@SempreMilanCom Thinking realistically here, maybe we can snag player like:
Maignan
Tiago Gabriel (Lecce)
Goncalo Inacio (Sporting CP)
Pavlovic
Pedro Porro (Tottenham)
Morten Hjulmand (Sporting CP)
Rabiot
Miguel Gutierrez (Napoli)
Pulisic
Antonio Nusa (RB Leipzig)
Ramos
@acmilan
Ada dua kata yang saya nggak suka dengernya kalau digabung.
‘Tuh’ dan ‘kan’.
“Tuh kan?”
Atau versi lengkapnya,
“Tuh kan gua bilang juga apa???”
Tuh kan gua bilang juga apa, mana mungkin?
Tuh kan gua bilang juga apa, mana bisa?
Biasanya sambil dagu sedikit diangkat, kepala menjauh ke belakang, dengan senyum tipis tersungging mengikuti bola mata melirik ke samping.
‘Tuh kan’ saya sudah nggak pernah pakai lagi, sejak saya sadar mereka merenggut kehormatan dari orang-orang yang berjuang.
Sekelas tetangga julid yang menantikan kesialan terjadi buat orang-orang yang bukan dia.
Saya juga nggak suka ‘tuh kan’, karena mereka adalah kata-kata yang menunggu hal buruk terjadi.
Saya nggak suka hidup menunggu hal buruk. Kurang logis buat saya.
Saya memilih hidup menunggu hal baik. Lebih masuk akal rasanya.
Kecewa luw brow menunggu hal baik.
I know. Sudah pasti.
Tapi saya memilih lebih baik kecewa karena berusaha,
daripada tidak pernah kecewa karena memang tidak pernah berbuat apa-apa.
Berusaha membuat saya kuat, mencibir sambil rebahan membuat saya lemah.
Biasa mengucapkan ‘tuh kan’ juga menjadikan saya selalu punya alasan untuk tidak apa-apa kok kalau tidak mencoba.
“Tuh kan, ngapain susah-susah?”
Well semua hal baik nggak pernah mudah, dan semua keberhasilan datang dari mencoba.
Gagal itu biasa. Jangan buat dia merasa punya taring berbisa. Ga usah drama. Biasa aja.
Yang tidak biasa?
Berani mencoba. Lalu belajar dan bertumbuh dari kegagalan yang pasti datang, dan bukannya malah tuh kan tuh kan mulu menyukurinya.
☺️
Namanya Gunung Telomoyo, kalo kesini gausah cape cape mendaki, pake motor juga bisa sampe puncak, asal motor kalian dalam keadaan prima yaaa!😍
Video setyawan_464 (IG)
Lokasi : Gunung Telomoyo, Magelang, Jawa Tengah