sama lagi.
Perusahaan swasta tidak bisa lagi langsung menjual batu bara, sawit, dan ferro alloy ke pembeli asing. Semua harus lewat satu pintu:
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Harganya ?
bukan lagi ditentukan pasar
tapi oleh negara,
Prabowo sendiri.
Ini bukan rumor.
Ini sudah jadi Peraturan Pemerintah.
PP Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026 dan mulai berlaku 1 Juni 2026. Pemerintah menetapkan batu bara, kelapa sawit (CPO), dan ferro alloy sebagai komoditas strategis yang hanya bisa diekspor melalui BUMN ekspor, baik sebagai pemilik maupun perantara tunggal.
Harga jual komoditas tersebut kini ditentukan oleh DSI. Pasal 3 ayat (2) PP itu berbunyi tegas harga jual Komoditas SDA Strategis ditentukan oleh BUMN Ekspor.
Bagi para pemegang izin usaha pertambangan dan pemilik pabrik pengolahan, ini menandai berakhirnya era kebebasan bernegosiasi langsung dengan pembeli asing secara Business to Business.
Ekosistem kini berubah menjadi Business to Government to Business.
Di satu sisi ya,
UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 memang menyatakan bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat.
Tapi "dikuasai" dalam tafsir hukum tata negara tidak berarti "dimonopoli secara operasional."
Mahkamah Konstitusi dalam berbagai putusannya menegaskan bahwa negara boleh menguasai tanpa harus menjadi pedagang tunggal.
Yang terjadi dengan DSI ini justru melampaui batas negara tidak hanya mengatur, tapi ikut menentukan harga dan menjadi perantara wajib. Ini wilayah abu-abu yang sangat besar.
Indonesia saat ini adalah eksportir terbesar dunia untuk batu bara termal, minyak sawit, dan nikel. Nilai ekspor ketiga komoditas tersebut melampaui 65 miliar dolar AS sepanjang tahun lalu. Ketiga komoditas ini bukan komoditas kecil ini tulang punggung devisa nasional.
Menaruhnya di tangan satu entitas BUMN adalah taruhan raksasa.
Pasar tidak menunggu penjelasan. Reaksinya langsung, brutal, dan bersejarah.
Pada 19 Mei 2026, sehari sebelum PP resmi diumumkan, rumor kebijakan ini sudah cukup untuk membuat IHSG anjlok 3,08 persen ke level 6.396 di penutupan sesi pertama, lalu memperparah penurunan hingga 3,3 persen ke 6.375 di sesi kedua.
Analis Lionel Priyadi menyatakan langsung: "Sentimen utama pelemahan IHSG datang dari rencana sentralisasi ekspor komoditas yang dianggap akan merugikan perusahaan maupun pemegang saham sentimen negatif datang dari investor domestik maupun asing."
Investor institusional baik dari China, Jepang, Eropa, maupun Amerika memegang saham-saham komoditas Indonesia dalam jumlah besar.
Ketika pemerintah tiba-tiba menyatakan akan mengontrol harga jual dan memaksa transaksi lewat satu BUMN, valuasi seluruh emiten komoditas langsung dipertanyakan ulang.
Investor khawatir skema sentralisasi ini bisa mengubah mekanisme harga, kontrak jangka panjang, serta kebebasan eksportir dalam menentukan pasar tujuan.
Volatilitas yang terjadi mencerminkan hilangnya kepercayaan, bukan sekadar reaksi jangka pendek.
Dalam sejarah modern IHSG, jarang sekali terjadi penurunan tiga hari beruntun sebesar ini yang dipicu murni oleh kebijakan dalam negeri bukan krisis global, bukan pandemi, bukan perang.
Ini dipicu oleh satu pengumuman kebijakan. Itu sendiri sudah bercerita banyak tentang seberapa parah kepercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah saat ini.
Indonesia sedang dalam persimpangan yang sangat kritis.
Di satu sisi, agenda nasionalisasi sumber daya alam punya dasar konstitusional dan moral yang kuat.
Di sisi lain, implementasinya dadakan, tanpa konsultasi publik, menyerahkan kendali harga ke satu entitas tanpa mekanisme pengawasan jelas..
@giIangmahesa Kantin sekolah memang habis olh MBG. Satu contoh kecil, di SMP kita dulu, siswa pulang sekolah 13.20. Tdk sampai satu jam ssdh siswa pulang kantin juga tutup. Krn tidak ada pembeli. Omset masih terbantu krn MBG baru datang di atas jam 10, sehingga saat istirahat msh jajan. Cek..
