#Gempa Mag:4.9, 20-Aug-2025 19:54:55WIB, Lok:6.48LS, 107.24BT (14 km Tenggara KAB-BEKASI-JABAR), Kedlmn:10 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
Gus Miftah terlihat ingin "menguasai" dan "mengatur" Pak Sun. Dan tampaknya dia ingin memonopoli.
Potongan video 1: Bibirnya bilang, "Terima kasih", tapi gestur tubuhnya bilang, "Kamu itu di bawah kendaliku."
Potongan video 2: Tawaran umrah dari pihak lain disuruh menolak dengan cara "melipat tiga-kan" tawaran umrah. Jika memilih diberangkatkan GM, maka yang berangkat 3 orang (Pak Sun, istri, dan ortu).
Potongan video 3: Kelihatan banget maksanya.
Betul kata orang-orang, GM tidak menyesali perbuatannya. Tapi melakukan itu karena terlanjur viral.
Ada yang kartu AS nya mati, dan yang memulai transisi lebih dini.
Ada bbrp hal krusial yg mlenceng dr trajektori:
1. Jokowi bukan Ketua Dewan Pembina Golkar.
2. Batalnya RUU Pilkada.
Nampaknya sang Jendral ingin merebut simpati massa ditengah jatuhnya ambisi keluarga.
Meski dengan alasan tegak lurus ke pak Jokowi, saya kok ndak yakin kalau polisi mau membela Prabowo. Secara Prabowo gitu looh... Hampir semua semua orang tahu siapa dia. Termasuk watak dan hasrat terpendamnya andai dia berkuasa.
"Tenang", katanya, "jika Prabowo jadi presiden, pak Jokowi pasti akan mengendalikannya." Hah..?! Come on! Siapapun yang masih percaya dengan persepsi ini, berarti bacaan politiknya kurang tebel!
Percayalah, andai dia yang berkuasa, jangankan Polri, pak Jokowi pun justeru yang akan dibuntungi paling awal. Akan ditebas siapapun yang punya potensi menghalangi kehendaknya. Jika benar begitu, Jokowi jelas tidak akan bisa berbuat apa-apa.
Gibran? Halah! Tinggal dibentak saja oleh "pleciden" Prabowo, besoknya medical check up ke Penang.
Maka bagi kami sangatlah aneh jika ada oknum polisi yang masih mau beroperasi maksimal membantu kemenangan Prabowo. Padahal, andai dia berkuasa, bisa saja Prabowo meloloskan RUU Kamnas melalui kekuasaannya, maka Polri akan kembali jadi "anak bawang" seperti jaman Orba.
Para petinggi Polri yang hari ini masih aktif, bisa saja tak berpikir panjang karena masih punya wewenang dan pangkat. Tapi jika kelak sudah pensiun, percayalah, justeru mereka akan menyesal tiada guna. Bisa jadi kelak mereka hanya menyaksikan institusi Polri sekedar bangga memiliki "reserse dengan kumis melintang bergelang akar bahar" tapi wewenangnya telah melemah, persis era Soeharto.
Jadi, oknum anggota Polri yang hari ini berjibaku untuk memenangkan Prabowo: kalian sebenarnya sedang menggergaji tiang rumahmu sendiri!
Ingat! Polri bisa memiliki wewenang sekuat hari ini berkat perjuangan masyarakat sipil di era reformasi. Ironisnya, justeru oknum polisi sendiri yang secara sadar seolah-olah ingin merubuhkan "rumahnya" sendiri. Sementara kami yang sipil-sipil ini justeru bersemangat untuk menguatkan institusi kepolisian.
@Miduk17 @nalarto Freeport lebih kompleks, industri dan teknologi nya, drpd migas.. Pdhal migas saja belum sepenuhnya kita bisa mandiri dr hulu ke hilir.. 20thn apakah cukup? Tentu tidak..