Well, tanpa mengurangi respect ke Argentina, saya berharap Spanyol yang juara di edisi pildun kali ini. Tau sendiri lah ya alasannya kenapa.
Cuman pengen lihat ada perwakilan dari Arsenal yang pegang trophy pildun karena terakhir kali kejadian itu di pildun 2014 pas Jerman jadi juara.
2014: trio Ozil, Podolski, BFG
2026: trio Raya, Zubimendi, Merino
Bismillah 🤲🏼
Gue nemu harga bensin di Amerika langsung dari foto pompa bensin beneran.
Terus gue bandingin sama Pertamax Indonesia yang baru naik.
Hasilnya agak mencengangkan:
Pertamax RON 92 Indonesia sekarang: Rp16.250/L
Bensin setara di Amerika?
Louisiana: Rp17.862/L
Texas: Rp17.391/L
California: Rp28.158/L
New York: Rp21.299/L
Tapi tunggu dulu.
Kalau masukin faktor gaji minimum, ceritanya jadi makin brutal.
Berusaha menjadi fans Arsenal yg nrimo ing pandum wkwk. Mungkin banteran2 ini dulu yg diterima sm the Gooners pas jaman Henry dkk, walau udh sejago apapun msh ttp 0 ucl, pdhl yg ngebanter klubnya ga dpt apa2 season ini, bahas aja trs sejarah yg penting punya ucl.
Guys, ada forum di Yogyakarta di kampus tertua Indonesia, UII yang menurut gue paling jujur dan paling berani membahas satu pertanyaan yang tidak berani dijawab oleh siapapun di Jakarta:
28 tahun reformasi ke mana perginya?
Dan yang menjawab bukan orang pinggiran.
Ada Mahfud MD.
Ada Rocky Gerung.
Ada Tio Ardianto.
Ada Oki Madasari.
Ada Prof. Suparman Marzuki.
Dan jawaban mereka sangat menyakitkan untuk didengar.
Satu kata untuk reformasi dari masing-masing:
Mahfud MD: "Autocratic legalism."
Bukan satu kata tapi satu konsep yang menghancurkan.
Hukum dibuat untuk melegalkan kejahatan bukan mencegahnya.
Suparman Marzuki: "Reformasi dikangkangi."
Rocky Gerung: "Bisnya sudah mogok."
Oki Madasari: "Reformasi sudah mati."
Dan tidak ada yang membantah satu pun dari keempatnya.
Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh malam itu:
Mahfud mengingatkan enam agenda reformasi 1998. Satu per satu diperiksa:
Adili Soeharto dan kroninya belum selesai.
Bahkan sekarang Soeharto sedang dipoles menjadi pahlawan.
Amandemen UUD 1945 sudah dilakukan.
Tapi sekarang ada kelompok yang ingin kembali ke UUD asli.
Penghapusan dwi fungsi ABRI sudah dihapuskan secara formal.
Tapi Oki menghitung ada lima area di mana militerisme sekarang kembali bekerja:
politik pemerintahan, ekonomi, lingkungan dan pangan, pendidikan, dan kebudayaan.
Pemberantasan KKN
KPK dibentuk.
Tapi indeks persepsi korupsi tahun ini adalah yang paling buruk sejak sebelum reformasi.
Supremasi hukum pengadilan kita sekarang kata Rocky adalah pasar gelap keadilan.
"Pasal ada harganya, koma ada harganya."
Otonomi daerah berjalan.
Tapi ada keinginan untuk kembali ke pemilihan lewat DPRD.
Dan ini yang Mahfud sebut sebagai Autocratic Legalism:
"Hukum dibuat untuk melegalkan korupsi.
Orang korupsi menjadi sah karena aturannya dibuat lebih dulu.
Kekuatan politik berkolusi di DPR lalu dibuat aturan-aturan yang merusak hukum sehingga semua kesalahan itu dikatakan aturannya sudah benar."
Ini bukan teori dari luar.
Kim Lane Scheppele dari Chicago University menulisnya tahun 2020.
Tapi Mahfud sudah menulis hal yang sama dalam disertasinya di UGM tahun 1993 dia sebut positivistik instrumentalistik.
Sesuatu yang tidak benar dijadikan hukum positif sebagai instrumen untuk membenarkan kekuasaan.
Dan itu terjadi lagi sekarang.
Dengan nama yang berbeda.
Dengan wajah yang berbeda.
Tapi dengan pola yang persis sama.
Dan Tio bilang sesuatu yang paling berani malam itu:
"Apa yang dilakukan di hari pertama Prabowo berkuasa?
