@ekokuntadhi1 Jadi ingat sama orang klo ada yg kesurupan, yg dipanggil seseorang yg dianggap ilmu agamanya mumpuni utk doain yg kesurupan. apa IT di bank tsb lg kesurupan kah?
Tak salah kah ini...??
๐ Korban penganiayaan terancam jadi tersangka...๐ง๐ง๐ง????
Apakah karena si pelaku anaknya.. dari seorang kompol..???..
Ada apakah dlam kasus ini.... Yg terjadi di akhir ahun 2022 lalu???
El Padre mantan bandar Narkoba. Dia pernah menguasai seperempat jalanan Bogota. Hiernando nama aslinya, mempunyai anak yang dipersiapkan untuk menggantikannya, namanya mayor Hugo - berdinas di kesatuan kavaleri Kolombia. Ketika El Padre menua dan sakit-sakitan, Hugo dipaksa berhenti dari dinas ketentaraan.
Hugo memegang kendali. Sayangnya dia tidak punya bakat, jaringannya berantakan. Kelompok Baretta menggerus wilayahnya sedikit demi sedikit dan El Padre tidak bisa berbuat banyak. Menurut beberapa ketua kartel, dia salah mendidik anak - sedang menurut El Padre, Hugo salah memilih bapak.
Hugo terlalu muda untuk mengendalikan sebuah pekerjaan yang perlu wibawa. Kartel Cali sebagai pemasok Narkoba terbesar, kehilangan kepercayaan karena Hugo ternyata tidak ditakuti oleh para pengedar jalanan - ia sering ditipu. Bisnisnya bergerak, tapi penuh puja-puji palsu. Bisnis Narkoba bukan hanya soal perputaran uang, ia juga soal kepercayaan.
Berusaha mengatasi itu, El Padre memaksa anaknya untuk ikut serta dalam pemilihan walikota Bogota. Jika terpilih, tujuannya agar bisa mendikte kepala polisi dan jaksa, dan kartel Cali tidak lagi meragukannya. Apa lacur, hanya segelintir yang memilihnya. Ia gagal. Banyak yang bilang, Hugo terlalu cepat keluar dari tentara dan dipaksa matang sebelum waktunya.
Gagal dalam bisnis, gagal juga dalam politik, membuat El Padre harus terjun menyelamatkan anaknya. Tapi El Padre bukan lagi seorang dewa, tubuhnya menua dengan anak buah yang telah meninggalkannya satu persatu. Suaranya tidak lagi menakutkan, uangnya tidak juga mengembalikan masa lalunya.
Hiernando putus asa. Ia sekarang banyak bicara, bawel tanpa makna. Ironisnya, Hugo meniru bapaknya. Keduanya seperti pelawak seringkali berdiri di trotoar pusat kota dan meneriakkan apapun yang mereka mau. Ini dilakukan menjelang tengah malam setelah keduanya sempoyongan karena menenggak tuak Cuervo.
Bapak dan anak yang kalah dan tersingkir, melakukan apapun sesuka sukanya - meski mereka tahu atas apa yang dilakukan: "mereka harus menunggu kebaikan orang lain."
@rubiyon81957822 @Umar_Hasibuan__ Naah, harusnya @Umar_Hasibuan__ korek data dulu.
Yg salah siapa? Yg salah adalah warga yg menempati secara liar dan yg memberikan ijin IMB atas dasar kontrak politik. Siapa yg memberi ijin? Tanya ke Pak @aniesbaswedan
Simak di sini, ilegal dilegalkan ๐ https://t.co/qZOMVSTkjW
@Umar_Hasibuan__ 2017 pak Ahok sudah kasih data itu tanah milik Pertamina dan harus menjadi zona hijau/bukan ditempati penduduk.tetapi ada yg saking ngebet ingin berkuasa semua dilakukan.....