Guys, ada analisis yang menurut gue paling jujur dan paling berani tentang sesuatu yang setiap hari kita lihat di jalanan tapi tidak pernah kita pahami dengan benar.
Kenapa tiba-tiba semua orang jualan seblak, cilok, gorengan, dan cimol?
Jawabannya bukan karena mereka jadi wirausahawan.
Jawabannya karena mereka tidak punya pilihan lain.
Pertama tentang konsep yang paling penting untuk dipahami:
Dalam ilmu ekonomi tenaga kerja ada dua jenis wirausaha yang sangat berbeda.
Opportunity entrepreneurship berwirausaha karena melihat peluang pasar, ada inovasi, ada riset, ada rencana bisnis yang matang.
Necessity entrepreneurship berwirausaha karena terpaksa. Karena tidak ada pilihan lain.
Karena kalau tidak jualan tidak bisa makan hari ini.
Dan mayoritas besar dari ledakan pedagang kaki lima kuliner yang kita lihat sekarang masuk ke kategori kedua.
Bukan wirausahawan.
Mereka adalah pengangguran yang menyamarkan statusnya dengan gerobak tepung.
Dan ini kenapa tepung dan aci yang dipilih
bukan karena cinta kuliner:
Modal paling rendah.
Tidak butuh keahlian khusus.
Tidak perlu izin.
Tidak perlu riset pasar.
Tidak ada resep rahasia yang perlu dijaga.
Beberapa kilogram tepung, minyak goreng curah, penyedap sintetis, bubuk cabai, dan wajan aluminium dan seseorang sudah bisa mengklaim punya usaha.
Bagi yang baru dapat surat PHK dari pabrik garmen ini adalah jaring pengaman terakhir.
Bagi ratusan ribu sarjana yang lamarannya tidak pernah dijawab ini bukan tentang membangun warisan bisnis. Ini tentang memastikan ada beras yang bisa dimasak besok pagi.
Dan ini tentang angka pengangguran yang paling sering disalahartikan:
BPS melaporkan pengangguran terbuka Februari 2026 di angka 7,24 juta orang atau 4,68%.
Pemerintah menyebutnya sebagai keberhasilan.
Tapi angka itu menipu.
Karena seseorang yang berjualan gorengan tiga jam sehari secara resmi tercatat sebagai bekerja bukan pengangguran.
Dalam ilmu ekonomi ini disebut pengangguran terselubung secara administratif bekerja, tapi produktivitas ekonomi marginalnya sangat rendah, tidak sesuai kapasitas atau keahliannya.
Dan buktinya sangat jelas: proporsi pekerja di sektor informal Indonesia secara persisten berada di 57 sampai 60% dari total angkatan kerja.
Lebih dari separuh orang yang dihitung sebagai "bekerja" sebenarnya berada di sektor yang tidak ada jaminan kesehatan, tidak ada asuransi, tidak ada dana pensiun.
Dan ini tentang kanibalisme ekonomi yang paling menyedihkan:
Ketika satu pedagang cimol terlihat ramai minggu depan muncul 10 gerobak cimol dalam radius 100 meter. Semua menjual produk identik.
Menyasar konsumen yang sama.
Dengan harga yang sama.
Mereka tidak sedang bersaing dengan korporasi multinasional.
Mereka sedang bersaing dengan sesama yang baru saja kena PHK dari pabrik yang sama.
Dan kue yang diperebutkan tidak membesar justru menyusut. Karena daya beli masyarakat sedang hancur. Kelas menengah turun kasta.
Inflasi menggerus pendapatan.
Pinjol mencekik.
Uang yang beredar untuk beli jajan pinggir jalan makin sedikit.
Hasilnya: perang harga yang brutal.
Margin yang sudah setipis kertas makin menipis.
Dan tidak ada yang menang.
Dan ini tentang ironi terbesar yang jarang dibicarakan:
Indonesia adalah negara yang jutaan penduduknya menggantungkan hidup pada tepung terigu tapi tidak bisa menanam gandum satu biji pun di tanahnya sendiri.
Hampir 100% kebutuhan gandum Indonesia diimpor dari Australia, Kanada, Amerika, Rusia, Ukraina.
Dan volume impor itu diperkirakan terus naik rata-rata 6,38% per tahun hingga bisa menembus 21,67 juta ton.
