@kamarlintang Pengacaranya RO pernah tunjukin chat kalau si SW sebut dia cong kan?
Ya kali kalau di chat aja berani, di LIVE aja keceplosan, masa iya di real life or keseharian kata cong itu ga keluar?
Agak ga masuk akal.
@Telkomsel Terus pertanyaannya, kalau ternyata nomor orang tsb beneran penting?
Yang tanggung jawab siapa dong?
Kalau ada orang kecelakaan terus nelfon ke nomor anda dan otomatis terblokir dan ter silence? Ngabarinnya gimana tong?
Thats not a solution bro.
Makin hari makin aneh.
Emang ngentot dah Telkomsel. Nomor gue di jual ke pinjol atau apaan kali.
Setiap hari telfon orang nawarin pinjol.. ganggu brutal.
Tidur nyenyak gue jadi terganggu perkara telfon masuk dari nomor ga jelas anjing!
“Endasmu.. eh eh sorry sorry.”
Dia tuh tau rakyat mengkritik ucapan ga pantes dia saat pidato, tp di sini sengaja banget diucapkan dg entah apa maksud dan niatnya silakan nilai sendiri 😔💔
Terus diakhiri “Emang gw pikirin?”
Anjirlah ga ada harapan lagi klo gini mah 😩
@lanangwn Gue bingung kok presiden ngomongnya pake “gue” “gue”, terus di cuplikan lain gue denger, “ndas mu”.
Dikira lagi di warkop lagi nongkrong sambil makan indomie goreng pake telor apa ya.
Sumpah, aku suka banget sama kata-kata Shin Min-ah tentang hubungan dan pernikahan. Banyak yang bikin mikir dan ngena banget💗😔
Ini dia beberapa kata-katanya yang paling aku suka:
"Menurutku semakin telat menikah, semakin bagus"
"Kenapa?"
"Bukannya lebih baik, kalau mengenal banyak orang (pacaran) dulu? perbanyak waktu untuk melihat dirimu sendiri, waktu untuk bisa introspeksi diri sebelum kamu menikah. Sambil pacaran, saat bersama orang ini, kamu punya cukup waktu untuk memikirkan dirimu."
"Tapi sebenarnya... diri kita sendiri tahu, Iho?"
"Tahu soal apa?"
"Tahu kalau dia bukan orang yang akan menikah denganku tapi kita cuma menyangkalnya saja karena sudah terlalu suka"
"Nggak harus soal pernikahan. Di hubungan pertemanan biasa pun ada teman yang asyik banget, tapi entah kenapa perasaannya seperti... seperti nggak nyaman. Diri kita sendiri sebenarnya tahu, kalau itu hubungan yang nggak sehat. Jadi harus berhati-hati dengan rasa asyiknya tentang hubungan antar manusia"
Ahli gizi Syifa Anur Az menyoroti sikap tenang Kamari saat menghadiri pernikahan sang ibu, Jennifer Coppen, dengan Justin Hubner yang ramai dibicarakan publik.
Melalui unggahan di Threads, ia menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi perilaku tersebut, salah satunya kebiasaan tidak memberikan gula tambahan kepada anak sebelum usia dua tahun. Menurut Syifa, pola tersebut berpotensi membantu anak memiliki fokus yang lebih baik serta emosi yang lebih stabil.
Ada dua poin yang menjadi higlight dari penjelasannya, yaitu:
1. Strict No-Sugar Sebelum Usia 2 Tahun
2. Kiblat ke Real Food, Bye Bye Instant Food
"seskab teddy mengatakan ada pengamat yg tidak kompeten, tidak pada bidangnya"
"memangnya menteri-mentri di kabinet pada bidangnya? memangnya anggota DPR banyak yg punya ijazah?"
duarrr 🔥
Gw baru sadar kalau dugaan rantai masalah di balik blackout Sumatra dan pemadaman bergilir di Jawa ternyata jauh lebih kompleks dari sekadar “gangguan teknis”.
