aduh ya allah in this economy duit sejuta udah gaada harga dirinya, mana bulan ini banyak banget kebutuhan🥹
semoga semua duit yang keluar jadi berkah☺️☺️
i think the purest form of love is just wanting someone to notice life with you. "taste this. look at that. hear this song." again and again. until you can't imagine noticing life without them.
18! Apa hal yg buat kalian sama sekali gabisa toleransi dgn pasangan kalian sampe memutuskan untuk putus? Walaupun tadinya sayang bgt sama dia gitu guys
lucu gimana kita bisa sedekat nadi cuma karena tukeran playlist terus sekarang kaya orang gapernah kenal sama sekali, walaupun senyum dan tawanya masih teringat jelas.
i hope we can always tell the difference between love & dependency. i’ve always been someone who moves on easily, but if you just went through a breakup & immediately got a new partner, it may not be love.. it means you’re uncomfortable being alone & always need company
in your twenties you're going to experience a sudden shift in your parents behavior to be more kind and supportive towards you that for some unknown reason couldn't have come earlier despite their past behavior contributing to your deeply troubling mental issues they disregarded
syukur banget jadi koass kalo begini, sadly di kampus dan rsup gue masih nggak banget. jaga 24 jam + 12 jam lanjut poli dan ilmiah. pinter kagak, muntah iya
Dulu, koas bekerja tanpa regulasi dan mereka sadar mereka sedang "disiksa" oleh sistem. Ada kejujuran dalam brutalitas tersebut. Namun skrg, dgn adanya regulasi jam kerja (misal maksimal 40-48 jam seminggu), muncul ilusi bahwa sistem telah menjadi manusiawi
Tato itu "permanen" BUKAN karena tintanya nempel di kulit terus, tapi karena 𝘀𝗶𝗸𝗹𝘂𝘀 𝗽𝗲𝗿𝗮𝗱𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗿𝗼𝗻𝗶𝘀 𝗱𝗶 𝗸𝘂𝗹𝗶𝘁 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗯𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗹-𝘀𝗲𝗹 𝗶𝗺𝘂𝗻.
Jadi saat jarum tato menembus kulit, tubuh langsung menganggap ini sebagai luka dan ancaman asing. Pigmen yang masuk langsung "dimakan" oleh sel-sel imun seperti neutrofil, makrofag, dan sel dendritik.
Tinta tato ini akan bertahan lama di makrofag karena makrofag punya mekanisme "capture–release–recapture" yang membuat tato bisa bertahan lama.
Jadi pas tinta tato itu masuk, makrofag akan berbondong-bondong menelan partikel tersebut. Namun, makrofag tidak bisa mencerna pigmen tinta, karena ukurannya besar dan tahan lama. Akibatnya, makrofag mati, melepaskan pigmen kembali ke jaringan sekitar. Lalu gelombang makrofag baru datang dan mengulangi proses yang sama.
Sederhannya tato "permanen" itu sebenarnya bukan karena tinta nempel terus, tapi karena ada relay makrofag yang terus-menerus mengambil ulang tinta yang terlepas saat makrofag lama mati.
Beberapa penelitian terkini menunjukkan bahwa penumpukan ini bisa mengganggu fungsi imun normal, termasuk respons terhadap vaksin tertentu, serta dikaitkan dengan peningkatan risiko limfoma, yaitu kanker kelenjar getah bening, dan kanker kulit.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Tattoo ink exposure is associated with lymphoma and skin cancers - a Danish study of twins
buat temen temen di sini yang masih sekolah dan punya cita cita jadi dokter
GAUSAH. PLIS JAUH JAUH MUMPUNG BELUM NYEMPLUNG. kalian gapunya proteksi apa apa. ini ada dokter internship yang meninggal, bukannya evaluasi peraturan tp malah nyalahin almarhumah
selamatkan diri kalian