Artinya: ketika ada El Nino di Australia, ketika ada perang di Ukraina, ketika rupiah melemah terhadap dolar harga tepung di pasar tradisional langsung naik.
Dan yang pertama kena dampaknya adalah pedagang gorengan yang tidak punya instrumen lindung nilai, tidak bisa menaikkan harga, dan tidak bisa memangkas margin yang sudah nol.
Kenaikan Rp50.000 per karung tepung 25 kg bisa menghancurkan seluruh bisnis mereka.
Sementara korporasi pangan besar bisa meng-hedge risiko itu di pasar berjangka.
Dan ini yang paling menohok tentang narasi pemerintah:
Setiap kali ada kenaikan angka UMKM pemerintah menyebutnya sebagai keberhasilan.
Setiap kali muncul berita tentang jutaan pedagang kaki lima media memujinya sebagai ketangguhan ekonomi rakyat.
Tapi itu adalah romantisasi penderitaan.
Negara sedang mencuci otak jutaan orang untuk percaya bahwa kemiskinan mereka adalah bentuk kemandirian.
Bahwa kelelahan fisik 12 jam di belakang wajan adalah jiwa kewirausahaan yang patut dibanggakan.
Padahal yang sedang terjadi:
negara melepaskan diri dari tanggung jawab menyediakan lapangan kerja formal,
jaring pengaman sosial, dan sistem yang melindungi pekerja dengan cara merayakan keputusasaan mereka sebagai prestasi.
Gerobak seblak dan cilok di pinggir jalan bukan tanda kebangkitan ekonomi. Itu adalah simbol dari sistem yang gagal menyediakan pekerjaan formal yang layak dan memaksa jutaan orang berjualan tepung sebagai pelarian terakhir dari rasa malu menjadi pengangguran.
Mereka berjalan di atas treadmill. Energi habis setiap hari. Tapi posisi finansialnya tidak bergeser satu sentimeter pun ke depan.
Dan ketika fisik mereka tidak lagi sanggup berdiri 12 jam di bawah asap jalanan tidak ada yang menunggu mereka. Tidak ada dana pensiun. Tidak ada asuransi. Tidak ada landasan pendaratan.
Dan janji 19 juta lapangan kerja?
Dika dari Bekasi sudah kirim 120 lamaran.
Tidak satu pun dijawab.
Mungkin besok dia juga akan membeli wajan dan tepung aci dan disebut wirausahawan.
GLOBAL INVESTOR MULAI SERIUS !!
SELL INDONESIA MASSIVE DI PEMBICARAAN INTERNASIONAL !!
MEREKA AJA SUDAH MUAK DENGAN PRABOWO???
KETIKA DUNIA MEMILIH PERGI DARI INDONESIA
Judul itu bukan provokasi.
Itu istilah yang kini beredar di meja-meja trading global.
The Straits Times menerbitkannya hari ini,
investor asing sedang keluar dari Indonesia secara masif, dan Prabowo dianggap salah satu alasannya.
Ini bukan gosip.
Ini angka.
Dua tahun lalu kita masih tenang di kisaran Rp15.000-16.000. Kini, lihat sendiri angkanya:
Sepanjang 2024, rata-rata kurs rupiah berada di Rp16.162 per dolar AS.
Desember 2025 sempat menguat ke Rp16.601 per dolar, titik terkuat dalam enam bulan terakhir.
Lalu semua berubah di 2026. Pada 21 Mei 2026, Bank Indonesia terpaksa menaikkan suku bunga acuan ke 5,25% kenaikan pertama dalam dua tahun karena rupiah terus mencatatkan rekor terendah baru, kala itu di level Rp17.600 per dolar.
Dan kemarin, 4 Juni 2026: kurs USD/IDR menembus Rp18.044 rekor terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Rupiah sudah melemah 7,2% sejak awal tahun, menjadikannya salah satu mata uang emerging market dengan performa terburuk di dunia.
Dalam dua tahun, rupiah sudah kehilangan lebih dari 11% nilainya.
Ini bukan koreksi biasa.
Ini alarm.
DANA ASING KELUAR: BERAPA BESARNYA?
MSCI dalam review Mei 2026 menghapus 18 saham Indonesia dari indeksnya jauh lebih banyak dari perkiraan otoritas.
