Gw mau cerita
Kemarin ada 2 kejadian yang ajaib bagi kita sebagai manusia.
Temen kerja ada 2 orang yg kehilangan barangnya.
Yg pertama kehilangan Pin kerjaannya
Yg kedua kehilangan earbudsnya sebelah.
Ajaibnya yg kehilangan pin itu bisa nemuin pinnya setelah 1 hari ilang
Karena hidup dan waktu kita berharga.
Orang yang melihat di luar aquarium pasti akan lebih jernih melihatnya, dibanding Ikan yang berenang di dalam aquariumnya
JANGAN
Mempengaruhi orang lain dengan rasa tidak sukamu terhadap seseorang.
BELAJARLAH
Membersihkan hatimu sendiri tanpa menanamkan kebencian terhadap orang lain.
KARENA
Tidak semua hal yang kita rasakan harus diwariskan menjadi kebencian bersama
untuk perempuan yang ga sengaja baca tweet ini, semoga jodohmu adalah orang yang mau tumbuh dan berkembang bersama, yang bisa diajak komunikasi, deeptalk, tukar pikiran, support satu sama lain, sama-sama mau berjuang dan sama-sama takut kehilangan.
guys, kalau kita tulus sama seseorang, jangan pernah mempertanyakan apa pun. lakukan yang terbaik, lalu ikhlaskan hasilnya. at least kita udah ngasih versi terbaik dari diri kita. sisanya bukan lagi kendali kita. dan kalau pada akhirnya harus memilih, selalu pilih diri sendiri. 🙂🫶🏻
The important thing is to learn from both sides. Bila kita melukai, beranikan diri untuk minta maaf dan berubah. Bila kita dilukai, belajar untuk memaafkan, not because what happened was okay, but because our heart deserves peace.
Ada masanya, kita yang melukai. Ada masa juga, kita yang dilukai.
That’s how life works. Tak ada manusia yang sempurna. We all make mistakes, and sometimes we become the reason someone cries. Other times, we’re the one trying to heal from the pain someone else caused.
Kalau suami dan istri sama-sama bekerja, logikanya pekerjaan rumah juga seharusnya dibagi. Lalu kenapa masih banyak suami yang enggan terlibat?
Biasanya ada tiga penyebab utama:
1. Pola asuh. Sejak kecil mereka melihat ibu mengurus semua pekerjaan rumah, sehingga menganggap itu memang tugas perempuan.
2. Ego dan identitas. Sebagian pria masih merasa pekerjaan domestik mengurangi citra mereka sebagai laki-laki, terutama jika istri juga ikut mencari nafkah.
3. Komunikasi yang buruk. Istri berharap suami peka, sementara suami menunggu diminta secara jelas. Akhirnya sama-sama kesal.
Solusinya bukan saling diam atau menyalahkan. Duduk bersama, bagi tugas secara spesifik, dan anggap pekerjaan rumah sebagai tanggung jawab bersama, bukan bantuan sukarela.
Bilang ke suami: "Sayang, aku senang kita bisa berjuang bareng nyari nafkah buat keluarga kita. Tapi jujur, energi aku habis kalau setelah kerja masih harus beresin rumah sendirian. Aku butuh tim yang solid. Yuk, kita bagi tugas."
Karena rumah tangga dengan dua pencari nafkah hanya bisa berjalan baik kalau keduanya juga sama-sama menjadi tim di rumah.