๐ BABOT SHOP RESMI BUKA HARI INI! ๐
Buat merayakan grand opening, Mythia ada hadiah spesial buat kalian:
Diskon 10% hingga Rp10k!
๐ Pakai kode: BABOTSHOP
โ ๏ธ Promo terbatas untuk 50 pembeli pertama, jadi jangan sampai kehabisan!
๐ Top Up Sekarang
https://t.co/1lQgr0yOze
"kan udh pernah gua ketemu orgnya lgsng"
YA gua gapernah ngasih izin elu buat bertindak sejauh ini jir, being normies ga ngebenerin km buat kyk begini.
percayalah viewerku itu at least 80% normies karna dari mas kodok dan mereka well behave ditempat aku.
duh... pusing aku liat timeline..
intinya aku gapernah ngasih consent apapun soal ini, izinpun gaada
aku sbg pilotnya miti sgt amat merasa ga nyaman akan hal ini.
"Halah, cuma karakter 2D fiksi ini, bebas lah mau diapain juga."
"Saya tidak pernah dengar suaranya, apalagi beli bantalnya, gesek-gesek [kelamin] saya sambil nonton, saya ga pernah, JADI STOP HIPOKRIT!"
Kalimat-kalimat di atas jujur bikin darahku mendidih.
Sebagai orang yang hidup di dua dunia sekaligus, yaitu sebagai VTuber dan juga seorang sutradara, opini kayak gitu enggak cuma salah kaprah secara logika, tapi juga nyenggol ranah personal aku.
Aku tahu gimana rasanya berdarah-darah bangun persona di balik avatar. Berapa jam yang abis buat persiapan, seberapa terkurasnya energi tiap kali live, dan seberapa nyatanya ikatan yang kebentuk sama penonton.
Avatar itu bukan tembok pembatas antara fiksi dan realita. Justru sebaliknya, itu jembatannya.
Makanya, pembelaan Dera itu bener-bener enggak masuk akal.
Buat yang ketinggalan info, kemarin Dera ini bikin tier list VTuber Indonesia. Masalahnya, ini bukan tier list soal kualitas konten atau skill streaming. Kategorinya beneran seksual secara terang-terangan, bahkan Dera memperlakukan avatar & art vtubernya dengan tidak pantas.
Pas komunitas VTuber protes, dia malah bikin live stream "klarifikasi" yang sama sekali gak bikin suasana adem, isinya malah makin ngaco.
Di stream itu, argumen dia intinya bilang kalau ini kan cuma karakter 2 dimensi, dia enggak pernah ngelakuin hal aneh-aneh pas nonton mereka, dan malah nuduh netizen yang nonton VTuber tuh sebenernya gooner semua, dan dia yang benar.
Dilanjut dengan instagram story dengan isi serupa, video terlampir.
Pertama, yang Dera lakukan itu namanya logical fallacy tu quoque, atau dalam bahasa yang lebih membumi: "kamu juga begitu."
Argumen "kalian juga gooner" tidak membuat tindakannya jadi benar. Lagipula, banyak sekali vtuber dan viewers yang kontennya jauh dari hal-hal seksual sekarang.
Sebagian besar konten VTuber yang beredar sekarang, apalagi di skena vtuber Indonesia, isinya tuh main game bareng penonton, belajar bahasa asing sambil ngasbun, masak-masakan, atau sekadar ngobrol santai tentang hari yang berat.
Ada VTuber yang jadiin channel-nya tempat belajar sejarah. Ada yang fokus ke komedi murni. Bahkan ada para v-doctor, baik dokter biasa, dokter gigi, dan dokter hewan, bahas soal kesehatan.
Kebanyakan bahkan enggak pernah sekalipun nyentuh topik dewasa, karena memang bukan itu yang ingin mereka bangun.
Penonton dateng bukan karena libido. Mereka dateng karena butuh temen ngobrol jam dua pagi, karena pengen ketawa setelah hari yang melelahkan, atau karena ada kreator yang bikin mereka merasa diterima tanpa harus jadi siapa-siapa dulu.
Menyamaratakan semua itu sebagai "gooner" bukan cuma salah secara faktual, itu juga penghinaan terhadap jutaan orang yang menemukan sesuatu yang genuine di skena ini.
Kedua, soal "cuma 2D."
Sebagai sutradara, waktu aku nulis naskah, karakter di atas kertas itu emang fiksi murni. Aku bebas mau matiin karakternya, mau disiksa, atau mau diapain aja, karena mereka enggak punya perasaan, enggak punya jadwal, dan enggak punya penonton yang nungguin tiap minggu.
VTuber itu beda. Avatar 2D itu lebih mirip kostum panggung daripada karakter fiksi. Di baliknya ada talent nyata, manusia beneran yang membangun reputasi bertahun-tahun, menanggung konsekuensi psikologis dan finansial kalau nama baiknya rusak, serta punya relasi parasosial yang nyata sama audiensnya.
Bedanya sama karakter anime biasa jelas banget. Naruto enggak punya jadwal live streaming. Rem dari Re:Zero enggak bakal bales komentar lu pas lagi mabar.