Dia mengangkat Teddy sebagai Seskab yang jelas-jelas melanggar Undang-Undang TNI.
Sesudah tahu itu melanggar
bukan Teddy yang dicopot.
Tapi undang-undangnya yang diubah."
"Kalau kekuasaan sejak mau berkuasa saja rela menghalalkan segala cara mana mungkin selama 5 tahun dia berkuasa dia akan pakai etika?"
"Hanya ada dua jenis manusia yang berbaik sangka pada penguasa seperti ini:
orang bodoh, atau orang yang turut menikmati kekuasaan."
Dan Oki Madasari merinci militerisme yang sedang merayap:
Teddy Indra Wijaya tentara aktif duduk sebagai Seskab.
Kepala daerah seluruh Indonesia diundang retreat di Magelang pakai baju loreng.
Ketua DPRD se-Indonesia diundang retreat pakai loreng.
Penerima beasiswa LPDP akan dilatih baris-berbaris oleh tentara. Militer masuk mengelola MBG sektor pangan.
Militer masuk di Koperasi Desa Merah Putih sektor ekonomi.
Dan sejarah sedang ditulis ulang Soeharto yang seharusnya diadili mulai dipoles menjadi pahlawan.
"Ketika militerisme masuk dalam area lingkungan konflik agraria antara rakyat dan pemodal akan semakin merepresi rakyat.
Karena tentu saja militer akan berpihak pada pemodal."
Dan Rocky memberikan analisis yang paling dalam:
"Kita sudah keluar dari rumah Orde Baru tapi belum berani masuk ke rumah demokrasi.
Di depan kita lalu lalang tentara, lalu lalang parcok.
Kita berdiri di antara dua rumah itu. Itulah kondisi kita sekarang."
Dan dia bilang sesuatu yang sangat penting soal 1998:
Kita tepuk tangan ketika Soeharto step down. Padahal tepuk tangan itulah yang merusak arah gerakan mahasiswa.
Kita perlu revolusi tapi kata itu kita cegat di otak kita sendiri karena dianggap kiri.
Padahal negeri ini didirikan oleh mereka yang berpikir kiri.
Dan Suparman Marzuki bilang sesuatu soal HAM yang paling pedih:
"Pemerintah sekarang tidak hanya melakukan crime by commission menangkap, menahan, merepresi
Tapi juga crime by omission diam membiarkan yang terjadi.
Dua kejahatan kemanusiaan dilakukan sekaligus."
"Berapa yang meninggal karena MBG?
Oh dikali 280 juta kalau yang meninggal sekian persen.
Diatistikkan hidup orang.
Bangsa ini tidak punya empati.
Tidak punya satu kalkulasi kemanusiaan yang pantas."
Dan Mahfud menutup dengan empat dis yang paling menakutkan:
"Proses bubarnya sebuah negara berjalan di atas empat dis: disorientasi, distrust, disobedience, dan disintegrasi."
"Ketika pemerintah tidak peduli konstitusi dan hukum — timbul distrust.
Rakyat tidak percaya.
Kalau distrust terus dibiarkan terjadi disobedience, pembangkangan.
Kalau dibiarkan menumpuk dan meledak bisa terjadi disintegrasi.
Dan kalau sudah disintegrasi sulit dikembalikan. Kita menyatukannya dengan berdarah-darah."
Dan dia menutup dengan satu kalimat yang sangat berat: "
Masih ada waktu untuk merawat Indonesia.
Mari kita rawat."
Tapi kalimat itu terasa seperti peringatan bukan jaminan.
28 tahun reformasi.
Dan malam itu di Yogyakarta lima orang terpelajar duduk bersama mahasiswa dan menyimpulkan bahwa hampir tidak ada satu pun dari enam agenda reformasi yang benar-benar tuntas.
Bukan karena agendanya salah.
Tapi karena setiap kali ada yang mau menegakkan agenda itu sistemnya bergerak untuk memastikan penegakan itu gagal.
Hukum diubah.
Undang-undang direkayasa.
Kritikus dibungkam.
Dan rakyat yang sudah lelah diam.
Dan sekarang 28 tahun setelah reformasi polanya sama persis dengan yang mereka lawan dulu.
Hanya wajahnya yang berbeda.
Hanya namanya yang beda.
Sisanya identik.
Inget bgt dulu suka Arsenal gara2 RF 2012, jamannya Podolski sm Van Persie, enak makenya, lama2 jd suka klubnya. Hatta pas di pondok patungan buat langganan koran bola tiap pagi buat dptin berita Arsenal wkwk, setelah penantian panjang akhirnya bisa juara tahun ini #COYG