Lo tau nggak, Borobudur itu candi Buddha terbesar di dunia... tapi sampe sekarang,
GA ADA satupun prasasti yang bilang "gue yang bikin ini, tanggal segini."
Zero. Nihil. Kosong.
Aneh kan?
Bangunan sebesar itu, tapi identitasnya masih misteri.
Gue bongkar
Jika memang harus mengubur mimpi untuk ke Piala Dunia 2026, lebih baik di selesaikan oleh STY daripada diganti oleh jajaran tim kepelatihan terbaik dan permainan total football tapi kebanyakan goal dari Pinalshit.
#KluivertOut#PatrickOut#TimnasDay
Selain Pak Sumardji (yg diberitakan banyak media), gak ada satu pun pihak dengan otoritas yg mempertanyakan starting line-up Kluivert.
Kluivert harus diminta keterangan, justifikasi apa dia pake starting line up kaya kemarin.
Gol Timnas era STY dan Kluivert (WCQ only)
Era STY
Ragnar vs Arab (open play)
Haye vs China (throw in)
Ragnar vs Bahrain (open play)
Struick vs Bahrain (open play)
Marselino vs Arab (open play)
Marselino vs Arav (open play)
Era PK (Palkon)
Romeny vs Aussie (open play)
Romeny vs Bahrain (open play)
Romeny vs China (penalty)
Diks vs Arab (penalty)
Diks vs Arab (penalty)
Apa yang bisa kalian lihat?
Yacob jadi titik lemah Timnas, Miliano Jonathans satu-satunya harapan buat nyerang + Timnas butuh satu lagi pemain kayak Miliano Jonathans buat jadi playmaker. Gitu bukan buat babak kedua?
Gelombang Pengakuan Palestina: Simbol atau Titik Balik Sejarah?
September ini, Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa akan menjadi panggung bagi sebuah langkah diplomatik yang jarang terjadi: Kanada, Inggris, Prancis, dan Australia—empat kekuatan besar dari Barat—akan secara resmi mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Selama beberapa dekade terakhir, pengakuan semacam ini mayoritas datang dari negara-negara Global South. Barat, khususnya kekuatan besar, umumnya menahan diri, dengan dalih menunggu proses perdamaian yang stagnan. Karena itu, keputusan ini bukan sekadar tambahan nama di daftar pengakuan, melainkan tanda bahwa lanskap politik internasional mulai bergeser.
Dalam hukum internasional, pengakuan negara memiliki dua landasan pemikiran. Teori deklaratif berpegang pada prinsip bahwa negara ada ketika memenuhi kriteria Konvensi Montevideo 1933: penduduk tetap, wilayah yang jelas, pemerintahan yang berfungsi, dan kemampuan menjalin hubungan luar negeri. Pengakuan di sini hanya mengonfirmasi realitas yang sudah ada. Sebaliknya, teori konstitutif berpandangan bahwa sebuah entitas baru memperoleh status kenegaraan ketika negara lain mengakuinya. Dalam praktiknya, pengakuan dari negara-negara besar membawa dampak yang melampaui simbol: memperkuat legitimasi politik, membuka jalan perjanjian bilateral, memperluas kerja sama ekonomi, dan menguatkan posisi Palestina di Mahkamah Pidana Internasional.
Di PBB, Palestina sejak 2012 berstatus non-member observer State. Pada Mei 2024, hak partisipasinya meningkat, namun jalan menuju keanggotaan penuh tetap tertutup oleh veto Amerika Serikat di Dewan Keamanan. Dengan pengakuan Inggris, Prancis, dan Australia, dukungan di Majelis Umum akan semakin kokoh, meski tantangan di tingkat Dewan Keamanan tidak otomatis teratasi.
Dampak geopolitiknya tidak kecil. Pergeseran sikap Barat ini menambah tekanan diplomatik terhadap Israel untuk kembali ke jalur perundingan. Di forum internasional, blok pendukung Palestina berpotensi mengajukan paket solusi yang mencakup rekonstruksi Gaza, reformasi Otoritas Palestina (PA), dan jaminan keamanan kawasan. Secara bilateral, negara-negara pengaku kini dapat menjalin hubungan resmi dengan “State of Palestine”, termasuk dalam perdagangan, bantuan, dan pembangunan institusi.
Namun, pengakuan ini datang dengan syarat. Mereka mengaitkannya dengan reformasi internal PA: penyelenggaraan pemilu legislatif dan presiden dalam waktu sekitar satu tahun; penyatuan Gaza dan Tepi Barat di bawah PA tanpa peran militer Hamas; peningkatan transparansi dan akuntabilitas; penghentian kebijakan insentif bagi pelaku kekerasan; serta reformasi pendidikan dan tata kelola pemerintahan.
Di sinilah harapan bertemu dengan kenyataan. Tanpa reformasi yang nyata, pengakuan ini berisiko menjadi sekadar simbol politik yang meriah namun tak mengubah keadaan di lapangan. Tetapi bila reformasi itu terwujud, momentum ini bisa menjadi pijakan menuju Palestina yang bersatu, demokratis, dan berdaulat—serta langkah penting menuju perdamaian yang selama ini hanya terpatri di kertas perundingan.
اللَّهُمَّ انْصُرْ فِلَسْ��ِينَ وَأَهْلَهَا نَصْرًا مُبِينًا
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Prediksi dan analisis @MamatAlkatiri kejadian semua
Haye ketika dapet tandem well emang gokil
Lalu hubner bareng idzes + rr5 kejadian jadi kokoh
Defensive jos >> counter apik
Udah layak ambil lisensi coaching lo mat.
Top.