Kalau ditarik benang merahnya, kira-kira alurnya begini:
1. Harga batu bara global turun karena oversupply.
Buat negara eksportir seperti Indonesia, harga yang turun berarti penerimaan negara dari sektor komoditas juga ikut tertekan.
2. Muncul kebijakan untuk menekan produksi.
Logikanya sederhana: kalau pasokan dikurangi, harga bisa lebih terjaga.
Di atas kertas masuk akal.
3. Masalah mulai muncul ketika kebutuhan dalam negeri tetap jalan.
PLN tetap butuh batu bara buat menghidupkan PLTU.
Listrik tetap harus nyala.
Pabrik tetap harus beroperasi.
Kebutuhan energi tidak ikut turun hanya karena produksi tambang dikurangi.
Di saat yang sama ada aturan DMO.
4. PLN mendapatkan batu bara dengan harga yang ditetapkan pemerintah dan jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Nah di sinilah insentif mulai bertabrakan.
Dari sudut pandang pengusaha tambang, pilihan bisnisnya jadi cukup jelas.
Jual ke PLN dengan harga yang dibatasi.
Atau jual ke pasar dengan harga yang lebih tinggi.
Kalau selisihnya besar, dorongan untuk mengejar pasar jelas lebih kuat.
Akibatnya pasokan yang dibutuhkan PLN berpotensi makin ketat.
Kontrak makin sulit.
Cadangan makin tipis.
Risiko operasional mulai meningkat.
Dan ketika rantai ini terus berjalan, yang muncul di hilir bukan lagi isu batu bara.
Yang muncul adalah listrik padam.
Masyarakat cuma melihat lampu mati.
Padahal akar masalahnya bisa jadi berasal dari keputusan yang dibuat jauh di hulu.
Yang bikin gw agak kepikiran, keputusan soal kuota produksi, DMO, harga acuan, kontrak pasokan, semuanya terdengar sangat teknokratis.
Tapi efek akhirnya bisa sampai ke rumah rakyat.
Bisa sampai ke pabrik.
Bisa sampai ke UMKM.
Bisa sampai ke orang yang bahkan gak pernah baca berita energi sekalipun.
Kalau dugaan rantai masalah ini memang mendekati kenyataan, berarti yang sedang kita lihat bukan sekadar masalah PLN atau cuaca.
Ini contoh bagaimana satu kebijakan komoditas bisa menciptakan efek domino ke sektor energi.
Negara ingin harga komoditas terjaga.
PLN ingin pasokan aman.
Swasta ingin margin terbaik.
Masyarakat ingin listrik tetap nyala.
Masalahnya, empat tujuan itu tidak selalu berjalan searah.
Dan ketika salah satu bagian mulai bergeser, efeknya bisa merambat ke mana-mana.
Seperti biasa, yang paling jauh dari ruang rapat sering kali jadi yang paling dekat dengan dampaknya.
Stop wak......✋️✋️✋️
Yang di pulau Jawa wajib tahu, kenapa di Jawa mati lampu, alasan sebenarnya bukan karna pemeliharaan tapi karna skandal. Silahkan di baca
Ini sudah keterlaluan si pln kalo bener
Aku pernah nanya suamiku, kayak gini
👧 : “yang, menurut kamu. Aku bisa ga ya jadi ani-ani?” (Iseng, pertanyaan memancing wkwk)
👨 : “Gak bisa yang”
👧 : “Kenapa? Aku kurang cantik?”
👨 : “bukan, ayang cantik kok. Makanya aku ajak nikah”
👧 : “Terus?”
👨 : “Jadi ani-ani itu harus penurut, tidak melawan. Sedangkan kamu tukang melawan, kritis dan punya opini sendiri.
Nah ani-ani tuh ga bisa gitu,
karena tugasnya muasin ego l
aki-laki ga percaya diri”
Lah iya juga 👀
cc:threadrddenisa
This is crazy, what do you mean lo gabisa bedain cong sama laki just because Ruben is not a muscle man typical? But you’re willing to have children with him? Sound uneducated and unethical kalimatnya, artis skrng tuh goblok semua ap gmn dah?