@aik_arif Yup, di Makassar kami menyebutnya jalangkote. Ada satu lagi bentuknya mirip tp daging kulitnya lebih empuk, disebut panada. Mungkin diserap dari kata empanada itu. Maklum Makasar abad 16 pelabuhan dunia. Makanan dari segala bangsa pasti pernah bercokol di sini.
@Tukangfotozznw Tinggalin. Dia gak mgkin ganti ortu, tapi kamu masih bisa ganti cowok. Sayangi dirimu. Begitu banyak contoh org menyesal pada akhirnya karena memaksakan diri masuk ke lingkungan toxic demi romantisasi picisan kisah2 cinta mereka. Bergerak, jangan manja.
@ivanlanin Jadinya emot 😭 dibikin jadi ambigu. Chat sedih sambil pake emot itu jadi kayak gak otentik lagi. Kayak sedihnya ada "bercanda-bercanda"nya gituuu
@DedynurPalakka "Saya datang ke sini karena bosen dgn kuliah2 di PDIP, juga mau belajar politik sama om Rocky", bgt kata RG menirukan ucapan Gibran. Wkt ditanya butuh disupport nggak, Gibran menjawab "Habis ini saya mau jadi pengusaha aja Om". Itu diungkap Rocky saat masih di progam ILC dulu.
@SoundOfYogi Kalo yg lahir urban saja merasa jauh dgn si Seto, apalagi kami yg besar dan bertumbuh di desa. Baru gt pake sok2 jadi patron pembela anak. Seto itu cuma remah2 budaya sayang anak elit Orba yg numpang cari makan di alam demokrasi. Dia itu elitis aslinya!
@IbamErmansyah@bleednectar@tralaw666 Enak ya anak2 ini. Dulu saya belajar MDH masih dari copyan terjemahan tulisannya Stalin. Mana tata bahasanya masih tata bahasa lama pula.