“Aku belum siap,” kata Kanaya pelan. “Aku bahkan belum siap menerima kenyataan ini.”
Rangga meliriknya sekilas. “Waktu tidak menunggumu, Kanaya.”
Kanaya menahan napas. “Ya kamu benar, waktu tidak menungguku… tapi aku yang sedang dipaksa berkejaran dengannya.”
“Keberatan atau tidak juga tergantung ke mana tujuannya,” balas Kanaya dengan nada sinis.
Rangga menghela napas pelan. “Kita akan ke butik pengantin.”
Kalimat itu jatuh seperti batu ke dada Kanaya.
“Sekarang?” suaranya nyaris tak terdengar.
“Ya.”
Kanaya menggenggam ujung bajunya. “Kenapa tidak bilang dari awal?”
“Aku takut kamu menolak bahkan sebelum berangkat.”
Kanaya menatap jalan yang berlari di balik kaca mobil. “Dan sekarang kamu pikir aku tidak ingin menolak?”
Rangga terdiam.
@realjodohjeno@Secular696@dinnah_ Eh tolol, dari awal kalimat sampai akhir kalimat, gak ada sarkasme yg terkandung. Lu tau gak sarkas itu apa? Subhanallah ini manusia.
@vinc_dev5@dinnah_ Ya semoga terjawab aliran mana yg beliau ikuti sehingga berani menjelekkan syariat islam tanpa ilmu lalu mengalihkan pemahaman yg lain agar terlihat benar. Karena yang saya tahu setiap aliran itu hanya berbeda pandangan tanpa menjelekkan syariat islam itu sendiri.
@vinc_dev5@dinnah_ Ya saya tau ada aliran dalam islam di Indonesia, tapi saya tidak mengikuti aliran manapun. Jika wanita itu merupakan anggota sebuah aliran, aliran mana yg mengajarkan utk membuat statement agar islam terlihat jelek lalu mengalihkan pada argumen lain agar inilah yg benar?
@vinc_dev5@dinnah_ Yang anda tuju tadi adalah saya, anda mengatakan berbeda dengan aliran saya, sedangkan saya beragama tidak mengikuti aliran manapun kecuali Al-Qur'an dan hadist.
@Secular696@dinnah_ Istri gak nurut dipukul? Tidak ada ajaran begitu, setiap kesalahan memiliki porsi hukuman tersendiri.
Wanita lebih banyak di neraka? Sudah dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadist. Lalu apa yg salah?
Nafsu = poligami? Pemahaman macam apa ini?