Tapi VTuber itu interaktif dan nyata. Ketika kamu bikin konten seksual tanpa consent atau izin pake identitas mereka, yang kena dampaknya bukan cuma piksel di layar, tapi manusia di baliknya.
Ini Namanya Pembunuhan Karakter
Orang yang baru pertama kali denger nama si VTuber lewat tier list mesum itu bakal langsung punya persepsi buruk. Mereka bakal inget si VTuber dari cap seksualnya, bukan dari karya, skill, atau konten aslinya.
Ini beneran pembunuhan karakter secara harfiah.
Lebih parahnya lagi, hal ini memicu normalisasi pelecehan. Penonton yang ngerasa konten begitu "lucu" atau "biasa aja" bakal bawa kebiasaan itu ke mana-mana. Mereka bakal nge-chat mesum di kolom komentar streamer lain, bikin jokes enggak pantes di forum, dan ngerasa itu hal yang wajar
Normalisasi itu enggak dateng tiba-tiba kayak meteor; dia menjalar pelan-pelan akibat pembiaran dan kebiasaan.
Klaim dia yang bilang "cuma mau membuka mata penonton" juga kocak sih. Mau buka mata soal apa? Sisi gelap parasosial di dunia VTuber? Bahasan itu sih udah sering didiskusiin sama orang-orang dengan cara yang jauh lebih berkelas dan elegan.
Membuat tier list seksual cuma ragebait murahan yang dibungkus dengan pembenaran biar kelihatan lebih baik dari orang yang dia hina.
Komunitas terbentuk dari apa yang kita normalisasi bersama. Setiap hal yang kita tertawakan, setiap konten yang kita biarkan lewat tanpa reaksi, setiap kreator yang kita pilih untuk didukung atau tidak, itu semua adalah suara.
Dan suara-suara kecil itu, kalau cukup banyak yang searah, bisa membentuk seperti apa industri ini di masa depan.
Lagian, nanya sama viewers dia yg sama cabulnya, ya pasti jawabannya "ga ada pelecehan" lah.
Klo mau nanya tuh sama Vtubernya langsung, staff, agensi, LPAI, Kak Seto dll.
I have been watching silently and read lots of comments for a day after one of my doodle got fed into AI.
Some people are still saying about how they dgaf to AI "art" as long as it's "good art"..๐ซ
Let me tell you why artists hate AI so much and don't want their art to be fed to AI.
1. AI "good art"
The "good art" made by AI that you like..
Is made by the AI bot STEALING artworks online.
They study gazillions of artworks online that they can find, or in this case, some evil person feed the AI with MY ART without any permissions.
- Stealing
- No permission
2. Why do artists feel concerned about their art being fed to AI?
Imagine one day someone typed in any AI apps "please create a picture of A and B in *insert artist names".
Or you can, again, STEAL someone else's artwork and put in the prompt "please create an image of me and my brother in this artist's style".
What do you think will happen in the future if things keep on being this way?
Most of these AI apps are free. They generate free pictures for u without you spending any money.
Humans love FREE stuffs.
You'd choose AI too if you're tight on money, right?
Some people who have conscience will choose to support human artists, especially in the Hololive fandom, the fans choose to support real human artist! ๐ฅน
And I appreciate them so much. ๐ซถ
So now, what about the artists if you choose to get free AI "art" rather than commissioning human artists?
We artists need money too to survive. It's a JOB. We learn how to draw from zero, maybe study in universities or took courses, and just like that, people steal our arts, feed it to AI, and now AI can make you "art" in OUR style for free and we gain NOTHING??
How is it fair? ๐ฅน
People should appreciate Human Effort instead of AI instant result.
๐ Support Human Artists!! ๐ซก๐ซก
-And for myself I am a bit traumatized so I will put some noises effect even on my doodles to prevent it to be stolen again-
Thank you everyone who support human artists! ๐ซถ๐ซถ
And to other artists, keep making art and start to put watermarks or noises that will prevent your art to be processed by AI ๐ซก
@hololive_Id@hololivetv@hololivepro_EN@tanigox Tidak apa, saya yakin mereka pasti melihatnya, setidaknya kita2 sudah memberi awareness pada pihak hololive mengenai pelanggaran ini, terimakasih teman-teman.
oiya tadi ketemu ini di booth @PosIndonesia
lagi lewat gak sengaja liat ada kotak holomie. kami langsung menatap kotak itu dan staff nya langsung paham kenapa kami disana ๐คฃ makasih untuk cookie(?)nya hehehe
Hi aku Panji ๐
Cek reel wishlist cosplayer di IG @trakteerID ges! Ada aku sbg @_AmandaBrownies, @VanillaVanVibe, Kak Erria Eri, dan Kak Lyo ๐ซถ
Tebak next cosplay aku mau jadi apa!
https://t.co/Q6X1UWwSPm
Guysss, nanti malam aku dan kk @ditanyaan mau ngobrol semruu sambil liat-liat outfit olahraga kaliann๐๐
Buat yang belum submit masih bisaa yaa๐
Nanti kita akan stream di jam 20:00 jadi jangan lupa mampir๐โโ๏ธ๐โโ๏ธ