Saya pernah baca, duka mengubah kita menjadi satu dari dua hal. Entah kita jadi pendiam, atau jadi orang yang menyebalkan (tanpa kita sadari). Mungkin, akarnya adalah kebingungan perihal masa depan dan ketidakkuasaan untuk mengubah masa lalu. Sebuah fase pahit yang harus dilewati
Proses saya sembuh, bukan hakmu untuk menilai. Begitu pun sebaliknya. Perjalanan yang kau lalui, belum tentu saya mengerti. Kita berduka dengan cara masing-masing, tak perlu saling membanding-banding. Karena terakhir kali saya cek, bersedih tidak ada jangka waktunya