ngêdap.
hal mengembalikan posisi gelagar kayu (rangka plafond, kuda²) yang sudah melengkung pada level semula yang dikehendaki. biasanya dengan bantuan tiang/ kayu sokong.
nuakke/ngênomke.
setel naik turun tiang sokongan agar presisi di level yang dikehendaki.
- basa tukang
Hari ini, 18 Maret diperingati sebagai Hari Arsitektur Indonesia. Tanggal ini diambil dari tanggal lahir Mas Aboekassan Atmodirono pada 18 Maret 1860 di Wonosobo.
Atmodirono diakui sebagai arsitek bumiputra pertama yang merancang banyak bangunan dan arsitektural. Dia tidak mengenyam pendidikan formal arsitektur, tetapi lulus tes sebagai arsitek di Departement van Burgelijke Openbare Werken (Departemen Pekerjaan Umum).
Setelah lulus, Atmodirono diangkat sebagai arsitek pada Dinas Pengairan dan Pekerjaan Umum. Dia menjadi salah satu orang Jawa pertama yang sejajar dengan orang Eropa dalam pekerjaan dan gaji.
Selain sebagai arsitek, Atmodirono juga aktif dalam pergerakan dengan menjadi anggota Boedi Oetomo. Dia juga menjadi pendiri dan ketua perhimpunan pegawai negeri bumiputra Mangoen Hardjo.
Atmodirono memberikan perhatian pada kemajuan kota dengan menjadi anggota Dewan Kotapraja Semarang. Dalam bidang pendidikan, dia menjadi anggota Yayasan Kartini yang bergerak dalam bidang pendidikan perempuan. Selain itu, dia mendirikan sekolah teknik di Semarang.
Pada 1918, Atmodirono terpilih sebagai anggota Volksraad (Dewan Rakyat) dari kalangan bumiputra. Dia meninggal dunia pada 23 Juli 1920. Untuk menghormatinya, pemerintah kota Semarang mengabadikan namanya menjadi nama jalan di pusat kota Semarang, Atmodironoweg atau Jalan Atmodirono yang bertahan hingga sekarang.*
🔗https://t.co/5ZMw0JEykL
📷Mas Aboekassan Atmodirono (kiri) dan karya rancangannya, Societeit Sasana Soeka Mangkoenegaran (sekarang Monumen Pers Nasional) di Solo.