Dampaknya langsung terasa:
estimasi passive outflow antara Rp28 triliun hingga Rp31,5 triliun. IHSG sudah anjlok 20% ke level 5700
Khusus di kuartal pertama 2026, asing melakukan net sell sebesar Rp26,06 triliun di pasar saham dan Rp25,1 triliun di obligasi pemerintah.
Total tekanan keluar dari dua instrumen ini saja menyentuh lebih dari Rp51 triliun hanya dalam tiga bulan.
Belum cukup? Indonesia juga mencatatkan defisit neraca pembayaran sebesar 9,1 miliar dolar AS di Q1 2026 salah satu yang terbesar dalam sejarah sementara defisit transaksi berjalan melebar dari 0,7% ke 1,1% PDB.
Sejak awal 2026 saja, dalam tiga minggu pertama Januari, capital outflow sudah mencapai 1,6 miliar dolar AS. Tren ini terus berakselerasi seiring eskalasi geopolitik yang mengubah persepsi risiko global secara dramatis.
Sepanjang periode ini, elite Indonesia sendiri ikut memindahkan kekayaan mereka ke luar negeri:
ke emas, properti, kripto, dan stablecoin USDT. Individu dengan aset bersih antara 100 juta hingga 400 juta dolar dilaporkan telah mengonversi 10% portofolio mereka ke aset digital di luar negeri. PPATK mencatat dana keluar dari Indonesia mencapai Rp602 triliun hanya dalam Maret 2025.
Di sisi investasi riil, LG membatalkan proyek baterai nikel mereka di Indonesia. BYD dan VinFast mengalami gangguan operasional akibat tekanan dari ormas-ormas tertentu.
KENAPA INVESTOR KABUR? INI PENYEBABNYA
Otoritas moneter dinilai terjebak dalam "kebijakan burung unta" mengecilkan memburuknya kondisi pasar demi mempertahankan narasi stabilitas makroekonomi, padahal kenyataan di lapangan terus memburuk.
Moody's dan Fitch keduanya mengubah outlook Indonesia menjadi negatif pada 2026, meski peringkat investment grade masih dipertahankan.
Cadangan devisa juga turun ke level terendah dalam dua tahun terakhir akibat intervensi agresif Bank Indonesia untuk menahan rupiah.
FAKTOR PRABOWO: APA YANG BIKIN INVESTOR GELISAH?
The Straits Times hari ini menulis langsung:
investor global terganggu oleh agenda populis dan intervensionis yang dikejar Prabowo. Tiga hal yang paling sering disebut:
Pertama, UU P2SK yang memberi presiden kewenangan memecat Gubernur BI sinyal buruk bagi independensi bank sentral.
Kedua, ekspansi anggaran besar-besaran untuk program MBG di tengah tekanan fiskal, yang memunculkan spekulasi downgrade rating.
Ketiga, gaya kepemimpinan yang lebih mengandalkan militer dan ekspansi pengaruh negara ke sektor swasta.
Rupiah di Rp18.000 bukan sekadar angka,
asing kluar bukan politik.
MAU SAMPE KAPAN DENIAL..??
INI SIH MENGERIKAN
PANGDAM HENDY ANTARIKSA DIDUGA OTAK PEMBANTAI HUTAN SUMATERA! Beking Tambang Emas Ilegal, PECAT SEKARANG JUGA!
Menurut pengakuan Kasatreskrim Polres Pasaman, Pangdam dan Dandim diduga menjadi backing tambang emas ilegal yang merusak hutan di Pasaman.
Awak menduga, Pangdam tidak hanya melindungi penghancuran hutan di Pasaman saja. Mengingat wilayah tanggung jawabnya mencakup hampir seluruh Pulau Sumatera, sangat mungkin praktik serupa juga terjadi di daerah lain di bawah komandonya. Seorang perwira dengan pola pikir seperti ini jelas tidak layak menduduki jabatan Pangdam, apalagi jika ia diduga menjadi otak sekaligus pelindung utama penghancuran hutan di Sumatera.
Bayangkan jika orang dengan karakter demikian naik ke jabatan yang lebih tinggi. Bukan tidak mungkin seluruh Indonesia akan menjadi korban praktik serupa.
Oleh karena itu, Pangdam Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa harus segera dicopot dari jabatannya.
Untuk diketahui, Dandim Pasaman saat ini adalah Letkol Inf. Darmawan Hendra Wijaya yang menjabat sejak Desember 2025.
Source : https://t.co/qh89fctJI3
https://t.co/BzN4uQwEAx